Rabu, 28 Oktober 2009

Yesus Membasuh Kaki Muridnya

Injil synopsis adalah injil yang hampir bersamaan isinya yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Namun ada hal yang unik dalam injil Yohanes karena tidak semua Firman yang ada di Yohanes ada di injil synopsis lainnya. Selain itu injil Yohanes diberitakan dalam sastra komunikatif antara guru dan muridnya sedangkan ketiga injil yang lain lebih condong ke dalam bentuk perumpamaan.




Dalam Yohanes 13 ayat 1-20 tentang Yesus membasuh kaki murid-muridNya. Firman ini hanya ada dalam kitab Yohanes. Firman itu menceritakan saat-saat terakhir Yesus bersama murid. Yesus mengalami pergumulan, Ia telah mengajarkan banyak hal kepada muridNya. KasihNya telah tercurah kepada para murid sebagaimana disebutkan dalam ayat 1 perikop ini “Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. Karena kasihlah sehingga Yesus membasuh kaki muridNya. Kalau kita lihat kepada adat tradisi Yahudi maka yang dibasuh seharusnya yang lebih tinggi derajatnya dan yang membasuh adalah yang lebih rendah derajatnya. Atau dalam tradisi kuno maka orang muda yang harus membasuh kaki yang lebih tua tapi yang terjadi dalam nats ini justru sebaliknya. Cerita tentang murid juga kita ketahui ketika mereka mencari siapa yang paling besar diantara mereka dan tidak ada seorangpun yang mengaku yang lebih kecil. Namun satu hal yang patut di puji dari sifat Yesus adalah Dia mau meninggalkan atau melepaskan jubahNya dan menggantikannya dengan kain lenan. Dalam tradisi kuno hal itu menunjukkan bahwa Yesus saat itu melepaskan kebesaranNya.


Ada sebuah cerita pengkotbah ketika saya mengikuti kebaktian sore di HKBP Bandung Riau yang menceritakan bahwa saat pertama kali masuk Duta Wacana di Yogyakarta maka hal yang lajim dilakukan adalah kakak kelas akan membasuh kaki adik-adik tingkatnya. Kegiatan membasuh kaki ini berlangsung secara terus menerus dan menjadi tradisi. Namun nilai yang perlu diambil dalam tradisi membasuh kaki adalah bahwa kegiatan membasuh kaki bukan seremonial belaka karena kakak kelas juga harus bertanggungjawab untuk membantu adik-adiknya dan bekerjasama dalam sehari-harinya.
Yesus membasuh kaki murid-muridNya agar para murid menjadi suci karena jika tidak maka mereka tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan sorga. Kaki adalah lambang kekotoran. Dalam ayat yang 17 dinyatakan “Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya”. Yesus menyuruh kita untuk melakukan seperti yang telah diteladankanNya kepada kita. Kita perlu untuk melakukan refleksi pribadi. Sejak kecil kita sudah mengenal firman Tuhan dan bahkan sering mengucapakannya namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita telah melakukan Firman dengan senang hati, tulus, ikhlas dan tanpa mengharapkan jasa/imbalan akan keselamatan?
Dalam sebuah siaran televisi yang berjudul “Masihkah Kau Mencintai Aku?” menceritakan kehidupan sebuah rumah tangga. Suatu hari pembantunya mudik karena orang tuanya sedang sakit. Sejak itulah timbul prahara dalam rumah tangga tersebut. Konflik timbul karena tidak ada lagi yang membuat kopi, menyiapkan sarapan, merapikan tempat tidur, menyapu rumah dan beberapa hal lainnya. Sang suami dan istri saling cuek akan siapa yang bertugas untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut. Mereka lupa satu hal penting dalam kehiduan rumah tangga yaitu suami istri harus hidup saling melayani. Dalam kehidupan muda-mudi juga tak jarang hal ini terjadi dan menimbulkan konflik. Mereka pacaran namun mereka saling cemburu akan satu sama lain ketika salah seorang dari mereka dekat dengan lawan jenisnya. Pernahkah kita menyadari bahwa kedudukan dapat menimbulkan perpecahan?


Nasehat motivasi dari Tuhan Lewat Facebook Chat

Seorang pemuda facebooker mania sedang terlibat chating dengan Tuhan lewat facebook chat , si chater mengajukan beberapa masalah dan pertanyaan kepada Tuhan tentang hidup dan kehidupannya

TUHAN : Kamu mengirim email dan memanggilKu, ada perlu apa (Tuhan pura2 tidak tau)?



chater : Iya Tuhanku , begini, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk. jadi besok aja ya chatnya , jangan sekarang, nanti saya hubungi lagi...sorry...saya benar2 sedang sibuk.

TUHAN : Dasar tak tau diri kamu , Kalau Luna Maya yang ngajak chat pasti kamu ngak bakal nolak, kan ...emang kamu sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

chater :
Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN :
Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan. Tapi produktivitas memberimu hasil.
Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.


chater :
Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN :
Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk.
Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

chater :
OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN :
Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisalah yang membuatnya jadi rumit.

chater :
Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN :
Aku telah menngajari sebuah kata-kata mutiara kepada orang barat begini "if you fill your heart with regrets of yesterday and the worries of tomorow ,so, you have no today to be thank full for"
JIka kamu terlalu mikirin yang telah lalu dan mengkawatirkan hari esok, maka kamu tidak bisa melihat dan menikmati peluang hari ini..............

Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.
Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa.
Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu.
Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

chater :
Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

TUHAN :
Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari.
Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

chater :
Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN :
Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

chater :
Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN :
Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan.
Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita.
Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.

chater :
Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN :
Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.
Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

chater :
Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN :
Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental.
Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

chater :
Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah.

TUHAN :
Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu ke mana kamu melangkah.
Lihatlah ke dalam.
Melihat ke luar, kamu bermimpi.
Melihat ke dalam, kamu terjaga.
Mata memberimu penglihatan.
Hati memberimu arah.

chater :
Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN :
Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.
Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan.
Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.

chater :
Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN :
Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

chater :
Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN :
Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”
Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”

chater :
Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?

TUHAN :
Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
Berhentilah mencari mengapa saya di sini.
Ciptakan tujuan itu.
Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

chater :
Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN :
Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan.
Peganglah saat ini dengan keyakinan.
Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

chater :
Pertanyaan terakhir, Tuhan. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN :
Tidak ada doa yang tidak dijawab.
Meskipun kamu merasa seringkali jawabannya adalah TIDAK, karena aku lebih mengetahui yang terbaik buatmu dan aku berlaku adil buat semu mahluk-ku

chater :
Terima kasih Tuhan atas nasehat dan motivasi yang di berikan lewat chatting yang indah ini.


TUHAN :
Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut.
Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu.
Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

…TUHAN has signed out…
Sumber: website universitas kehidupan


GARUDA DI DADAKU

Setelah diputer di bioskop sekitar 2 bulan yang lalu, baru sekarang saya bisa menonton langsung filem yang berjudul “GARUDA DI DADAKU”. Kemarin itu ketika filemnya masih ada di bioskop saya sibuk bangat sehingga hampir tidak ada waktu untuk menonton. Temen-temen pada cerita kalau filemnya lumayan bagus, maklum produk Indonesia geto loh…
Kemarin setelah pulang dari kampus saya sempatkan singgah di penjualan CD dan akhirnya saya beli dong. Setelah di rumah kontrakan akhirnya saya nonton sendirian. Wah…wah… lagu Garuda di Dadaku langsung terdengar.


Dari filem ini bisa saya gambarkan bahwa ada seorang anak bernama Bayu (Emir Mahira) yang suka sekali bermain bola karena bokapnya dulunya juga seorang pemain bola. Namun sang kakek Usman (Ikranagara) tidak mengijinkannya. Sang kakek tidak mau kalau cucunya menjadi seorang pemain bola. Di mata sang kakek bahwa pemain bola itu tidak mempunyai masa depan. Kata-kata yang selalu keluar dari mulutnya untuk melarang Bayu yaitu “kakek tudak suka kamu itu menjadi pemain bola. Pemain bola tidak mempunyai masa depan, lihat itu ayahmu jatuhnya jadi supir taksi. Katanya gaji pemain bola gede tapi kalau kakinya patah gimana?”


Kata-kata itu membuat Bayu terkadanga mengurungkan niatnya untuk menjadi pemain bola, namun ada seorang temen deketnya yang bernama Heri (Aldo Tansani) yang seorang penggila sepakbola. Dia sangat gila sama yang namanya sepakbola tetapi karena dia berada di atas kursi roda maka hanya bisa memberi semangat atau motivasi kepada Bayu. Dia mengajak Bayu untuk masuk ke sebuah SSB dan menerima tawaran pelatih SSB Arsenal. Mereka berdua berusaha membuat cara agar mempunyai waktu luang untuk latihan karena sebenarnya waktu Bayu sudah sangat padat di isi dengan kegiatan les atau ekstrakurikuler atas imbauan sang kakek. Sang kakek bilang “aku yang tahu apa yang terbaik untukmu Bayu”
Akhirnya ide itu muncul ketika ada tugas dari sekolah untuk kegiatan sosial sehingga mereka menjaga kuburan dan menipu sang kakek tentang bakat melukisnya. Bayu menunjukkan lukisan anak penjaga kuburan itu kepada kakek dan mengklaim kalau itu adalah lukisan Bayu. Sang kakek sangat bangga sehingga dia mengambil tabungan pensiunannya untuk digunakan sebagai uang les Bayu karena kakek berencana akan memasukkan Bayu ke sebuah sanggar lukis yang paling terkenal di Jakarta.
Ketika PSSI berniat membentuk Timnas U-13 Bayu harus latihan keras sambil melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan sang kakek kepadanya. Hingga pada suatu saat sang kakek mengetahui kalau Bayu ternyata telah membohonginya, ternyata Bayu tidak serius selama ini dalam les melukis dan segera mengecek keberadaan Bayu di stadiun latihan SSB. Sang kakek pingsan seketika dan tak sadarkan diri sehingga harus dibawa ke rumah sakit.
Bayu merasa sangat menyesal sekali, karena dia adalah cucu kakek satu-satunya namun oleh karena tingkahnya sang kakek harus masuk rumah sakit. Dengan penyesalannya Bayu membungkus semua peralatan bolanya mulai dari baju, bola dan sepatu dan memasukkannya ke tempat sampah. Namun di lain kesempatan setelah sang kakek siuman, dia minta penjelasa kepada ibunya Heri tentang apa yang sebenarnya terjadi. Apa yang selama ini di tutup-tutupi mereka terhadap kakek. Dari penjelsan sang ibu yang dalam hal ini Ibunya Heri juga sebenarnya mendukung bakat Heri untuk menjadi pemain sepak bola akhirnya sang kakek menjadi sadar.
Akhirnya kakek mengijinkan Heri untuk bermain dan latihan sekuat tenaga karena dalam tempo 2 hari lagi akan ada seleksi Timnas U-13. Dan ternyata berkat upaya temen-temennya Heri, dorongan dari Ibu dan Kakek akhirnya Heri lolos menjadi pemain Timnas. Hingga saat ada pertandingan antara Timnas Indonesia dengan Jepang, sang kakek dan ibu juga turut menonton. Betapa gembiranya sang kakek melihat cucunya berhasil menciptakan sebuah gol yang indah…. GOOOOOOOOLLLLLLLLLLLLL
Secara singkat kira-kira demikian cerita filemnya, dan ada beberapa point yang dapat saya petik dari filem ini:
1. Orang tua tidak boleh memaksakan kehendaknya kepada anak
2. Anak atau siapa pun harus berperilaku jujur, tidak boleh berbohong
3. Menjadi seorang atlit atau pemain sepakbola bukan berarti hidupnya tidak akan sukses, tapi sebaliknya coba lihat tanggungjawab yang mereka emban. Mereka membawa dan mempertaruhakan nama negara Indoensia di Internasional


…. CINTA SEORANG IBU ….

Sobat….Alkisah di suatu desa ada seorang ibu yang sudah tua hidup berdua dengan anak lelaki satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang Ibu sering sekali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Adapun anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk, yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam, dan banyak kelakuan lainnya yang membuat si Ibu sering menangis meratapi nasibnya yang malang.


Meskipun hidup anaknya dipenuhi oleh kejahatan, ibu tua itu selalu berdoa kepada Tuhan, “Tuhan, tolong sadarkan anak yang kusayangi supaya ia tidak berbuat dosa lebih banyak lagi. Aku sudah tua dan aku ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati.” Namun semakin lama kehidupan sang Anak semakin larut dalam perbuatan jahatnya. Sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang telah dilakukannya.

Sobat…..Suatu hari kembali ia mencuri di sebuah rumah penduduk desa. Namun perbuatannya dipergoki oleh warga dan iapun tertangkap. Kemudian ia dibawa ke hadapan Raja untuk diadili sesuai dengan kebiasaan di kerajaan tersebut. Setelah ditimbang berdasarkan seringnya kejahatan yang dilakukannya, maka tanpa ampun lagi si Anak dijatuhi hukuman pancung. Pengumuman hukuman tersebut disebarkan ke seluruh desa. Hukuman pancung akan dilakukan keesokan harinya di depan rakyat tepat pada saat lonceng gereja dibunyikan menandakan pukul enam pagi.


Berita itu sampai juga ke telinga sang Ibu. Dia menangis meratapi anak yang sangat dikasihinya. Sembari berlutut dia berdoa kepada Tuhan, “Tuhan, ampunilah anak hamba. Biarlah hamba-Mu yang sudah tua renta ini yang menanggung dosa dan kesalahannya.” Dengan tertatih-tatih sang Ibu kemudian mendatangi Raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan. Tapi keputusan sang Raja sudah bulat, si Anak tetap harus menjalani hukumannya. Dengan hati yang hancur si Ibu kembali ke rumah. Tidak berhenti dia berdoa supaya anaknya diampuni. Karena kelelahan dia tertidur dan bermimpi bertemu dengan Tuhan.

Keesokan harinya di tempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong-bondong datang untuk menyaksikan hukuman pancung tersebut. Sang Algojo sudah siap dengan pancungnya, dan si Anak tadi sudah pasrah menantikan saat ajal menjemputnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua. Tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya.

Sobat…..Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan, lonceng gereja tidak juga terdengar berdentang. Suasana mulai berisik. Sudah lima menit terlewati dari batas waktu yang seharusnya. Akhirnya didatangilah petugas yang bertugas membunyikan lonceng gereja. Dia juga mengaku heran, karena sudah sedari tadi dia menarik lonceng tapi suara dentangnya tidak terdengar.

Ketika mereka sedang terheran-heran karena keanehan yang sedang terjadi, tiba-tiba dari tali yang dipegangnya mengalir darah. Darah tersebut datangnya dari atas, dari tempat di mana lonceng diikat. Seluruh rakyat pun mulai berkumpul menyaksikan keanehan tersebut dan orangpun diutus untuk naik ke atas dan menyelidiki sumber darah itu. Tahukah Anda apa yang mereka temukan? Ternyata di dalam lonceng besar itu ditemui tubuh sang ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Dia memeluk bandul di dalam lonceng yang mengakibatkan lonceng tidak berbunyi dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur ke dinding lonceng.

Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si anak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Dia menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si Ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng tersebut serta memeluk besi di dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung yang akan dijalani anaknya.

Sobat…..Demikianlah, sangat jelas kasih seorang ibu untuk anaknya betapapun jahatnya si anak. Marilah kita mengasihi orangtua kita masing-masing selagi kita masih mampu karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia. Sesuatu untuk dijadikan renungan bagi kita agar selalu mencintai sesuatu yang berharga dan tidak bisa dinilai dengan apapun.


Rabu, 14 Oktober 2009

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG (PERPU) DITINJAU DARI ASPEK KETATANEGARAAN

Indonesia sebagai negara yang menuju ke dalam sebuah tatanan demokratis telah dikawal oleh beberapa instrument hukum yang masing-masing memiliki hierarkinya sebagaimana tercantum dalam UU No 10 Tahun 2004. Salah satu diantaranya adalah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang atau sering disebut sebagai Perpu. Dalam pembentukan sebuah Undang-undang tidak bisa terlepas dari aspek-aspek yuridis, sosiologis dan filosofisnya. Namun kerangka besar munculnya Perpu adalah disebabkan adanya suatu keadaan yang tidak normal atau kegentingan yang memaksa.
Ditinjau dari Hukum Tata Negara maka ada kondisi dimana negara dalam keadaan normal dan tidak normal/darurat (staatsnoodrecht) sehingga hukum yang berlaku saat itu adalah hukum yang memang dimaksudkan untuk berlaku dalam keadaan darurat. Ada empat tipe keadaan darurat yaitu Defence Emergence, State of Tension, Domestic challenges, dan Welfare Emergency.


Adapun landasan yuridis dari Perpu ini adalah
 Pasal 22 UUD 1945, Pasal 139 RIS 1949, Pasal 96 UUDS 1950
 UU No 10 Tahun 2004
 Perpres No 68 Tahun 2005
 Perpres No 1 Tahun 2007
 Keputusan DPR RI No 08/DPRRI/I/2005-2006
 Putusan Mahkamah Konstitusi No 003/PUU III/2005
Sedangkan landasan filosofisnya adalah
 Prinsip negara hukum
 Konstitusionalisme
 Teori pemisahan kekuasaan
 Sistem Ketatanegaraan
Landasan sosiologis pembentukan Perpu adalah
 Reasonable necessity
 Limited time
 Dangerous threat
Jika ditilik dari sejarahnya maka yang ada adalah UU Darurat namun dalam perkembangan ketatanegaraan maka namanya pun berubah menjadi Perpu.
Dalam UUD 1945 yang mengatur tentang ketentuan Perpu tercantum dalam pasal 12 dan pasal 22. Pasal 12 berbunyi demikian “Presiden menyatakan keadaan bahaya. Syarat-syarat dan akibatnya keadaan bahaya ditetapkan dengan Undang-undang.”
Dan selanjutnya dalam pasal 22 disebutkan:
(1) Dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa, Presiden berhak menetapkan peraturan pemerintah sebagai pengganti undang-undang.
(2) Peraturan pemerintah itu harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dalam persidangan yang berikut.
(3) Jika tidak mendapat persetujuan, maka peraturan pemerintah itu harus dicabut.
Jika dikaji lebih mendalam maka isi pasal ini debatable karena ada kekhwatiran kekuasaan Presiden akan sangat besar dalam mengeluarkan sebuah perpu. Masalahnya adalah seolah-olah presiden mengeluarkan Perpu sekehendaknya karena tidak ada sebuah lembaga yang mengkaji atau menilai apakah negara benar dalam keadaan bahaya atau darurat. Berdasarkan sebuah literature yang saya baca maka syarat negara dalam keadaan darurat adalah
1. Adanya kebutuhan mendesak untuk berbuat
2. Waktu yang tersedia terbatas
3. Ancamannya besar
Sedangkan syarat kondisi kegentingan memaksa cukup poin 1 dan 2 di atas yaitu
1. Adanya kebutuhan mendesak
2. Waktu yang tersedia terbatas
Point-point tersebut sebenarnya tidak cukup bagi Presiden untuk mengeluarkan sebuah perpu. Karena akibat hukum yang timbul setelah dikeluarkannya perpu bisa sangat besar dan tidak ada lembaga yang berwenang untuk menguji materilkan perpu. Berbeda dengan di Inggris dimana ada batasan untuk mengeluarkan perpu yaitu diuji oleh parlemen dan pengadilan. Perpu selayaknya dikeluarkan untuk mengatur hal-hal yang bersifat teknis saja bukan bersifat ketatanegaraan atau kelembagaan.
Perpu yang telah dikeluarkan oleh pemerintah harus diajukan dalam persidangan DPR berikut untuk dibahas. Jika disetujui DPR maka perpu tersebut akan diberlakukan dan menjadi UU namun jika tidak disetujui maka perpu harus dicabut dan presiden harus membuat sebuah RUU tentang pencabutan perpu tersebut. Hal menarik di sini adalah ketika presiden belum membuat RUU pencabutan Perpu itu adalah maka perpu masih tetap berlaku walaupun sudah ditolak oleh DPR. Jadi benar-benar dibutuhkan kebijaksanaan seorang presiden dalam hal ini sebab kalau tidak bisa saja akan terjadi penyalahgunaan kekuasaan atau penyelewengan.


Apa Itu SUKSES

Menjadi harapan semua orang untuk bisa menggapai sukses, namun tidak semua orang dapat memahami kesuksesan sesungguhnya. Tulisan ini akan mencoba memaparkan apa itu arti sukses dan tentunya ini adalah menurut perspektif penulis sendiri. Penulis sangat menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan semua kawan-kawan bisa memberkan penilain tersendiri. Tapi begini kawan, menurut saya bahwa secara sukses itu adalah bagaimana kita bisa menikmati, bersyukur atas kondisi kita sekarang.
Sukses adalah kondisi ketika kita masih memiliki pengharapan akan keadaan yang lebih baik. Suskes ada menurut pandangan manusia dan menurut pandangan Tuhan. Sekarang sukses yang manakan yang kita anut dan kita pahami?


Sukses adalah sebuah tujuan, apakah itu benar? Atau sukses adalah sebuah proses? Dalam Joshua 1 ayat 8 disebutkan : “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung”. Ayat ini membawa kita kepada suatu pemahaman bahwa ketika kita bertindak sesuai dengan firmanNya maka perjalanan kita akan berhasil. Menurut saya perjalanan yang dimaksud disini adalah proses menuju kekekalan hidup itu.
Selama kita berada di bumi sukses itu adalah proses dan tidak berhenti di satu titik. Ketika saya masih SD maka saya bertekad untuk menjadi lulusan yang terbaik dan itu tercapai. Menurut saya saat itu saya sukses. Ketika saya tamat dari SMP saya bercita-cita untuk melanjutkan sekolah ke Asrama Yayasan Soposurung (SMAN 2 Balige) dan cita-cita tersebut tercapai. Saat itu saya sukses. Namun apakah kesuksesan itu sampai di titik itu saja dan berhenti? Ternyata tidak karena saya masih berhasil mencapai cita-cita saya yaitu masuk perguruan tinggi negeri tepatnya di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Apa yang saya gambarkan adalah sukses-sukses kecil yang telah saya gapai dan menunjukkan bahwa sukses itu tidak berhenti saat kita berhasil mencapai keinginan kita, namun selalu muncul harapan baru untuk sukses selanjutnya.
Menurut John Maxwell bahwa sukses itu adalah ketika kita menjadi berkat bagi orang lain. Ini adalah pandangan manusia terhadap hubungannya dengan orang lain selaku umat ciptaan Tuhan. Bagaimana kita bisa membahagiakan orang lain, menolong, berbagi sukacita dan dukacita bersama.
Untuk menjadi orang yang sukses kita harus bersedia untuk meneguhkan hati dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan. Kita mendekatkan diri kepadaNya karena harus diyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi kepada kita adalah atas sekehendakNya. Selain itu kita harus memiliki kemauan untuk melihat yang terbaik dari orang lain. Tidak ada manusia yang sempurna sehingga kita harus belajar dari orang lain juga. Ketika kita berhasil menggabungkan kemampuan pribadi yang kita miliki dan kekuatan yang dimiliki orang lain serta kita bersujud kepadaNya maka saya yakin kesuksesan itu akan berada di pihak kita.
(sebagian besar materi penulis peroleh saat mengikuti kegiatan PA di GMKI atau kunjungi www.gmkibandung.blogspot.com )



Minggu, 11 Oktober 2009

LIBURAN BERSAMA ANGKATAN XIV

Setelah direncanakan dengan matang bersama kawan-kawanku angatan XIV Yasop, maka kami sepakat untuk liburan ke Anyer setelah sebelumnya gagal ke Pangandaran karena takut ada bencana gempa lagi.
Kami liburan selama 3 hari mulai tanggal 18-20 September. Sebelum berangkat kami berkumpul dulu di kukusan UI, Depok dan berangkat bareng menggunakan bus Metro Mini (hahaaa…maklum masih mahasiswa, belum modal).
Berikut ini akan saya uraikan sedikit tentang perjalanan kami;

Kami sempat berhenti di kawasan UI, tepatnya di Gerbatama karena salah seorang dari kami harus masih ditunggu dikarenakan dia mempunyai kegiatan di kampus (sok sibuk she,, hehe). Setelh sekita sejam menunggu dia maka kami pun berangkat bersama. Dan mulailah terjadi kehebohan. Semua bernyanyi dan membuat suasana bus itu terasa ramai. Lagu-lagu batak dan nostalgia bergantian dinyanyikan mengiringi perjalanan kami.



Selama tiga jam perjalanan kami pun tiba di penginapan kami, yaitu di Hotel Mambruk. Kami menyimpan tas masing-masing di kamar dan sesaat ada briefing dari panitia. Semua mengerjakan tugas berdasarkan kelompok dan sesudah itu saat yang dinantikan pun tiba…. Berlari menuju pantai, ingin melihat kemegahan Pantai Anyer secara langsung.

Wow… keren.. tanpa sungkan maka aku pun langsung berenang walau sebenarnya dilarang karena memang tidak nyaman untuk berenang karena ada tumpukan-tumpukan batu besar dan karang-karang yang tajam. Tapi aku cuek aja, yang penting bisa berenang dan puas menikmati keindahan alamnya.

Kami pun memanfaatkan moment itu untuk berfoto-foto ria. Kebetulan temen saya Fery membawa kamera dan dengan lincah dia pun membidik setiap posisi kami dengan lihainya. Kami tertawa, senang, gembira, dan puas menikmati suasana keindahan pantai saat itu.

Malamnya kami mempunyai permainan/games di ruangan. Cukup kreatif juga panitia sehingga liburan terasa menyenangkan. Ada beberapa macam games yang menarik dan itu membuat kami semakin ‘panas’. Sengaja membuat temen itu menjadi korban sehingga di beri hukuman dan menjadi kebangaag ketika bisa lolos dari hukuman tersebut. Benar-benar mengasyikkan…





Karena sudah larut malam dan sudah agak capek juga maka kami pun meyudahi games dan waktunya untuk beristirahat. Beberapa langsung pergi ke kamar tidur namun bukannya langsung tidur malah ngobrol dulu dan bernostalgia ria.. (dasar cwok,,, heee). Aku turun ke bawah dan ternyata di luar pun suasana masih ramai. Beberapa cwok maupun cwek masih karaokean ala bebas. Seluruh lagu-lagu batak dan nostalgia habis mereka ‘mainkan’. Gak tau sampai jam berapa mereka di luar karena saat itu aku sudah hanyut dalam buaian mimpi.
Paginya aku terbangun, dan kulihat tinggal beberapa orang lagi kami yang masih di kamar tidur karena yang lainnya sidah pada olahraga bareng. Timbul penyesalan sesaat karena tidak ikut jogging,, huhh.. pikirku.


Sebelum sarapan aku melihat foto-foto mereka dan wow keren.. pemandangan pagi itu begitu indah, saat mereka pergi ke pantai dan jogging sambil bercanda ria.
Sesudah sarapan maka kami pun melanjutkan acara pada “Practice Make Perfect”. Kami dibagi ke dalam 3 kelompok dan masing-masing kelompok ada instrukturnya. Awalnya aku masih bingung untuk jenis kegiatan ini karena baru pertama kali dengar, namun setelah dijelaskan oleh Instrukturnya yaitu Vero, Noni dan Ester maka kami semua pun mengerti. Kami mengikuti setiap gerakan yang dicontohkan dan berusaha semaksimal mungkin untuk menguasainya. Setiap kelompok harus benar-benar mampu menguasai karena nantinya akan dilombakan antar kelompok. Untung saat itu instruktur kelompok kami Noni sehingga lumayan cepat bisa dipahami.
Tak terasa waktu terus berlanjut dan kami pun beralih pada kegiatan lain yaitu Games Seru-seruan. Sebagian besar diantara kawan-kawan yang ikut sangat antusias mengikuti games karena di games tersebut ada interaksi yang menuntut kita bisa kerjasama dengan yang lain dan ada saat kita harus berusaha sendiri.
Sorenya kami pun pindah area lokasi pantai, kami mencari pantai yang agak ramai pengunjungnya. Ketika tiba di tempat aku menyaksikan suasana yang berbeda. Banyak bangat pengunjung, ada turis-turis lokal dan manca negara. Kami menyewa tenda payung dan menggelar tikar untuk tempat barang-barang kami. Dengan buasnya kami menyerbu terjangan ombak dan sangat bergairah menyaksikan kehebatan ambak saat itu. Untuk pertama kalinya berenang di pantai, pikirku…











Pokoknya liburan selama tiga hari tersebut sangat menyenangkan. Ada hal-hal pribadi yang sungguh membuat aku merasa bangga akan keberadaan ku di komunitas XIV GEN. dalam liburan tesebut tidak semata kami bersenang-senang saja, namun ada beberpa project yang telah kami sepakati untuk kami kerjakan dan saat itu semua rekan-rekan sepakat mengukuhkan aku sebagai Director Eksekutif untuk pelaksanaan project angkatan itu. Hahaa.. sebuah gelar baru yang harus aku pertanggunjawabkan.

HAKIKAT KEBAHAGIAAN

Apa itu kebahagiaan? Pertanyaan ini muncul ketika aku dan rekan-rekan anggota GMKI lainnya secara tidak sengaja menghabiskan waktu di sekre Jln.Ir.Juanda 109. Banyak pendapat dan pemikiran-pemikiran yang timbul tentang apa sebenarnya kebahagiaan dan kapan kita mengalami kondisi kebahagiaan tersebut.
Menurut salah seorang dari yang ikut nimbrung saat itu, mendefenisikan bahwa Kebahagiaan adalah suatu keadaan abstrak yang tidak bisa kita lihat tapi dapat kita rasakan. Hanya berada dalam cakupan perasaan dan pikiran. Ketika kita merasa bahagia dalam kondisi tertentu maka kebahagiaan itu menjadi realita bagi kita. Namun sebenarnya kebahagiaan itu tersendiri tidak mempunyai suatu ukuran atau batasan.

Kebahagiaan menurut ukuran kita belum tentu kebahagiaan menurut sudut pandang orang lain. Sehingga sifatnya sangat relative. Bagi seseorang kebahagiaan itu adalah ketika dia sudah memiliki lima buah mobil dan dua rumah bertingkat. Tapi bagi orang lain, kebahagiaan itu cukup dengan memiliki rumah sederhana dan bisa makan secukupnya. Ini adalah suatu contoh ukuran kebahagiaan yang sangat kontras perbedaannya. Kebahagiaan tergantung ukuran tiap individu. Kebahagiaan menjadi milik kita ketika mendapatkan apa yang kita harapkan atau dambakan. Tapi menjadi problematika kemudian ketika apa yang kita harapkan tersebut telah kita peroleh dan ternyata kita menginginkan hal yang lebih lagi, apakah kebahagiaan masih menjadi milik kita? Ini menjadi sifat dasar manusia yang tidak mau puas dan merasa cukup akan apa yang dimilikinya, manusia selalu menginginkan sesuatu yang lebih. Atau bagaimana jika dalam kondisi kita telah mendapatkan apa yang kita harapkan dan ternyata berdasarkan informasi yang kita peroleh dari orang lain seharusnya kita masih bisa mendapatkan sesuatu yang lebih lagi jika kita melakukan hal yang lain. Apakah kebahagiaan masih menjadi milik kita juga? Problema-problema yang timbul menunjukkan bahwa memang benar bahwa kebahagiaan itu sangat relative.
Ada hal yang berbeda ketika ada pendapat dari rekan yang lain yang menyatakan bahwa kebahagiaan itu dibatasi oleh:
1. Harta
2. Tahta
3. Wanita
Kebahagiaan menjadi milik kita ketika ketiga hal ini telah berada dalam tangan kita. Dia menggambarkan bahwa kebahagiaan itu ada ketika kita memiliki harta yang walaupun secara nominal tidak tersebutkan atau kita menjadi bahagia ketika kita memiliki wanita ataupun kekuasaan.
Pendapat lain menyatakan bahwa kebahagiaan dibatasi oleh rasa bersyukur yang berarti kita mendapatkan kebahagiaan bila kita mampu mensuyukuri apa yang ada dalam hidup kita.
Masih banyak penjelasan-penjelasan pendukung tentang pendapat tersebut tetapi untuk sementara hanya itu yang bisa saya dokumentasikan dalam bentuk tulisan.
Mari Berkarya
Ut Omnes Unum Sint
Salam GMKI..


REFLEKSI PERNIKAHAN

Isi tulisan ini adalah hasil pemikiran ketika saya mengikuti sebuah sesi pemberkatan nikah di sebuah gereja di Bandung dimana saya juga setiap minggunya bersekutu disana. Saat itu ada kakak kami dari NHKB yang menikah dan para Naposo di undang untuk mengikuti pemberkatan nikah dan menyumbangkan lagu puji-pujian.
Yang ingin saya utarakan adalah tentang khotbah pendetanya. Beliau mengatakan “Puji ma Jahowa”. Hidup adalah anugerah Tuhan sehingga dalam setiap detail kehidupan sudah selayaknya kita MemujiNya dan bersorak-sorai atas segala kebaikanNya yang kita terima. Beliau lagi mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang paling baik dan berkembang ke arah yang lebih baik. Menggambarkan bagaimana kita bisa belajar melalui pengalaman-pengalaman sehingga melalui pengalaman itu kita bisa memetik poin-poin kehidupan yang berguna bagi masa depan. Pengalaman selayaknya menjadi acuan kehidupan hari esok.


Manusia yang berkeyakinan pada Tuhan akan mengalami suatu kehidupan yang luar biasa. Berkeyakinan berarti mengakui Tuhan sebagai juru selamat dan satu-satunya Tuhan bagi kehidupan manusia dan yakin akan keberadaanNya walau secara kasat mata tidak kelihatan namun oleh dasar iman meyakini adanya Tuhan. Itulah kehidupan orang Kristen selaku pengikut Kristus dan selayaknya itu ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.
Fenomena yang sering terjadi adalah orang-orang setiap minggunya pergi ke gereja tetapi ketika balik dari gereja bukannya mengaplikasikan apa isi firman yang telah di dengar. Sepertinya firman itu berlalu begitu saja sehingga kegiatan ibadah itu sifatnya seremonial tanpa ada tindakan nyata. Orang Kristen harus mampu mengubah paradigma ini. Apalagi dalam sebuah mahligai rumah tangga yang baru terbentuk, karena keberadaan orang tua akan menjadi cerminan kelak bagi anak-anaknya. Sifat baik dan buruk dari orang tua akan menjadi perhatian utama para anak sehingga sepatutnya orang tua memberikan perilaku yang baik dan positif kepada anak-anaknya.
Kehidupan rumah tangga tidak selamanya akan mulus. Karena riak-riak dan gelombang kadangkala akan muncul dan menggoncang, namun disinilah sebenarnya keutuhan dan ketahanan rumah tangga itu diuji. Peranan suami sebagai kepala rumah tangga menjadi sangat dominan dan benar-benar teruji dalam kasus ini. Walaupun rumah tangga rajin dalam bersekutu dengan Tuhan dan mengajak anak-anaknya ke sekolah minggu bukan berarti tidak akan ada permasalahan keluarga yang timbul.
Manusia tidak akan bisa hidup kalau mengandalkan kekuatannya sendiri. Karena diatas kekuatan manusia masih ada kekuatan yang jauh lebih besar dan kita juga harus sadar bahwa kekuatan yang kita miliki adalah berasal dariNya juga. Kehidupan rumah tangga haruslah berandar pada Kuasa Tuhan dan selalu mendekat padaNya.
Sesungguhnya pernikahan adalah penderitaan karena selama ini seorang perempuan atau laki-laki masih dalam tanggungjawab orangtuanya, namun setelah pernikahan maka mereka harus mampu hidup mandiri. Secara keluarga maka permasalahan keluarga menjadi tanggungjawab masing-masing pihak. Tidak etis lagi jika permasalahan-permasalahan kecil dilaporkan kepada orangtua karena justru membuat bisa mengacaukan kehidupan rumah tangga yang baru terbentuk.
Setiap keluarga harus menyatakan kesediannya bersekutu dengan Tuhan
Selamat menjalani kehidupan baru..
Semoga menjadi keluarga yang takut akan Tuhan.


Persembahan ke Gereja

Ada hal yang janggal saya ketika aku memcoba memahami makna kata yang terkandung dalam Buku Ende Nomor 204. Karena ketika diperhatikan implementasi dalam kehidupan gereja, justru kejadian sebaliknya yang terjadi.
Kutipan lagunya sebagai berikut”
Buku Ende Nomor 204 ayat 2:
“ Nasa na ni lehon Mi, tondi rodi pamatangku,
Hosa dohot gogongki, rodi saluhut artangku,
Hupasahat I tu Ho, na so unsatonku do.


Lagu itu menunjukkan bagaimana kita harus menyerahkan hidup jiwa roh dan segala harta kita kepada Tuhan. Karena apa? Itu semua adalah MilikNya. Namun ketika kuperhatikan dalam kebaktian-kebaktian gereja, dominan para jemaat tidak memberikan persembahan secara tulus atau tidak mempersiapkan terlebih dahulu persemabhannya. Yang terjadi adalah ketika kantong persembahan beredar, maka jemaat kelabakan atau buru-buru mengambil uanga dari dompetnya atau dari saku. Padahal yang lebih baik adalah sudah mempersiapkan terlebih dahulu. Dan hal lain yang terjadi adalah “memilih” uang persembahan yang cocok. Ini yang sangat tidak baik menurutku. Misalnya ketika dia mengambil uang dari dompetnya dan kebetulan pecahan 20ribu atau 50 ribu yang tertarik maka otomatis uang itu akan diganti dan dicarai lagi dengan harga yang lebih cocok, yaitu dengan harga seribu perak atau 5ribu.
Yang saya maksud disini adalah bukan masalah berapa nominal yang pantas kita kasih, tapi bagaimana kesediaan kita untuk memberikan persembahan kepada Tuhan yang telah memberikan kepada kita nafas kehidupan sepanjang detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, windu, dasawarsa, dan waktu yang lebih lagi. Apakah kehidupan yang telah diberikan Tuhan kepada kita pantas kita hargai atau balas dengan sebesar itu, atau pantaskah kita menerima berkat-berkat yang berlimpah ruah tanpa kita memberikan sesuatu untuk Pelebaran Kerajaan Tuhan?
Semoga tulisan ini menjadi Renungan bagi kita.



MENUJU KEJAYAAN GOLKAR

Sejak 5-7 Oktober kemarin partai yang berlambang Pohon Beringin ini mengadakan konvensi untuk pemilihan Ketua Umum. Ada 4 orang yang menjadi calonnya yaitu Abu Rizal Bakrie ato sering disebut Ical, Surya Paloh, Tommy Soeharto dan Yuddy Chrisnandi. Dari keempat calon tersebut ada 2 yang saya jagokan yaitu Bang Ical dan Surya Paloh mengingat karier dan perjuangan mereka di Partai sudah mendaging sedangkan Tommy dan Yuddy menurut saya masih terlalu muda untuk menjadi Ketum.
Ada hal yang menarik yang ingin saya sampaikan melalui tulisan ini tentang jalannya konvensi tersebut karena saya turut juga menyaksikan jalannya konvesnsi sampai subuh walau melalui media TV

Hal menarik yang pertama adalah ketika terjadi kekisruhan saat pemilihan. Ada beberapa perwakilan atau DPD yang sempat protes karena suara mereka hampir dinyatakan tidak sah sehingga mereka sempat di bawa ke luar ruangan dulu. Kemudian banyak juga terjadi interupsi dari para peserta. Saat itu yang menjadi pimpinan sidang adalah Bang Fadel (Gubernur Gorontalo kalau tidak salah_ “-“). Melihat suasana yang terjadi saat itu sempat timbul dalam benak saya kenapa pemilihan Ketua Umum Golkar ini disiarkan secara langsung. Karena sepertinya tidak etis menjadi konsumsi pemirsa tayangan tersebut, karena menyangkut internal sebuah partai dan saat itu yang terjadi adalah keributan. Saya khawatir kalau masyarakat justru memiliki stigma negatif atau buruk terhadap partai-partai dengan menyaksikan kondisi secara langsung yang terjadi. Saya pikir hanya Metro TV yang menyiarkan karena milik Pak Surya Paloh, dan segera saya ganti channel ke TV One ternyata disiarkan secara langsung juga. (TV One adalah milik Bang Ical). Dan hanya dua channel inilah yang menyiarkan walau berbeda kamera TV.
Melihat kekisruhan yang terjadi saat itu saya berpendapat bahwa Bang Fadel selaku Pimpinan Sidang belum teruji karena beliau tidak bisa mengamankan situasi. Seharusnya beliau bisa lebih tegas lagi karena komando ada padanya sehingga orang-orang yang berdiri, masih sibuk ngobrol bisa ditertibkan dan agenda rapat bisa dilanjutkan lagi. Memang dalam sebuah konvensi atau dalam pemilihan Ketua Umum wajar terjadi keributan apalagi ini adalah Forum Tertinggi dalam Partai tapi menurut saya salurannya tidak tepat. Menurut Efendy Gadjali seorang pakar Komunikasi Politik dari UI menyebutkan bahwa apa yang terjadi saat itu menurut teori politik modern bukan parpol yang berdemokrasi.
Hal menarik lain dari pemilihan Ketum partai yang sempat Berjaya selama 30 tahun yang lalu ini adalah bahwa kultus pribadi tidak menunjukkan keterkungkungan pemikiran para peserta pemilih atau perwakilan DPD. Golkar selaku partai yang besar telah mampu menunjukkan bahwa mereka memiliki kader-kader partai yang berkualitas dan mendunia sehingga layak untuk dikompetisikan dan diperjuangkan. Kultus pribadi dua tokoh besar seperti Bang Ical dan Surya Paloh tidak menjadikan partai ini fanatik terhadap salah seorang calon.
Namun yang patut disayangkan adalah adanya informasi yang menyatakan bahwa akan adanya Politik Uang dalam konvensi tersebut dan besarnya bukan main karena satu suara ditaksir hingga 500 juta rupiah. Memang bukan rahasia umum lagi bahwa politik uang partai ada 2 yaitu yang hulu dan hilir. Yang sekarang adalah yang hilir dan sangat menentukan nasib seseorang secara pribadi dan nasib se-umat secara umum. Apalagi kedua tokoh yang dijagokan sama-sama memiliki mesin uang yang tak kalah besarnya satu sama lain. Golkar selaku partai yang besar harus bisa berbenah diri, jangan sampai tidak bisa memanage uang. Uang partai harus bisa dikelola secara benar dan tepat guna bukan untuk kepentingan pribadi atau beberapa kelompok saja. Dengan politik uang yang tidak sehat bisa menyebabkan karier politik kader yang tidak memiliki financial yang mumpuni bisa terhambat, padahal secara intelektual dan kepribadian sebenarnya layak diperhitungkan. Kalaupun ada persaingan dalam tubuh Golkar saat ini jangan sampai menimbulkan perpecahan. Setelah konvensi ini semestinya rekonsolidasi partai secepat mungkin dilakukan sehingga slogan-slogan yang terpampang bisa tercapai yaitu “Kembalikan Kejayaan Golkar”. Ketua Umum yang baru harus mampu mengangkat Golkar dari keterpurukan. Ikatan ideologis harus mampu membawa partai ini kembali kepada kejayaannya bukan kepada kepentingan sesaat. Calon yang kalah semestinya tidak murung atau marah, namun harus bisa menerima dengan lapang dada. Sebagaimana dalam pidato atau sambutan kemenangan Bang Ical bahwa beliau dengan Surya Paloh, Tommy Soeharto dan Yuddi adalah saudara sehingga sebagaiman saudara berperilakulah sebagai saudara, jangan jadi sikut menyikut seudah ini.
Saya pikir Golkar harus mampu mengembangkan sayap partainya karena sangat potensial untuk mendongkrak popularitas partai, baik dari sisi petani, buruh, pemuda, pelajar, pedagang, nelayan, dll. Jika dibandingkan dengan partai-partai yang lain Golkar memiliki infrastruktur yang lebih lengkap sehingga seharusnya militansi para kader partai harus lebih teruji kualitasnya.
Sekarang ini posisi Golkar dalam pemerintah harus bisa dipertegas lagi apakah sebagai oposisi atau merapat dengan SBY. Tapi menurut saya Golkar harus bisa menjadi oposisi yang elegan dan mulai menempatkan dirinya dalam kantong-kantong pemilih untuk pemilu mendatang.
Oleh Mekar Sinurat (Kabid Organisasi GMKI Cab.Bandung)



Menjadi Lebih Produktif

Menjadi lebih produktif sudah tentu menjadi keinginan anda. Sayangnya, sering kali tak banyak yang bisa melakukannya.
Mungkin sering banyak halangan, baik dari dalam diri maupun dari luar, yang menghambat kerja anda. Sehingga apa yang anda lakukan menjadi tidak efektif.
Tidak efektif menyebabkan anda tidak produktif. Padahal, kita semua tahu kalau produktivitas berhubungan dengan kesuksesan anda.
Bagaimana solusinya?


1. Tuliskan rencana kerja anda. Sebaiknya tulis di kertas atau papan yang mudah terlihat. Bukan di alat elektronik seperti handphone. Dan dalam setiap daftar rencana kerja anda, tentukan prioritas kerja anda. Buat prioritas dari yang menurut anda paling penting sampai yang kurang penting.
2. Tuliskan aktivitas yang harus anda hindari. Selain memiliki daftar pekerjaan yang harus anda lakukan, tuliskan juga aktivitas tidak produktif yang harus anda hindari. Misalkan nonton televisi tanpa kenal waktu. Dan berjanjilah anda tak melakukan aktivitas-aktivitas tersebut sebelum pekerjaan-pekerjaan anda selesai.
3. Lakukan pemanasan. Sebagian orang kadang memerlukan pemanasan sebelum bekerja. Misalnya dengan minum kopi atau teh terlebih dulu. Bila anda termasuk orang yang memerlukan pemanasan sebelum beraktivitas, lakukan saja. Yang penting, itu bisa membuat anda lebih enjoy dalam bekerja.
4. Fokus pada apa yang anda kerjakan. Satu pekerjaan, satu waktu! Sulit kalau anda melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan. Sebab fokus anda akan terbagi. Mulai dari tugas prioritas anda. Pusatkan perhatian dan konsentrasi anda untuk mengerjakan pekerjaan tersebut sebaik-baiknya. Jangan berpindah ke pekerjaan lain sebelum selesai. Ingat, fokus!
5. Tetapkan batas waktu. Ini akan mendorong anda untuk mengerjakan setiap pekerjaan dengan cepat.
6. Tandai pekerjaan yang selesai. Setiap daftar pekerjaan yang sudah selesai, tandailah. Boleh dengan memberi centang atau mencoretnya. Ini akan memacu anda untuk segera menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan berikutnya.
7. Ambil istirahat. Tentukan waktu untuk beristirahat. Misalkan setiap dua jam sekali anda mengambil istirahat 15 menit. Ini bisa anda gunakan untuk meregangkan otot atau meminum teh hangat.
8. Belajar membaca cepat. Tingkatkan terus kecepatan membaca anda. Tips membaca cepat seperti disampaikan di blog Fikrul Mustanir.
9. Mengetik lebih cepat. Maksimalkan kesepuluh jari anda dan hapalkan shortcut khusus yang akan membantu anda mengetik lebih cepat.
10. Patuhi peraturan anda. Rencana-rencana kerja yang sudah anda buat tadi bukan hanya untuk dipajang saja. Patuhi dan lakukanlah dengan sebaik-baiknya.
Melakukan ke-10 cara di atas dijamin produktivitas kerja anda akan meningkat drastis. Buktikanlah!
Salam ACTION!



Koor Ama HKBP

Saya termasuk seorang anak yang rajin mengikuti kebaktian atau ibadah di HKBP. Sehingga bagaimana karakter pelayanan HKBP dan konsep liturgika HKBP begitu kental dalam hidup saya. Pada tulisan ini saya hanya ingin menyoroti keberadaan kelompok-kelompok koor yang ada di gereja, khususnya koor ama. Kalau saya perhatikan keberadaan koor ama di setiap gereja HKBP hampir sama nasibnya yaitu “mumbang lonong” atau timbul tenggelam. Mereka tidak bisa konsisten dalam memberikan pelayanan kepada jemaat melalui nyanyian puji-pujian yang mereka persembahkan.
Pada umumnya koor-koor ama akan bangkit ketika ada lomba festival, misanya festival paduan suara se-Ressort atau se-Distrik. Hal yang menarik untuk diperhatikan adalah mereka tertarik untuk ikut karena ada iming-iming pengadaan jas gratis kepada seluruh peserta koor. Ini yang menjadi motivasi mereka yang walupun memang tidak menutup kemungkinan kalau sebagian ada yang benar-benar konsentrasi mengikuti festival koo tersebut.


Hal lain yang membuat koor ama bangkit lagi adalah saat perayaan Natal atau Pesta Parheheon Ama. Pada kondisi-kondisi seperti ini setidakya ama yang belum pernah muncul ke permukaan akan tiba-tiba ikut mengapung dan ikut berlayar mengikuti program yang ada.
Ketika kegiatan-kegiatan semacam itu sudah tidak ada lagi, atau belum waktunya untuk mengadakan perayaan-perayaan maka disitulah waktu yang tepat bagi koor ama untuk lonong kembali.
Sebenarnya kondisi seperti ini sudah dari dahulu kala terjadi, tetapi sampai sekarang masih hal yang sama juga yang terjadi. Mungkin perlu ada perhatian yang khusus dari pihak penatua gereja atau Pemimpin jemaat untuk secara aktif dan mengambil tindakan segera menyikapi kondisi ini. Ketika kita menginginkan ada perubahan maka kita juga harus siap berubah


kesan Cinta Untuk Bidadariku

Terkesan aneh kalo aku tidak jujur sama perasaan yang aku alami saat ini. Semuanya itu berawal dari kemampuanku untuk mencoba mencari dan memahami siapa yang bisa membuat aku merasa bahagia dan nyaman sama kehidupan yang aku alami.
Pengalaman sebelumnya memang sangat susah untuk dilupakan, dan mungkin sangat berkesan dalam memori kehidupan yang aku jalani. Namun aku harus bangun dari mimpi-mimpi yang sempat aku cipta, dan mencoba berjalan ke arah realita cinta hidupku. Aku merasa tidak pantas aku mempertahankan dan menunggu sesuatu yang sudah tidak lagi melihat aku sebagai seseorang yang bisa membuat dia bahagia. Walau semua itu sangat menyakitkan dan sempat membuat aku tersiksa selama beberapa waktu.


Aku hanya berharap biarlah semua itu menjadi percikan-percikan cinta yang akan membara dan berkobar hingga mampu membakar semua sisi cinta yang aku miliki. Dan aku bisa memberikannya dengan tulus kepada bidadari jiwaku yang bisa menerima pangeran hidupnya apa adanya.
Perasaan yang aku miliki sekarang memang belum pasti untuk dia, namun aku akan berusaha semampuku untuk mengarahkan perasaan ini pada labuhan hatinya. Dan aku berharap semoga hatinya siap dan mau menerima labuhan cintaku.
Getaran jiwa semakin terasa tatkala aku melihat dirinya. Sosok bidadari yang aku mimpikan tengah berdiri di hadapanku, kujabat tangannya dan kuberi salam mesra untuknya. Inilah awal aku untuk bertemu dirinya kembali setelah sekian lama/tahun tidak pernah bertemu dirinya lagi. Dan aku harus jujur sama penglihatanku bahwa dia yang berdiri dihadapanku adalah Makhluk Tuhan yang paling Cantik.
Komunikasi dan bahasa cinta yang terjalin biarlah semakin mempererat jalinan cinta, mampu merajut setiap celah hingga tercipta bangunan cinta yang kokoh, mampu membuat kehidupan selalu diselimuti cinta dan kasih sayang.


Kehilangan

Sobat…Mari kita coba cermati skenario-skenario di bawah ini, dan coba petik pesan moral yang dapat sobat ambil.
Skenario 1
Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi. Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong tersebut. Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untuk menggoyang-goyangkan kaki. Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh. Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya kepada kita.
“Pak, handphone bapak barusan jatuh nih,” kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik kita.
Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?
Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.
Skenario 2


Sekarang kita beralih kepada skenario kedua. Handphone kita terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya. Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya kepada kita. Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadari handphone kita hilang.
Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu ngembalikan handphone kita sambil berkata, “Pak, handphone bapak barusan jatuh nih.”
Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?
Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut. Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasa terima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orang yang langsung memberikan handphone itu kepada kita). Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.
Skenario 3
Marilah kita beralih kepada skenario ketiga. Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kita menyadari handphone kita tidak ada di kantong kita saat kita sudah turun dari kereta. Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap ada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersedia mengembalikannya kepada kita. Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak memberikannya kepada kita) menjawab telepon kita.
“Halo, selamat siang, Pak. Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang,” kita mencoba bicara kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati mengembalikan handphone itu kembali kepada kita. Orang yang menemukan handphone kita berkata, “Oh, ini handphone bapak ya. Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut. Biar bapak ambil di sana nanti ya.” Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiun berikut dan menemui “orang baik” tersebut. Orang itu pun memberikan handphone kita yang telah hilang.
Apa yang akan kita lakukan pada orang tersebut?
Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan seperti nya akan lebih besar daripada rasa terima kasih kita pada skenario kedua bukan? Bukan tidak mungkin kali ini kita akan memberikan hadiah kecil kepada orang yang menemukan handphone kita tersebut.
Skenario 4
Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat. Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, kita turun dari kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah hilang, kita mencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat. Sampai akhirnya kita tiba di rumah. Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS :
“Bapak / Ibu yang budiman. Saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak / ibu sekarang. Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak / ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada saya. Saya akan memberikan imbalan sepantasnya. “
SMS pun dikirim dan tidak ada balasan. Kita sudah putus asa. Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam handphone kita. Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang bersamanya. Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone kita menjawab SMS kita, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut.
Bagaimana kira-kira perasaan kita? Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang diberikan oleh orang itu. Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone kita.
Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut?
Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, dan mungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar lebih berharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di skenario ketiga).
Moral
Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas?
Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, dan ada orang yang menemukannya.
Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada kita. Kita berikan dia ucapan terima kasih.
Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum kita turun dari kereta. Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar.
Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah kita turun dari kereta. Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah.
Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu baru mengembalikannya kepada kita. Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar.
Ada sebuah hal yang aneh di sini.
Cobalah pikirkan, di antara keempat orang di atas, siapakah yang paling baik?
Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita, bukan? Dia adalah orang pada skenario pertama. Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di antara empat orang di atas.
Manakah orang yang paling tidak baik?
Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat kita menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kita tersebut selama itu. Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan reward paling besar.
Apa yang sebenarnya terjadi di sini?
Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus, tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan banyak, kita berikan lebih sedikit.
OK, kenapa bisa begitu?
Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiap skenario.
Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan karena kita belum sadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya kembali.
Pada skenario kedua, kita juga belum merasakan kehilangan karena saat itu kita belum sadar, tetapi kita membayangkan rasa kehilangan yang mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun dari kereta.
Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan kehilangan, namun tidak lama kita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan mendapatkan handphone kita kembali.
Pada skenario keempat, kita sangat merasakan kehilangan itu. Kita mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar kepada orang yang menemukan handphone kita, asalkan handphone itu bisa kembali kepada kita.
Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita semakin menghargai handphone yang kita miliki.
Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri?
Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah, kesempatan bekerja, atau suatu hal lain. Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari genggaman kita. Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar biasa. Saat itulah, kita baru dapat mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang tersebut.
Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat bersyukur?
Sebaiknya tidak. Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi itu masih ada. Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah lenyap dari diri kita. Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh. Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh. Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan. Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar
Sumber: Univ Kehidupan


Kata Mutiara

Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah
Bila kita mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan,kita tak memiliki hari ini untuk kita syukuri.
Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup, merupakan suatu kombinasi kebahagiaan.
Semakin banyak Anda berbicara tentang diri sendiri,
semakin banyak pula kemungkinan untuk Anda berbohong.
Jika Anda tidak bisa menjadi orang pandai, jadilah orang yang baik.
Iri hati yang ditunjukan kepada seseorang akan melukai diri sendiri.
Anda cuma bisa hidup sekali saja di dunia ini,
tetapi jika anda hidup dengan benar,sekali saja sudah cukup.


Kenangan indah masa lalu hanya untuk dikenang, bukan untuk diingat-ingat.
Rasa takut bukanlah untuk dinikmati,tetapi untuk dihadapi.
Orang bijaksana selalu melengkapi kehidupannya dengan banyak persahabatan.
Buka mata kita lebar-lebar sebelum menikah,
dan biarkan mata kita setengah terpejam sesudahnya
Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya
Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran.
Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susah
Namun kita tidak akan pernah memiliki seorang teman,
jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.
Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya
dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya
tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan
kalau kita tidak bisa melihat keduanya.
Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab,
merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi,
memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat.
Sesungguhnya sebagian perkataan itu ada
yang lebih keras dari batu,lebih tajam dari tusukan jarum,
lebihpahit daripada jadam dan lebih panas daripada bara.
Sesungguhnya hati adalah ladang,
maka tanamkanlah ia dengan perkataan yang baik
karena jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik)
niscaya tumbuh sebagiannya
Tidak ada simpanan yang lebih berguna
daripada ilmu.
Tidak ada sesuatu yang lebih beruntung daripada adab.
Tidak ada kawan yang lebih bagus daripada akal.
Tidak ada benda ghaib yang lebih dekat daripada maut.
Bertutur dengan kata yang baik, berpikirlah dengan
niat yang baik dan melakukan perbuatan baik.
Memaafkan orang lain berarti berlaku baik pada diri
sendiri.
Kesuksesan adalah pengoptimalan suatu kelebihan,
kegagalan adalah akumulasi dari segala kekurangan.
Jangan menganggap remeh diri sendiri, karena setiap
orang memiliki kemungkinan yang tak terhingga.
Ilmu pengetahuan harus dipahami dengan
sungguh-sungguh, baru bisa menjadi kebijaksanaan dalam
diri sendiri.
Kasih sayang tidak dapat dengan memohon pada orang
lain, melainkan diperoleh dari sumbangsih yang
diberikan.
Musuh terbesar kita bukanlah orang lain, melainkan
diri kita sendiri.
Hendaknya bersaing untuk menjadi siapa yang lebih
dicintai, bukan siapa yang lebih ditakuti.
Menyia-nyiakan waktu setiap hari adalah pemborosan
hidup, bekerja penuh semangat dan menjadi orang yang
berguna adalah membangun kehidupan kita sendiri.
Orang yang selalu mencari-cari alasan bagi
kegagalannya, tidak akan memperoleh kemajuan untuk
selamanya.
Rumput tidak akan mudah tumbuh dilahan yang
ditanami sayur-sayuran. Hati tidak mudah timbul
kebencian bila dipenuhi rasa persahabatan.
Berapa banyak kewajiban yang telah anda penuhi,
sebanyak itu pula kemampuan yang akan diperoleh.
Kegembiraan seseorang tidak didasarkan dari berapa
banyak yang dimilikinya, namun karena sedikit sekali
berhitungan dengan orang lain.
Sebelum mengkritik orang lain, pikirkan dahulu
apakah kita sendiri telah sempurna dan bebas dari
kesalahan.
Kesuksesan yang paling besar dalam hidup adalah
bisa bangkit kembali dari kegagalan.
Ucapan yang baik, bagai bunga teratai yang keluar
dari mulut; Ucapan yang buruk, seperti bisa ular yang
disemburkan dari mulut.
Ada dua hal yang tidak bisa ditunda dalam
kehidupan: berbakti pada orang tua dan melakukan
kebajikan.
Moralitas adalah sebuah pelita dalam peningkatan
kepribadian, tidak seharusnya merupakan cambuk
penghukum bagi orang lain.
Menghargai dan merasa senang atas keberhasilan
orang lain berarti meningkatkan harkat diri sendiri.
Selalu berbaik hati selalu memperoleh hari-hari
yang baik.
Memberi maaf dan berbicara dengan ramah meskipun
kita berada dipihak yang benar.
Menerima kebajikan sekecil apapun harus dibalas
sebesar-besarnya.
Hendaknya kita menyadari, mensyukuri, dan membalas
budi orang tua.
Tetesan air dapat membentuk sebuah sungai,
kumpulan butiran beras bisa memenuhi lumbung. Jangan
meremehkan hati nurani sendiri, jangan pernah berpikir
untuk tidak melakukannya walau perbuatan itu sangat
kecil.
Sedikit berbicara lebih baik daripada banyak
bebicara, akan lebih baik lagi jika hanya membicarakan
hal yang baik-baik saja.
Orang yang bijaksana baru mampu membedakan yang
baik dan yang buruk, yang benar dan yang sesat; Orang
yang rendah hati baru bisa membangun kehidupan yang
indah sempurna.
Di dalam kehidupan, kita tidak selalu berada dalam
kondisi yang baik-baik saja, namun bagi yang pernah
mengalami cobaan dan berhasil mengatasinya, akan
sangat mudah menghadapi kondisi yang sesulit apapun.
Permasalah sukar dan sulit diputuskan dalam hidup
adalah suatu cobaan.
Kasih sayang yang sesungguhnya adalah menjaga
kondisi hati kita dengan sebaik-baiknya.
Mampu bertoleransi dan lebih mengasihi orang lain,
kita akan hidup dengan sangat gembira.
Mampu menyumbangkan cinta kasih adalah suatu
keberkahan. Mampu menghapus kerisauan adalah sifat
yang bijaksana.
Anggaplah segala permasalahan sebagai pelajaran
dan pujian sebagai peringatan untuk mawas diri.
Memperbaiki prilaku sendiri adalah untuk menolong
diri sendiri, mampu mempengaruhi orang untuk berbuat
baik adalah untuk menolong orang.
Yang mencelakai diri sendiri tidak lain adalah
kemarahan yang tidak pada tempatnya.
Orang yang dapat memanfaatkan waktunya dengan
baik, pasti bisa menguasai arah tujuan yang ingin
dicapai.
Lakukanlah menurut kemampuan yang ada, jangan
berniat untuk menunda, ada kemungkinan anda tidak
mendapatkan apa apa.
Yang terindah di langit adalah bintang-bintang
bergemerlapan, sedangkan yang terindah dalam hidup
adalah kehangatan kasih sayang.
Orang yang berbudi sifatnya bagaikan air yang
dapat menyesuaikan diri dalam berbagai bejana, hidup
dalam kondisi bebas leluasa.
Padi yang berisi akan semakin merunduk; Seseorang
yang sukses semakin rendah hati.
Berhenti di tengah perjalanan akan lebih sulit dan
terasa lebih melelahkan daripada terus berjalan hingga
sampai ke tujuan.
Di kala memiliki, harus selalu mengenang
penderitaan di saat tak punya; dalam cuaca baik harus
mempersiapkan persediaan di musim hujan.
Alam semesta ada batasnya, kekuatan tekad kita ak
terhingga. Mudah mengikrarkan sebuah tekad, tapi sulit
melaksanakannya.
Perbuatan baik hendaknya bisa dioptimalkan,
permasalahan harus ditinggalkan. Mensukseskan orang
lain berarti mensukseskan diri sendiri.
Lebih baik bekerja keras dan benar-benar
melakukannya daripada berkemampuan tapi tidak
melakukannya sama sekali.
Orang harus menyayangi diri sendiri baru dapat
mencintai semua orang di dunia.
Dalam mengatasi berbagai masalah hendaknya
berhati-hati, cermat, namun jangan berpikiran sempit.
Jangan merasa khawatir pada banyaknya masalah,
yang dikhawatirkan adalah masalah yang dicari-cari.
Ikrar harus luhur, tekad harus kokoh, kepribadian
harus lemah lembut, dan hati harus cermat.
Berikrar dalam hati dan tidak pernah menyatakan
dalam tindakan, sama halnya seperti bertani tanpa
menebar bibit, hanya menyia-nyiakan sebuah jalinan
jodoh.
Orang berbudi berketetapan hati menggapai
cita-citanya, orang yang picik hanya memiliki
cita-cita dan tidak pernah berusaha.
Dikutip dari My Inspiration


Kata Mutiara

Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah
Bila kita mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan,kita tak memiliki hari ini untuk kita syukuri.
Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup, merupakan suatu kombinasi kebahagiaan.
Semakin banyak Anda berbicara tentang diri sendiri,
semakin banyak pula kemungkinan untuk Anda berbohong.
Jika Anda tidak bisa menjadi orang pandai, jadilah orang yang baik.
Iri hati yang ditunjukan kepada seseorang akan melukai diri sendiri.
Anda cuma bisa hidup sekali saja di dunia ini,
tetapi jika anda hidup dengan benar,sekali saja sudah cukup.


Kenangan indah masa lalu hanya untuk dikenang, bukan untuk diingat-ingat.
Rasa takut bukanlah untuk dinikmati,tetapi untuk dihadapi.
Orang bijaksana selalu melengkapi kehidupannya dengan banyak persahabatan.
Buka mata kita lebar-lebar sebelum menikah,
dan biarkan mata kita setengah terpejam sesudahnya
Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya
Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran.
Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susah
Namun kita tidak akan pernah memiliki seorang teman,
jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.
Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya
dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya
tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan
kalau kita tidak bisa melihat keduanya.
Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab,
merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi,
memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat.
Sesungguhnya sebagian perkataan itu ada
yang lebih keras dari batu,lebih tajam dari tusukan jarum,
lebihpahit daripada jadam dan lebih panas daripada bara.
Sesungguhnya hati adalah ladang,
maka tanamkanlah ia dengan perkataan yang baik
karena jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik)
niscaya tumbuh sebagiannya
Tidak ada simpanan yang lebih berguna
daripada ilmu.
Tidak ada sesuatu yang lebih beruntung daripada adab.
Tidak ada kawan yang lebih bagus daripada akal.
Tidak ada benda ghaib yang lebih dekat daripada maut.
Bertutur dengan kata yang baik, berpikirlah dengan
niat yang baik dan melakukan perbuatan baik.
Memaafkan orang lain berarti berlaku baik pada diri
sendiri.
Kesuksesan adalah pengoptimalan suatu kelebihan,
kegagalan adalah akumulasi dari segala kekurangan.
Jangan menganggap remeh diri sendiri, karena setiap
orang memiliki kemungkinan yang tak terhingga.
Ilmu pengetahuan harus dipahami dengan
sungguh-sungguh, baru bisa menjadi kebijaksanaan dalam
diri sendiri.
Kasih sayang tidak dapat dengan memohon pada orang
lain, melainkan diperoleh dari sumbangsih yang
diberikan.
Musuh terbesar kita bukanlah orang lain, melainkan
diri kita sendiri.
Hendaknya bersaing untuk menjadi siapa yang lebih
dicintai, bukan siapa yang lebih ditakuti.
Menyia-nyiakan waktu setiap hari adalah pemborosan
hidup, bekerja penuh semangat dan menjadi orang yang
berguna adalah membangun kehidupan kita sendiri.
Orang yang selalu mencari-cari alasan bagi
kegagalannya, tidak akan memperoleh kemajuan untuk
selamanya.
Rumput tidak akan mudah tumbuh dilahan yang
ditanami sayur-sayuran. Hati tidak mudah timbul
kebencian bila dipenuhi rasa persahabatan.
Berapa banyak kewajiban yang telah anda penuhi,
sebanyak itu pula kemampuan yang akan diperoleh.
Kegembiraan seseorang tidak didasarkan dari berapa
banyak yang dimilikinya, namun karena sedikit sekali
berhitungan dengan orang lain.
Sebelum mengkritik orang lain, pikirkan dahulu
apakah kita sendiri telah sempurna dan bebas dari
kesalahan.
Kesuksesan yang paling besar dalam hidup adalah
bisa bangkit kembali dari kegagalan.
Ucapan yang baik, bagai bunga teratai yang keluar
dari mulut; Ucapan yang buruk, seperti bisa ular yang
disemburkan dari mulut.
Ada dua hal yang tidak bisa ditunda dalam
kehidupan: berbakti pada orang tua dan melakukan
kebajikan.
Moralitas adalah sebuah pelita dalam peningkatan
kepribadian, tidak seharusnya merupakan cambuk
penghukum bagi orang lain.
Menghargai dan merasa senang atas keberhasilan
orang lain berarti meningkatkan harkat diri sendiri.
Selalu berbaik hati selalu memperoleh hari-hari
yang baik.
Memberi maaf dan berbicara dengan ramah meskipun
kita berada dipihak yang benar.
Menerima kebajikan sekecil apapun harus dibalas
sebesar-besarnya.
Hendaknya kita menyadari, mensyukuri, dan membalas
budi orang tua.
Tetesan air dapat membentuk sebuah sungai,
kumpulan butiran beras bisa memenuhi lumbung. Jangan
meremehkan hati nurani sendiri, jangan pernah berpikir
untuk tidak melakukannya walau perbuatan itu sangat
kecil.
Sedikit berbicara lebih baik daripada banyak
bebicara, akan lebih baik lagi jika hanya membicarakan
hal yang baik-baik saja.
Orang yang bijaksana baru mampu membedakan yang
baik dan yang buruk, yang benar dan yang sesat; Orang
yang rendah hati baru bisa membangun kehidupan yang
indah sempurna.
Di dalam kehidupan, kita tidak selalu berada dalam
kondisi yang baik-baik saja, namun bagi yang pernah
mengalami cobaan dan berhasil mengatasinya, akan
sangat mudah menghadapi kondisi yang sesulit apapun.
Permasalah sukar dan sulit diputuskan dalam hidup
adalah suatu cobaan.
Kasih sayang yang sesungguhnya adalah menjaga
kondisi hati kita dengan sebaik-baiknya.
Mampu bertoleransi dan lebih mengasihi orang lain,
kita akan hidup dengan sangat gembira.
Mampu menyumbangkan cinta kasih adalah suatu
keberkahan. Mampu menghapus kerisauan adalah sifat
yang bijaksana.
Anggaplah segala permasalahan sebagai pelajaran
dan pujian sebagai peringatan untuk mawas diri.
Memperbaiki prilaku sendiri adalah untuk menolong
diri sendiri, mampu mempengaruhi orang untuk berbuat
baik adalah untuk menolong orang.
Yang mencelakai diri sendiri tidak lain adalah
kemarahan yang tidak pada tempatnya.
Orang yang dapat memanfaatkan waktunya dengan
baik, pasti bisa menguasai arah tujuan yang ingin
dicapai.
Lakukanlah menurut kemampuan yang ada, jangan
berniat untuk menunda, ada kemungkinan anda tidak
mendapatkan apa apa.
Yang terindah di langit adalah bintang-bintang
bergemerlapan, sedangkan yang terindah dalam hidup
adalah kehangatan kasih sayang.
Orang yang berbudi sifatnya bagaikan air yang
dapat menyesuaikan diri dalam berbagai bejana, hidup
dalam kondisi bebas leluasa.
Padi yang berisi akan semakin merunduk; Seseorang
yang sukses semakin rendah hati.
Berhenti di tengah perjalanan akan lebih sulit dan
terasa lebih melelahkan daripada terus berjalan hingga
sampai ke tujuan.
Di kala memiliki, harus selalu mengenang
penderitaan di saat tak punya; dalam cuaca baik harus
mempersiapkan persediaan di musim hujan.
Alam semesta ada batasnya, kekuatan tekad kita ak
terhingga. Mudah mengikrarkan sebuah tekad, tapi sulit
melaksanakannya.
Perbuatan baik hendaknya bisa dioptimalkan,
permasalahan harus ditinggalkan. Mensukseskan orang
lain berarti mensukseskan diri sendiri.
Lebih baik bekerja keras dan benar-benar
melakukannya daripada berkemampuan tapi tidak
melakukannya sama sekali.
Orang harus menyayangi diri sendiri baru dapat
mencintai semua orang di dunia.
Dalam mengatasi berbagai masalah hendaknya
berhati-hati, cermat, namun jangan berpikiran sempit.
Jangan merasa khawatir pada banyaknya masalah,
yang dikhawatirkan adalah masalah yang dicari-cari.
Ikrar harus luhur, tekad harus kokoh, kepribadian
harus lemah lembut, dan hati harus cermat.
Berikrar dalam hati dan tidak pernah menyatakan
dalam tindakan, sama halnya seperti bertani tanpa
menebar bibit, hanya menyia-nyiakan sebuah jalinan
jodoh.
Orang berbudi berketetapan hati menggapai
cita-citanya, orang yang picik hanya memiliki
cita-cita dan tidak pernah berusaha.
Dikutip dari My Inspiration


Hidup Ke-Kristenan

Ketika melihat perkembangan sejarah ke-Kristenan di Tanah Batak, maka kita akan dapat memberi pandangan bahwa ke-Kristenan itu membawa Kemajuan. Dalam post modernisasi sekarang kemajuan itu kita nikmati dalam bentuk pendidikan, kesehatan, dan peradaban. Seorang Mitologi terkenal yang telah mengadakan penelitian sekian lama menyebutkan bahwa Pengabaran Injil di Tanah Batak termasuk Luar Biasa. Masyarakat Batak menyambut Kristen dengan sukacita karena Misionaris datang bukan hanya membawa misi pekabaran injil tetapi juga kesehatan dan pendidikan. Hal ini dapat kita lihat sampai sekarang, bahwa di dekat bangunan gereje-gereja selalu ada sekolah-sekolah dan juga rumah sakit. Itu merupakan konsep ke-Kristenan yang berdampak global.

Zaman sekarang proses pemberitaan injil harus lebih intens dan mendetail, khususnya kepada anak-anak karena bisa jadi anak-anak salah persepsi tentang siapa TUHAN itu dan bagaimanakah TUHAN? Ketika orangtua atau keluarga menginternalisasi TUHAN kepada pemahaman anak-anaknya maka akan menjadi suatu kesalahan fatal bagi perkembangan si anak di kemudian hari. Dalam hal pembinaan dan pembimbingan anak juga harus menjadi tanggung jawab kedua orang tua, bapak dan ibu dan bukan salah satu diantaranya. Open society orang Batak harus bisa berubah. Bahwa tidak ada lagi diskriminasi gender, semuanya sama. Tapi fakta memang telah menunjukkan kalau Orang Batak itu susah berubah (jogal dirina-bhs batak). Keluarga Kristen harus bisa merubah performa ini. Ada umpama yang berbunyi: sala mandasor sega luhutan artinya ketika kita salah memberikan didikan ke-Kristenan kepada anak-anak maka saat mereka dewasa akan memiliki sikap sifat yang kurang baik. HKBP sebagai suatu masyarakat gereja menurut penuturan salah seorang pengamat perkembangan injil merupakan barometer Kristen di Indonesia. Ketika HKBP bisa tumbuh dan berkembang dalam iman, hidup damai maka keadaan ke-Kristenan akan lancar tetapi akan terjadi sebaliknya jika faktanya berubah. Dalam hal itulah maka dituntut orang Kristen harus memiliki daya kritis, harus bisa berdampak bagi dunia sekitar. Jadilah Garam dan Terang.



HIDUP ADALAH SYUKUR

Syukuri apa yang ada…
Begitulah lirik sebuah lagu, dan memang benar apa adanya. Kita harus mensyukuri apa yang ada di tangan kita sekarang. Syukurilah atas segala yang kita miliki termasuk hidup kita selagi masih ada karena itulah kesempatan kita untuk bersyukur. Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika hidup telah lenyap dari kita. Jangan mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh tetapi berbahagialah dengan segala yang diperoleh. Sesungguhnya jika kita sadar bahwa hidup itu berisikan banyak kebahagiaan bila kita mampu memandang dari sudut yang benar.
Setiap pagi sesudah bangun biasakanlah untuk mengucap syukur, ucapkan syukur karena masih diberi kesempatan untuk menjalani hari berikutnya. Ketika kita mampu berbuat demikian maka hari dan kehidupan yang kita jalani niscaya akan penuh dengan rasa syukur. Mari bersyukur…




FILOSOFI PANJAT PINANG

Setiap tanggal 17 Agustus selalu ada perlombaan panjat pinang, khususnya di desa-desa. Panjat pinang merupakan salah satu perlombaan yang sangat digemari dan bahkan ditunggu-tunggu kehadirannya setiap 17an. Bahkan tanpa ada perlombaan Panjat Pinang maka Perayaan 17an jadi kurang terasa--- (itu menurut persepsi gw bo..). terakhir kali aku ikut Panjat Pinang yaitu tahun 2006 di Depok dan aku dapet hadiah buanyakk bangeettt----( masih ada kusimpan hadiahnya).
Aku bukan mau cerita tentang 17annya, tapi ada hal lain yang ingin aku petik dari perlombaan Panjat Pinang tersebut. Apakah itu------????


Mari perhatikan dengan seksama saat ada perlombaan panjat pinang?? Adakah sesuatu yang istemewa kamu lihat, atau kamu tidak sadar??
Sekali lagi coba kembali ke alam masa lalu, saat kamu menyaksikan perlombaan panjat pinang.
Saat mereka berebut untuk sampai di atas dan meraih hadiah,. Tapi apakah seperti itu??
Tantangan itu begitu besar, jalan yang harus kita tempuh sangat licin. Kita panjat setengah meter dan nyerocos jatuh lagi. Coba terus dan terus jatuh. Kita menggunakan akal dengan me-lap olesan oli/campuran minyak dengan menggunkan pakaian yang kita pakai. Gak papa kotor baju satu demi hadiah yang tergantung menarik di atas sono.
Ternyata satu baju tidaklah cukup sehingga semua yang ikut lomba tersebut merelakan bajunya untuk digunakan membersihkan oli dan mari kita saksikan pemanjat-pemanjat kita yang tangguh, berbadan kekar, pake celana pendek dan bertelanjang dada.
Awalnya kita masing-masing punya prinsip bahwa “saya harus dapt hadiah yang paling bagus (misalnya sepeda, bola, tas, dll)” tapi sudah sejam lebih kita berusaha tetap aja masih gagal.
Apa yang dilakukan kemudian?? Semua yang ikut LOMBA BERUNDING dan BERSAMA-SAMA BAHU-MEMBAHU untuk naik. Tidak peduli siapa yang duluan sampai di atas dan meraih hadiah. Mereka mulai menggunakan AKAL BUDInya, menerapkan PRINSIP GOTONG-ROYONG, KEBERSAMAAN dan MEMBERIKAN TENAGA SEMAKSIMAL yang mereka miliki untuk ORANG LAIN/untuk TIM.
Yang merasa berbadan paling besar mengambil posisi paling bawah dan menopang temennya yang di atasnya dan berlanjut hingga sampai ke puncak. Tidak peduli bahu, tangan, lengan, leher, kepala diinjak bahkan di tendang (bukan unsur sengaja yaa--) yang penting satu hal yang ingin mereka dapatkan SAMPAI PADA TUJUAN.
Alangkah gembiranya ketika tangan-tangan nan kekar meraih hadiah itu, tarik satu dan jatuhkan, ambil lagi dan jatuhkan hingga habis seluruhnya.

Semoga Kawan-Kawan Mendapat Inspirasi (Ato malah Bingoeennggg??)
Oleh: Mekar Sinurat (FH UNPAD’ 06)



Cinta dan Kehidupan

Plato bertanya akan cinta dan
kehidupan …
Suatu hari, Plato bertanya pada
gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana
saya menemukannya? Gurunya
menjawab, “Ada ladang gandum yang luas
didepan sana. Berjalanlah kamu dan
tanpa boleh mundur kembali, kemudian
ambillah satu saja ranting. Jika kamu
menemukan ranting yang kamu anggap
paling menakjubkan, artinya kamu telah
menemukan cinta” .
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa
lama, dia kembali dengan tangan
kosong, tanpa membawa apapun.


Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak
membawa satupun ranting?” Plato
menjawab, “Aku hanya boleh membawa
satu saja,dan saat berjalan tidak
boleh mundur kembali (berbalik)”.
Sebenarnya aku telah menemukan yang
paling menakjubkan, tapi aku tak tahu
apakah ada yang lebih menakjubkan lagi
di depan sana, jadi tak kuambil
ranting tersebut. Saat kumelanjutkan
berjalan lebih jauh lagi, baru
kusadari bahwa ranting-ranting yang
kutemukan kemudian tak sebagus ranting
yang tadi, jadi tak kuambil
sebatangpun pada akhirnya”
Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya
itulah cinta”
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi
pada gurunya,”Apa itu perkawinan?
Bagaiman a saya bisa menemukannya?”
Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang
subur didepan sana. Berjalanlah tanpa
boleh mundur kembali (menoleh) dan
kamu hanya boleh menebang satu pohon
saja. Dan tebanglah jika kamu
menemukan pohon yang paling tinggi,
karena artinya kamu telah menemukan
apa itu perkawinan”
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa
lama, dia kembali dengan membawa
pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon
yang segar/subur, dan tidak juga
terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa
saja.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu
memotong pohon yang seperti itu?”
Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan
pengalamanku sebelumnya, setelah
menjelajah hampir setengah hutan,
ternyata aku kembali dengan tangan
kosong. Jadi dikesempatan ini, aku
lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah
buruk-buruk amat, jadi kuputuskan
untuk menebangnya dan membawanya
kesini. Aku tidak mau menghilangkan
kesempatan untuk mendapatkannya”
Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan ya
itulah perkawinan”
NOTE
Cinta itu semakin dicari, maka semakin
tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam
lubuk hati, ketika dapat menahan
keinginan dan harapan yang lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan yang
berlebih akan cinta, maka yang didapat
adalah kehampaan… tiada sesuatupun
yang didapat, dan tidak dapat
dimundurkan kembali. Waktu dan masa
tidak dapat diputar mundur. Terimalah
cinta apa adanya.
Pernikahan adalah kelanjutan dari
Cinta. Adalah proses mendapatkan
kesempatan, ketika kita mencari yang
terbaik diantara pilihan yang ada,
maka akan mengurangi kesempatan untuk
mendapatkannya, Ketika kesempurnaan
ingin kita dapatkan, maka sia2lah
waktumu dalam mendapatkan pernikahan
itu, karena, sebenarnya kesempurnaan
itu hampa adanya
Dikutip dari My Inspiration


Asal mula orang batak

Pada jaman dahulu kala, hiduplah serorang pendekar wanita, Butet namanya. Sebelum lulus dari Pandapotan silat, ia harus menempuh ujian Nasution. Agar bisa berkonsentrasi, dia memutuskan untuk menyepi ke gunung dan berlatih.

Saat di perjalanan, Butet merasa lapar sehingga memutuskan untuk mampir di Pasaribu setempat. Beberapa pemuda tanggung yang lagi nonton sabung ayam sambil Toruan, langsung Hutasoit-soit melihat Butet yang seksi dan Hotma itu. Tapi Butet tidak peduli, dia jalan Sitorus memasuki rumah makan tanpa menanggapi, meskipun sebagai perempuan yang ramah tapi ia tak gampang Hutagaol dengan sembarang orang.

Naibaho ikan gurame yang dibakar Sitanggang dengan Batubara membutanya semakin berselera. Apalagi diberi sambal terasi dan Nababan yang hijau segar. Setelah mengisi perut, Butet melanjutkan perjalanan. Ternyata jalan ke sana berbukit-bukit. Kadang Nainggolan, kadang Manurung. Di tepi jalan dilihatnya banyak Pohan, kebanyakan Pohan Tanjung. Beberapa diantaranya ada yang Simatupang diterjang badai semalam.


Begitu sampai di atas gunung, Butet berujar “Wow, Siregar sekali hawanya” katanya, berbeda dengan kampungnya yang Pangabean. Hembusan Perangin-angin pun sepoi-sepoi menyejukkan, sambil diiringi Riama musik dari mulutnya. Sejauh Simarmata memandang warna hijau semuanya. Tidak ada tanah yang Girsang, semuanya Singarimbun

Tampak di seberang, lautan ikan Lumban-lumban. Terbawa suasana, mulanya Butet ingin berenang. Tetapi yang diketemukannya hanyalah bekas kolam Siringo-ringo yang akan di Hutahuruk dengan Tambunan tanah. Akhirnya dia memutuskan untuk berjalan-jalan di pinggir hutan saja, yang suasananya asri, meskipun nggak ada Tiurma memlambai kayak di pantai.

Sedang asik-asiknya memnikmati keindahan alam, tiba-tiba dia dikejutkan oleh ular yang sangat besar. “Sinaga!” teriaknya ketakutan sambil lari Sitanggang-langgang. Celakanya, dia malah terpeleset dari Tobing sehingga bibirnya Sihombing. Karuan Butet menangis Marpaung-paung lantaran kesakitan. Tetapi dia lantas ingat, bahwa sebagai pendekar pantang untuk menangis. Dia harus Togar. Maka, dengan menguat-nguatkan diri, dia pergi ke tabib setempat untuk melakukan pengobatan.

Tabib tergopohg-gopoh Simangunsong di pintu untuk menolongnya. Tabib bilang, bibirnya harus di-Panjaitan.

“Hm, biayanya Pangaribuan” kata sang tabib setelah memeriksa sejenak. “itu terlalu mahal. Bagaimana kalau Napitupulu saja?” tawar si Butet. “Napitupulu terlalu murah. Pandapotan saya kan kecil”.
“Jangan begitulah. Masa’ tidak Siahaan melihat bibir saya Sihombing begini? Apa saya mesti Sihotang, bayar belakangan? Nggak mau kan?” “Baiklah, tapi pakai jarum Sitompul saja” sahut sang mantri agak kesel. “Cepatlah! Aku sudah hampir Munthe. Saragih sedikit nggak apa-apalah”.

Malamnya, ketika sedang asik-asiknya berlatih sambil makan kue Lubis kegemarannya, sayup-sayup dia mendengar lolongan Rajagukguk. Dia Bonar-bonar ketakutan. Apalagi ketika mendengar suara disemak-semak tiba-tiba berbunyi “Poltak!” keras sekali.

“Ada Sitomorang?” tanya Butet sambil memegang tongkat seperti stik Gultom erat-erat untuk menghadapi Sagala kemungkinan

Terdengar suara pelan, “Situmeang”. “Sialan, cuma kucing…” desahnya lega. Padahal dia sudah sempat berpikir yang Silaen-laen. Selesai berlatih, Butet pun istirahat. Terkenang dia akan kisah orang tentang Hutabarat di bawah Tobing pada jaman dulu dimana ada Simamora, gajah Purba yang berbulu lebat. Keesok harinya, Butet kembali ke Pandapotan silatnya. Di depan ruangan ujian dia membaca tulisan: “Harahap tenang! Ada ujian.

“Wah telat, emang udah jam Silaban sih”. Maka Siboru-boru dia masuk ke ruangan sambil bernyanyi-nyanyi. Di-Tigor-lah dia sama gurunya “Butet, kau jangan ribut!, bikin kacau konsentrasi temanmu!”

Butet, tanpa Malau-malau langsung Sijabat tangan gurunya, ”Nggak Pakpahan guru, sekali-sekali?!”

Akhirnya, luluslah Butet dan menjadi orang yang disegani karena mengikuti wejengan guru Pandapotan silatnya untuk selalu, “Simanjuntak gentar, Sinambela yang benar!”
Dikutip dari web batak (lupa namanya, heheee)


Translate
TINGGI IMAN - TINGGI ILMU - TINGGI PENGABDIAN

Visitor