Senin, 04 Juli 2016

JCI DEPOK bagi-bagi 2000 takjil kepada pengguna jalan Margonda Raya Depok

Junior Chamber International (JCI) chapter Depok bekerjasama dengan Satlantas Polres Depok membagikan 2000 takjil kepada pengguna jalan yang melintasi jalan Margonda Raya persimpangan lampu merah Ramanda Depok pada hari sabtu, (2/06/2016). 


Rudi Parlinggoman Sinurat selaku Local President JCI Depok mengatakan acara bagi–bagi takjil ini adalah yang pertama kali dilakukan JCI Depok. “Bagi-bagi takjil ini memang pertama kali diadakan JCI Depok, puji syukur dengan bantuan Sponsor, member JCI Depok, kami bisa membagikan 2000 takjil ke pengguna jalan Margonda, mudah mudahan ini menjadi agenda tahunan yang diadakan oleh JCI Depok.” 
























Hal senada juga diungkapkan Kanit Pospol Ramanda IPDA Sunyoto “kami sangat senang adanya acara ini karena acara ini merupakan acara sosial, mudah–mudahan ditahun yang akan datang JCI Depok bisa mengadakan lagi. Acara ini disponsori oleh Waralaba Tahu Jeletot Taisi yang merupakan salah satu franchise Tahu Pedas terpopuler di Indonesia dan bagi-bagi takjil ini juga ditutup dengan acara buka puasa bersama dengan seluruh member JCI Depok yang hadir pada acara tersebut dan seluruh karyawan Tahu Jeletot Taisi.(KE)

Jumat, 14 Agustus 2015

SIDANG PARIPURNA DPRD TOBASA : TIDAK SERIUS?

Hari ini saya ikut menghadiri rapat paripurna DPRD kabupaten Toba Samosir sebagai utusan dari Yayasan Soposurung Balige, mewakili yayasan dimana saya mengabdikan diri. Ada hal yang sangat menyedihkan yang saya perhatikan dalam acara ini.
1. Acara tidak tepat waktu mulai.
Berdasarkan undangan yang diberikan kepada para tamu undangan bahwa akan dimulai acara pada pkl 09.30 WIB, tapi ketika saya sampai di lokasi sekitar pkl 09.15 suasana masih sangat sepi. Acara jadinya dimulai pkl 10.00 dengan kehadiran anggota dewan 14 orang dari 30 orang. Bagaimana bisa begini anggota dewan yang mewakili rakyat Tobasa? Pemimpin tidak benar maka rakyat akan hancur...

2. Dalam acara berlangsung mendengarkan pidato Presiden Jokowi live dari TVRI yang ditampilkan dimonitor layar lebar, seharusnya seluruh peserta mendengarkan dengan seksama dan tertib termasuk juga para anggota dewan. Tapi yang terjadi malah anggota dewan sibuk bercerita mengobrol sambil makan snack-snack yang sudah tersedia di meja masing-masing. Saya melihat ini agak kaget. Dugaan saya bahwa menjadi anggota dewan itu adalah bagian yang terhormat dalam hidup, ternyata sebaliknya apa yang saya persaksikan. Tak lebihnya anak-anak SMP yang ditinggal guru di ruang kelas, sehingga kelas menjadi ribut.

Ada beberapa hal yang sebenarnya menurut saya sangat tidak baik dalam acara tadi, tapi 2 hal tersebutlah yang menjadi sorotan utama saya yang sangat fatal. Hal kecil tapi berdampak besar dalam segala aktifitas kehidupan karena itu adalah cerminan perilaku sehari-hari.
Hai para anggota dewan Tobasa, bangunlah dari tidurmu...
Tobasa sudah saatnya bersinar...

Kamis, 14 Agustus 2014

DR TB Silalahi Jadi Nama Jalan Sepanjang 1.700 Meter di Kecamatan Balige

Balige, Tobasa Pandapotan. Nama Letjen TNI (Purn) DR TB Silalahi, SH akhirnya diabadikan pada salah satu ruas jalan di Kecamatan Balige yang panjangnya 1.700 meter mulai dari batas Jalan Washington Siahaan (Simpang Tugu Jalan Gereja HKBP Hinalang) melewati Makam Pahlawan Raja Sisingamangaraja XII, Museum Batak sampai Dusun Pagarbatu, Desa Silalahi Pagarbatu, Kecamatan Balige.


Upacara peresmiannya dilakukan Bupati Tobasa Pandapotan Kasmin Simanjuntak disaksikan Kajar Balige Harly Siregar,SH, Ketua Pengadilan Negeri Balige T Marbun,SH, Kapolres Tobasa AKBP H Edy Fariady,SH,SIP,MH, tokoh masyarakat dan TB Silalahi beserta keluarga dengan membuka selubung papan nama jalan di depan Museum Batak dalam Kompleks TB Silalahi Center, Sabtu (5/7).

Dalam sambutannya, Bupati Kasmin Simanjuntak menyampaikan, peresmian nama DR TB Silalahi itu berdasarkan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat sejak tahun 2009 yang kemudian oleh para kepala desa di Kecamatan Balige dan para tokoh diusulkan menjadi nama ruas jalan tersebut. Pemkab Tobasa juga sependapat dengan usulan tersebut mengingat jasa-jasa dan pengabdian tokoh nasional asal Balige itu yang begitu besar selama ini, khususnya di Kecamatan Balige.
Seperti yang terlihat selama ini lanjut Bupati, berbagai upaya yang dilakukan DR TB Silalahi di Kabupaten Tobasa khususnya bidang pendidikan, kebudayaan, pariwisata, sosial budaya, olah raga dan bidang lainnya untuk memajukan Kabupaten Tobasa di antaranya mendirikan Yayasan Soposurung yang merupakan SMA Plus sejak tahun 1993. Yayasan itu banyak mengantarkan putra-putri lokal bekerja di berbagai bidang mengharumkan nama baik Tobasa.

Kemudian pendirian Museum Batak di TB Silalahi Center yang sudah dikenal secara nasional dan internasional, serta pendirian sarana prasarana pariwisata, olahraga maupun sosial budaya.
Sementara TB Silalahi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas aspirasi tokoh dan masyarakat maupun aparatur pemerintahan desa di Balige dan Bupati Kasmin Simanjuntak.
Menurut mantan Penasehat Presiden atau Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden) itu, bupati sebelumnya Monang Sitorus telah mengabadikan nama TB Silalahi pada nama jalan protokol di Balige sepanjang 15 kilometer.



"Waktu itu saya minta tidak usah dibuat dan kemudian saya minta perubahan. Saya minta agar nama Washington Siahaan menjadi nama di sebagian ruas jalan sepanjang 15 kilometer itu tepatnya di Desa Hinalang. Belakangan kelompok masyarakat ada yang minta dibuatkan nama opung mereka menjadi nama sepenggal ruas jalan itu mulai Sp Soposurung. Tapi belakangan banyak aspirasi masyarakat kepada bupati Kasmin, akhirnya saya setuju dibuat di ruas jalan di Desa Pagar Batu ini," kata TB Silalahi.

Meski demikian TB yang masih menjabat Staf Khusus Presiden itu mengakui bahwa penghargaan itu tidak harus diberikan kepada pahlawan yang sudah meninggal. "Peresmian nama saya jadi nama jalan ini sekaligus membuat saya merasa berutang untuk berbuat lebih banyak lagi untuk Tobasa terutama Kecamatan Balige," ucap pak TB yang saat itu mengenakan pakaian adat kebesaran Batak Toba.





Sumber: Suara Pembaharuan
               (dengan penambahan beberapa gambar) 
Translate
TINGGI IMAN - TINGGI ILMU - TINGGI PENGABDIAN

Visitor