Tampilkan postingan dengan label CERPEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERPEN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 April 2011

DARI SEBUAH DIARY

25 tahun yang lalu,

Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan. Tapi aku dan Kania
harus tetap menikah. Itu sebabnya kami ada di Kantor Catatan Sipil. Wali
kami pun wali hakim. Dalam tiga puluh menit, prosesi pernikahan kami
selesai. Tanpa sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa dan salam
sejahtera dari kerabat. Tapi aku masih sangat bersyukur karena Lukman
dan Naila mau hadir menjadi saksi. Umurku sudah menginjak seperempat
abad dan Kania di bawahku.. Cita-cita kami sederhana,ingin hidup bahagia.


22 tahun yang lalu,
Pekerjaanku tidak begitu elit, tapi cukup untuk biaya makankeluargaku.
Ya, keluargaku. Karena sekarang aku sudah punyamomongan. Seorang putri,
kunamai ia Kamila. Aku berharap iabisa menjadi perempuan sempurna,
maksudku kaya akan budibaik hingga dia tampak ! sempurna. Kulitnya masih
merah,mungkin karena ia baru berumur seminggu. Sayang, dia takdijenguk
kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Aku harusbisa terima nasib
kembali, orangtuaku dan orangtua Kania takmau menerima kami.. Ya
sudahlah. Aku tak berhak untukmemaksa dan aku tidak membenci mereka. Aku
hanya yakin,suatu saat nanti, mereka pasti akan berubah.

19 tahun yang lalu,
Kamilaku gesit dan lincah. Dia sekarang sedang senangberlari-lari,
melompat-lompat atau meloncat dari meja kekursi lalu dari kursi ke
lantai kemudian berteriak'Horeee, Iya bisa terbang'. Begitulah
diamemanggil namanya sendiri, Iya. Kembang senyumnya selalumerekah
seperti mawar di pot halaman rumah. Dan Kania takjarang berteriak, 'Iya
sayaaang,' jika sudahterdengar suara 'Prang'. Itu artinya, ada
yangpecah, bisa vas bunga, gelas, piring, atau meja kaca..Terakhir
cermin rias ibunya yang pecah. Waktu dia melompatdari tempat tidur ke
lantai, boneka kayu yang dipegangnyaterpental. Dan dia cuma bilang
'Kenapa semua kaca dirumah ini selalu pecah, Ma?'

18 tahun yang lalu,
Hari ini Kamila ulang tahun. Aku sengaja pulang lebih awaldari
pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. Kemarinlalu dia merengek
minta dibelikan bola. Kania takmembelikannya karena tak mau anaknya jadi
tomboy apalagijadi pemain bola seperti yang sering diucapkannya.'Nanti
kalau sudah besar, Iya mau jadi pemainbola!' tapi aku tidak suka dia
menangis terus mintabola, makanya kubelikan ia sebuah bola. Paling tidak
akubisa punya lawan main setiap sabtu sore. Dan seperti yangsudah
kuduga, dia bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bolaitu. 'Horee, Iya
jadi pemain bola.'

17 Tahun yang lalu
Iya, Iya. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan.Mainnya di
rumah aja. Coba kalau ia nurut, Bapak kan tidakakan seperti ini. Aku
tidak tahu bagaimana Kania bisa tidaktahu Iya menyembunyikan bola di tas
sekolahnya. Yang akutahu, hari itu hari sabtu dan aku akan menjemputnya
darisekolah. Kulihat anakku sedang asyik menendang bolasepanjang jalan
pulang dari sekolah dan ia semakin ketengahjalan. Aku berlari
menghampirinya, rasa khawatirkumengalahkan kehati-hatianku dan 'Iyaaaa'.
Sebuahtruk pasir telak menghantam tubuhku, lindasan ban besarnyaberhenti
di atas dua kakiku. Waktu aku sadar, dua kakikusudah diamputasi. Ya
Tuhan, bagaimana ini. Bayang-bayangkelam menyelimuti pikiranku, tanpa
kaki, bagaimana akubekerja sementarapekerjaanku mengantar barang dari
perusahaan ke rumahkonsumen. Kulihat Kania menangis sedih, bibir cuma
berkata'Coba kalau kamu tak belikan ia bola!'

15 tahun yang lalu,
Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. Uangpesangon habis untuk
ke rumah sakit dan uang tabunganmenguap jadi asap dapur. Kania mulai
banyak mengeluh dan Iyamulai banyak dibentak. Aku hanya bisa
membelainya. Danbilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya
cepatmarah. Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis. Dan akutak
bisa berkata apa-apa waktu Kania hendak mencari kerja ke luarnegeri. Dia
ingin penghasilan yang lebih besar untukmencukupi kebutuhan Kamila.
Diizinkan atau tidak diizinkandia akan tetap pergi. Begitu katanya. Dan
akhirnya diamemang pergi ke Malaysia .

13 tahun yang lalu,
Setahun sejak kepergian Kania, keuangan rumahku sedikitmembaik tapi itu
hanya setahun. Setelah itu tak terdengarkabar lagi. Aku harus
mempersiapkan uang untuk Kamila masukSMP. Anakku memang pintar dia
loncat satu tahun di SD-nya.Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar
Kamila bisa
melanjutkan sekolah. aku bekerja serabutan, mengerjakanpekerjaan yang
bisa kukerjakan dengan dua tanganku. Akumiris, menghadapi kenyataan.
Menyaksikan anakku yang tumbuhremaja dan aku tahu dia ingin menikmati
dunianya. Tapikeadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Tapi aku
harus kuat. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hiduptegar.

10 tahun yang lalu,
Aku sedih, semua tetangga sering mengejek kecacatanku.Dan Kamila hanya
sanggup berlari ke dalam rumah lalusembunyi di dalam kamar. Dia sering
jadi bulan-bulananhinaan teman sebayanya. Anakku cantik, seperti
ibunya.'Biar cantik kalo kere ya kelaut aje.' Mungkinitu kata-kata yang
sering kudengar. Tapi anakku memang sabardia tidak marah walau tak urung
menangis juga.'Sabar ya, Nak!' hiburku.
'Pak, Iya pake jilbab aja ya, biar tidakdiganggu!' pintanya padaku. Dan
aku menangis. Anakkumaafkan bapakmu, hanya itu suara yang sanggup
kupendam dalamhatiku. Sejak hari itu, anakku tak pernah lepas
darikerudungnya. Dan aku bahagia. Anakku, ternyata kamu sudahsemakin
dewasa. Dia selalutersenyum padaku. Dia tidakpernah
menunjukkankekecewaannya padaku karena sekolahnya harusterhambat
dibangku SMP.!

7 tahun yang lalu,
Aku merenung seharian. Ingatanku tentang Kania, istriku,kembali menemui
pikiranku. Sudah bertahun-tahun tak kudengarkabarnya. Aku tak mungkin
bohong pada diriku sendiri, jikaaku masih menyimpan rindu untuknya. Dan
itu pula yangmembuat aku takut. Semalam Kamila bilang dia ingin
menjadiTKI ke Malaysia . Sulit baginya mencari pekerjaan di siniyang
cuma lulusan SMP.. Haruskah aku melepasnya karenaalasan ekonomi. Dia
bilang aku sudah tua, tenagaku mulaihabis dan dia ingin agar aku
beristirahat. Dia berjanji akanrajin mengirimi aku uang dan menabung
untuk modal. Setelahitu dia akan pulang, menemaniku kembali dan membuka
usahakecil-kecilan. Seperti waktu lalu, kali ini pun aku tak
kuasa untuk menghalanginya. Aku hanya berdoa agar Kamilakubaik-baik saja.

4 tahun lalu,
Kamila tak pernah telat mengirimi aku uang. Hampir tigatahun dia di sana
. Dia bekerja sebagai seorang pelayan dirumah seorang nyonya. Tapi
Kamila tidak suka denganlaki-laki yang disebutnya datuk. Matanya tak
pernah siratkansinar baik. Dia juga dikenal suka perempuan. Dan nyonya
ituadalah istri mudanya yang keempat. Dia bilang dia sudahingin pulang.
Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu.
Lebaran tahun ini dia akan berhenti bekerja. Itu yang kubacadari
suratnya. Aku senang mengetahui itu dan selalu menungguhingga masa itu
tiba. Kamila bilang, aku jangan pernah lupasalat dan kalau kondisiku
sedang baik usahakan untuk salattahajjud. Tak perlu memaksakan untuk
puasa sunnah yang pastisetiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa
mungkinuntuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. Kini anakku
lebihpandai menasihati daripada aku. Dan aku bangga.

3 tahun 6 bulan yang lalu,
Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisianpemerintahan Malaysia ,
kabarnya anakku ditahan. Dan diadiancam hukuman mati, karena dia
terbukti membunuh suamimajikannya. Sesak dadaku mendapat kabar ini. Aku
menangis,aku tak percaya. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin
membunuh. Lagipula kenapa dia harus membunuh. Aku memintabantuan hukum
dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku darimaut. Hampir setahun aku
gelisah menunggu kasus anakkuselesai. Tenaga tuaku terkuras dan
airmataku habis. Akuhanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati
andai diamemang bersalah.

2 tahun 6 bulan yang lalu,
Akhirnya putusan itu jatuh juga, anakku terbukti bersalah.Dan dia harus
menjalani hukuman gantung sebagaibalasannya. Aku tidak bisa apa-apa
selain menangissejadinya. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah
nasibnyatak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola
apakahkeadaanku pasti lebih baik? Aku kini benar-benar sendiri.Wahai
Allah kuatkan aku.

Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia .Anakku ingin
aku ada di sisinya disaat terakhirnya.Lihatlah, dia kurus sekali. Dua
matanya sembab dan bengkak.Ingin rasanya aku berlari tapi apa daya
kakiku tak ada.. Akumasuk ke dalam ruangan pertemuan itu, dia berhambur
kearahku, memelukku erat, seakan tak ingin melepaskan aku.

'Bapak, Iya Takut!' aku memeluknya lebih eratlagi. Andai bisa ditukar,
aku ingin menggantikannya.
'Kenapa, Ya, kenapa kamu membunuhnya sayang?'Lelaki tua itu ingin Iya
tidur dengannya, Pak. Iya
tidak mau. Iya dipukulnya. Iya takut, Iya dorong dan diajatuh dari
jendela kamar. Dan dia mati. Iya tidak salah kan, Pak!' Aku perih
mendengar itu. Aku iba dengan nasibanakku. Masa mudanya hilang begitu
saja. Tapi aku bisa apa?istri keempat lelaki tua itu menuntut agar
anakkudihukum mati. Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat.Aku
sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku,tapi menemuiku pun
ia tidak mau. Sia-sia aku tinggal diMalaysia selama enam bulan untuk
memohon keringanan hukuman pada wanitaitu.

2 tahun yang lalu,
Hari ini, anakku akan dihukum gantung. Dan wanita itu akanhadir
melihatnya. Aku mendengar dari petugas jika dia sudahdatang dan ada di
belakangku. Tapi aku tak ingin melihatnya.Aku melihat isyarat tangan
dari hakim di sana . Petugas itumembuka papan yang diinjak anakku. Dan
'blass'Kamilaku kini tergantung. Aku tak bisa lagi menangis.Setelah
yakin sudah mati, jenazah anakku diturunkanmereka, aku mendengar langkah
kaki menuju jenazah anakku.Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum
sinis. Akumendongakkan kepalaku, dan dengan mataku yang samar oleh
airmata aku melihat garis wajah yang kukenal.
'Kania?'
'Mas Har, kau ... !'
'Kau ... kau bunuh anakmu sendiri, Kania!'
'Iya? Dia..dia . Iya?' serunya getir menunjukjenazah anakku.
'Ya, dia Iya kita. Iya yang ingin jadi pemain bolajika sudah besar.'
'Tidak ... tidaaak ... ' Kania berlari ke arahjenazah anakku. Diguncang
tubuh kaku itu sambil menjerit
histeris. Seorang petugas menghampiri Kania dan memberikansecarik kertas
yang tergenggam di tangannya waktu diaditurunkan dari tiang gantungan.
Bunyinya 'Terima kasihMama.' Aku baru sadar, kalau dari dulu Kamila
sudahtahu wanita itu ibunya.

Setahun lalu,
Sejak saat itu istriku gila. Tapi apakah dia masih istriku? Yang aku
tahu, aku belum pernah menceraikannya. Terakhirkudengar kabarnya dia
mati bunuh diri. Dia ingin dikuburkandi samping kuburan anakku, Kamila.
Kata pembantu yangmengantarkanjenazahnya padaku, dia sering berteriak,
'Iyasayaaang, apalagi yang pecah, Nak.'

Kamu tahu Kania,kali ini yang pecah adalah hatiku

sumber:
http://id.mg60.mail.yahoo.com/dc/launch?.gx=1&.rand=4r5urlmvqhag0


Rabu, 23 Februari 2011

PENGALAMANKU

KERETA API
Untuk pertama kalinya aku naik kereta adalah saat aku pergi bersama abangku menuju MONAS dari Stasiun Depok Baru. Setelah kami beli karcis dengan harga Rp 1.500,-/orang (cukup murah) dan menunggu beberapa saat kereta tujuan Kota pun datang. Aku naik mengikuti langkah abangku dan yaap aku pun naik kereta. Waahh… aku terkejut melihat suasana di kereta. Ramainya minta ampun, penuh sesak dan saling berdesakan. Sebagai perbandingan untuk normalnya daya tampung satu gerbong telah melampaui 3 kali lipatnya, sehingga posisi kita hanya bisa berdiri saja tanpa bisa bergerak kanan-kiri lagi. Kereta pun melaju dengan kencangnya, dan untuk kereta kelas ekonomi ternyata selalu berhenti di setiap stasiun



Saat itu stasiun yang masih familiar aku ingat adalah, Pocin, UI, UP, Lenteng Agung, Tanjung Barat, Pasar Minggu, Manggarai, dan Gambir. Sepanjang perjalanan di kereta aku pun terkejut melihat fenomena kehidupan yang ada. Ada teriakan, yang haus..yang haus.. mizone…mizone..dingin..dingin..koran..koran..tempo..tempo..Cuma seribu.. beberapa penumpang pun membeli dan saling mengadakan transaksi. Kemudian ada gerombolan pengamen dengan peralatan music lengkap sederhana dan corak pakaian yang nyentrik menyanyikan lagu-lagu sambil berharap mereka mendapat receh. Berlalunya pengamen disusul lagi oleh tukang jual buah dengan kereta dorongnya, diikuti oleh seorang ibu tua berpakaian kumal lusuh yang membuat batinku menjerit kesedihan. Dunia macam apakah yang aku hadapi ini? Aku bertanya dalam hati. Beginikah Jakarta Ibukota Republik yang selama ini belum bisa aku baca? Apakah ini sandiwara atau drama? Belum selesai aku bertanya-tanya, tiba-tiba aku melihat seorang anak kecil kira-kira berumur 7 tahun dengan muka yang sangat menyedihkan dan seolah-olah tidak punya harapan hidup lagi mengemis kepada orang-orang sekitar, membuat aku makin bingung. Dan ternyata kebingungan itu semakin besar tatkala mataku melihat seorang lelaki paruh baya (maap dengan kaki buntung) ngesot mengais-ais sampah sambil meminta sedekah. Setelah turun dari kereta, abangku pun menjelaskan bahwa aku gak usah terkejut melihat fenomena tersebut karena ternyata demikianlah realita social yang ada di Jakarta. Sebenarnya masih banyak lagi kejadian-kejadian aneh yang aku saksikan saat naik kereta tersebut, tapi cukup kejadian itu saja dulu yang aku ceritakan.
BIMBEL
Setelah aku menyelesaikan study di SMA Soposurung Balige, segera aku terbang menuju Jakarta dengan tujuan Bimbingan Belajar (Bimbel) di Ganesha Operation (GO) Depok. Sebagai pendatang baru dari kampong dengan gaya khas celana bahan item, kemeja kotak-kotak dan pake ikat pinggang menjadi keseharianku ke tempat bimbel. Agak malu juga berpakaian seperti ini, abisnya sudah tidak zaman. Tapi aku cuek aja sama penampilan, toh aku berpikir tujuan ke Jakarta adalah untuk LULUS SPMB bukan untuk mengikuti Mode. Hal yang berkesan adalah sehabis dari tempat bimbel aku dan beberapa teman selalu naik Bikun (Bis Kuning UI/ transportasi di lingkungan UI dan gratis tis..tis..) menuju kost-kostan. Saking udah mentoknya cinta ini sama UI maka aku selalu memanfaatkan kegratisan itu dengan naik Bikun keliling UI (ha..ha../lumayan). Hampir tiap hari naik Bikun sehingga aku bisa hapal dimana letak tiap Fakultasnya, dimana FMIPA, FKM, FH, Psikologi, dll. Satu lagi pengalaman menarik adalah untuk menuju rumah aku harus naik angkot lagi, tetapi untuk menuju tempat angkot ini aku harus naik ojek lagi karena tidak ada angkot ke arah Kampus UI dari daerah Kukusan. Sebagai anak kost-kostan maka aku harus menggunakan prinsip penghematan dan untuk mewujudkannya aku tidak mau naik ojek lagi sehingga aku jalan kaki saja walau jaraknya lumyan juga, kira-kira 2 km. Tapi semua itu bisa dilalui dengan S.E.M.A.N.G.A.T…..hayu semangat……ha.ha….

NAIK BUS
Pengalamanku ketika naik bus ini agak lucu juga. Saat itu aku dan beberapa teman bimbel mau ke Univ. Negeri Jakarta untuk membeli formulir SPMB. Diperjalanan menuju Jakarta kejadian yang aku alami hampir sama juga dengan kejadian ketika pertama kali naik kereta, walau tidak se-ekstrim di kereta. Ada pengamen, penjual Koran dan minuman saat di Lampu Merah. Kejadian lucunya adalah, ada seorang perempuan kira-kira usia 15-an menawarkan permen rasa jahe. Perempuan ini basa-basi dulu menawarkan dagangannya, dan saat itu dia bersuara dari depan sedangkan aku duduknya agak di belakang jadi tidak kedengaran apa yang dibilangnya. Mulai dari bangku paling depan dia member satu bungkus permennya hingga tiba ke giliranku. Saat aku memegang permen tersebut, aku pikir itu gratis tis..tis.. seperti Bikun UI (ha..ha..dasar suka gratisan yeee). Lumayan juga pelayanan Bus ini pikirku, karena selain itu Busnya juga ber-AC. Aku buka saja bungkus permennya dan nyap langsung masuk ke mulut. Selang beberapa menit kemudian perempuan tadi meminta kembali permen-permen yang ditawarkan ke para penumpang. Aku baru sadar… waduh, permennya udah aku makan sebagian. Gawat neh pikirku. Perempuan tadi pun tiba di depanku dan bilang terimakasih karena sudah mau membeli permennya. Cuma seribu koq mas katanya, oiya,


Selasa, 03 Agustus 2010

AKU TERSADARKAN

Tak ayal hati hancur walau sesaat ketika aku membaca wall-mu. Terbersit pikiran yang langsung merambah jauh ke luar mencari kebenaran yang sempet tertelisik oleh nalarku. Dengan lincah tangan kananku memainkan mouse kesayanganku, klik nama-mu dan melihat dengan leluasa segala aktivitasmu. Sepintas terlihat semua terjadi dengan wajar-wajar saja tetapi hati yang sudah seharusnya layak untuk kamu miliki ini gag bisa dihobongi. Aku dipaksa untuk membaca isi wall itu dan berusaha untuk memaknainya. Dalam sekejap berpikir, aku memahami dan berusaha merangkai kronologis kejadiannya. Detik demi detik kutarik ulur hingga tiba pada waktu yang menurutku tepat untuk menganalisisnya. Tak sampai hitungan menit aku langsung menarik kesimpulan atas semua yang terpampang dihadapanku. Sangat sulit meyakini kesimpulan yang aku buat, tapi aku yakin bahwa itulah faktanya.




Merasa tidak nyaman dengan fesbuk-mu itu aku menulis sesuatu di wall-mu. Awalnya aku gag peduli tentang responmu, toh apa yang aku tulis adalah ungkapan yang tiba-tiba muncul dalam benakku, walau aku sendiri tak yakin sepenuhnya juga akan sikapmu. Ternyata aku salah, kau menanggapinya dengan sedikit aneh dan makin aneh lagi dengan reply wall-mu itu. Aku orang yang tidak mau ribut dengan sesuatu yang tidak pantas untuk diributin maka aku berinisiatif untuk mendelete postingan wall ku tersebut. Malamnya aku sms dirimu dan minta maaf jika tidak berkenan atas postingan sebelumnya dan yaa.., kau memaafkan aku. Antara pantaskah aku untuk minta maaf atas hal se-sepele ini bukanlah pertimbanganku saat itu selain aku harus menunjukkan sikap kedewasaanku samamu.

Dia yang nanya aku melalui message, dan hal itu semakin menguatkan dugaanku. Setidaknya aku mempunyai 3 hal penting yang mendukung kesimpulan yang telah aku buat sebelumnya. Pertama, isi wall-mu. Kedua, status fesbuknya. Ketiga, isi messagenya. Aku jawab saja sekenanya dan ternyata dia membalas balik dan isi balasaannya yang ketiga sangat-sangat membuat aku terperangah dan sempat berpikir atau mereka ulang atas kejadian beberapa bulan silam. Tapi aku gag sanggup untuk melakukannya, aku tak berdaya jika harus berpikir keras mengatasi ini. Batinku menjerit membalas messagenya dan seketika berteriak keras, tak peduli sama orang-orang yang berada di sekelilingku. Aku percaya sama dirimu dan aku juga percaya sama isi messagenya, suatu hal yang sangat kontradiktif sebenarnya tetapi itulah realitanya.
Tak ayal hanya janji dan kepercayaan yang kau berikan itu yang membuat aku tegar sampai sekarang, walau aku sadar bahwa sudah ada laba-laba membangun jaring di belakangku untuk membungkus diriku sehingga menjauh dari hadapanmu. Tapi aku berpikir, berpikir bodoh malah “apalah gunanya itu semua jika aku musti dan harus percaya sama-mu, tak ada yang mampu mengalahkan rasa cintaku sama-mu”. Apapun itu!!!




DIA CURHAT







Dia sudah lumayan lama menjalani hubungan ini dan kalau dihitung-hitung sudah hampir delapan bulan. Dan dari hasil curhatnya sama aku bahwa sejauh ini hubungan mereka baik-baik saja, berjalan tanpa ada sesuatu yang sangat special dan yang gag special. Yahhh.. masih normal sih, begitu katanya.



Pertama kali dia curhat samaku bahwa dia begitu sayaang bangat sama pacarnya ini. Dia mengaku bahwa inilah kali pertama dia pacaran dan dia berharap pacaran ini yang pertama sekaligus yang terakhir. Dia bukannya tidak tertarik sama perempuan makanya gag pacaran tapi dia masih mencari hakikat atau arti pacaran itu sesungguhnya. Dia takut kalau kelak nanti setelah pacaran ternyata yang terjadi adalah berantam mulu sama pasangannya atau malah putus nyambung. Karena kecenderungan yang dilihatnya selama ini adalah bahwa kehidupan pemuda/i sudah terkontaminasi dengan gaya hidup yang kurang berbudaya. Seolah-olah etika pacaran dan berhubungan itu tidak ada lagi. Dan bahkan batas-batas perlakuan antara seseorang yang masih berstatus pacaran dan berkeluarga sudah hampir tidak ada lagi. Ini hal yang menakutkan bagi dia, dan menjadi tantangan terbesarnya selama ini.






Tapi aku salut sama dia, setelah beberapa minggu lalu dia bercerita bahwa sudah hampir delapan bulan dia menjalani hubungan dengan seseorang yang sangat dikasihinya. Katanya dia sudah lama mengenal pacarnya itu, tapi dulu masih sebatas orang yang dipandang biasa saja. Tapi ketika bertemu dalam sebuah acara di Bandung, dia melihat sesuatu yang sangat beda dari cewek tersebut. Dandanannya sangat rapi, wajahnya manis apalagi dengan lesung pipit yang semakin menebar pesonanya kalau dia tersenyum. Rambutnya terurai panjang dan menunjukkan kalau dia cewek yang suka perawatan rambut. “Ahh pokoknya Putri tipe cewek gua bangat”, gumamnya. Putri adalah nama ceweknya dan Saat ini masih kuliah di sebuah sekolah kesehatan di daerah Jawa Barat, berdekatan dengan tempat dia melanjutkan kuliahnya. “kami sering ketemu loh, katanya lagi”. “Aku tahu dia suka hal-hal yang romantis, makanya seringkali aku ngasih surprise buat dia dan dia suka bangat” tambahnya lagi saat dia curhat.






Sepertinya dia senang bangat saat bercerita samaku. Ekspresi wajahnya sangat serius dan dengan lugas menceritakan kisah-kisahnya percintaannya. Iri juga mendengar dia bercerita, secara aku udah lama dengan status single (heheheee). Tapi bagi aku pribadi single itu adalah pilihan, sedangkan jomblo adalah menunjukkan ketidakmampuan menghadapi lawan jenis (hahahaaa).



Pernah suatu ketika di malam minggu ketika dia ngapelin ceweknya, dia memberi surprised yang membuat Putri bahagia bangat.

“Aku petik mawar dari taman bunga dan aku rangkai menjadi bunga berbentuk love dan ditengahnya kutulis nama kami berdua. Love forever...” katanya bercerita.
“waahh.. romantis bangat” tanggapku.

“ya iya dong, sapa dulu?” balasnya lagi...

Rasanya cinta mereka semakin bertumbuh setiap hari dan perasaan itu semakin tertanam kuat di lubuk hati masing-masing. Hingga pada suatu saat ceweknya berkunjung ke rumahnya. Mereka berikrar akan tetap saling setia dan saling menjaga cinta yang sudah lama mereka tanam bersama hingga nanti berbuah diwaktunya.

“iya, akan kujaga bang. Kamu gag perlu ragu samaku karena kamu tahu bahwa cintaku hanya milikmu” demikian kata Putri.

“jadilah demikian dan kiranya hubungan kita ini semakin bertumbuh dan mengajari kita untuk saling mengerti dan memahami diantara kita” jawabnya.

Itulah hal yang diharapkannya dalam menjalin hubungan dengan seseorang. Berpacaran adalah membentuk sebuah garis diri yang mampu menembus hati pasangan masing-masing. Garis itulah yang akan menghubungkan komunikasi jiwa dan perasaan diantara mereka, sehingga posisi garis itu harus terus dijaga agar tetap dalam keadaan terentang, tidak kendor dan tidak terlalu tegang tapi dalam keadaan normal. Berpacaran berarti siap menerima keadaan pasangan masing-masing apa adanya. Bukan selalu mengharapkan sesuatu yang istimewa dari pasangan atau mengaharpkan pasangan selalu tampil sempurna karena sejatinya tidak ada manusia yang sempurna. Tapi dalam pacaran haruslah menjadikan pasangan yang tidak sempurna menjadi sempurna yaitu dengan saling berbagi dan melengkapi kekurangan dengan kelebihan yang dimilki.



Senin, 12 Juli 2010

KAMU DIMASA KU

Kembali ku teringat akan masa-masa indah yang sempat menjadi milik kita berdua. Berawal dari keinginan yang tidak disengaja. Hari-hari kita lalui dengan harapan-harapan indah dan semangat yang tinggi. Komunikasi berjalan lancar, berusaha saling memahami satu sama lain, mencoba membuka diri dan peduli akan keberadaanmu. Banyak detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun yang sudah kita lewati bersama. Semua terlewati dengan perasaan gembira dan senang, hingga akhirnya benih-benih cinta mulai timbul di antara kita. Kucoba untuk memberi yang terbaik padamu dan selalu mencoba tampil sempurna di depanmu. Kuajak agar kita sama-sama saling bersikap dewasa dalam menyikapi hubungan ini.



Pergumulan demi pergumulan kita lewati. Drimu yang jauh di seberang menjadi tantangan terbesar dalam hubungan ini. Setiap malam ku selalu merindukan hadirmu, dalam kesendirian ku selalu berharap kau ada di sampingku untuk menemani. Di saat aku sakit ku berharap kamu ada untuk menjagaiku. Di saat aku terjatuh ku berharap kamu ada untuk mengangkat ku kembali. Tetapi perhatian yang telah kamu berikan selama ini telah mampu menjawab pergumulanku.



Doa sama kita lalui berbulan-bulan untuk menguatkan hati. Memberi kuasa kepada Yang Maha Agung untuk membantu menjawab semua pergumulan yang ada. Begitulah waktu demi waktu kita lewati. Bersama Firman Tuhan di kala selesai kebaktian menghiasai hati kita, itu semua membulatkan tekadku akan cintamu. Dan sejujurnya aku telah yakin seutuhnya akan cintamu. Kerinduan yang kumiliki tak terbendung lagi, aku ingin bertemu diri. Di tengah kesibukanku aku berusaha untuk bertemu dirimu.

Menplaz menjadi saksi pertemuan kita. Aku begitu senang, gembira dan tak tertahankan rasa rinduku. Ingin saat itu aku memeluk dirimu tapi rasanya tidak mungkin di tengah keramaian. Akhirnya kita ngobrol sambil melepas rindu dan jantungku berdegup kencang, yang aku sendiri tak tahu kenapa bisa seperti itu. Tapi aku berusaha bersikap biasa di hadapanmu, kuperhatikan wajahmu yang manis, senyummu yang memesona seolah mengajak aku untuk tidak mau berpisah dari dirimu.
Namun dibalik semua rasa yang aku miliki timbul pertanyaan-pertanyaan yang sampai detik ini belum bisa kujawab. Kenapa kamu menyambut diriku seperti itu? Apakah ada yang salah dengan caraku? Apakah ada yang salah dengan penampilanku? Apakah aku tidak sopan dan masih banyak lagi pertanyaan yang timbul, mengalir seperti sungai menuju muaranya. Tapi aku berusaha tenang dan kusimpan semua pertanyaan itu dalam benakku.

Beberapa hari kita melewati waktu bersama di kotamu. Kita pergi mengunjungi beberapa tempat. Tantangan berat aku jalani, hujan yang turun tidak menyurutkan langkahku, tapi haruskah selama berjam-jam menunggu hadirmu? Kucoba untuk bersabar saat itu. Ketika aku kembali ke tempat perantauanku, kuberharap dirimu bisa menemaniku menuju bandara. Kutunggu hadirmu tidak ada, dan aku masih berusaha untu sabar walau hati kecil ini sudah menangis, menjerit mendengan alasan ketidakhadiranmu.
(bersambung)


Kamis, 08 Juli 2010

DIA DIMANA

Aku ingin menuliskan kisah atau pengalamanku bersama seorang temenku yang kini dia menyuruh aku untuk tidak menghubungi atau berkomunikasi lagi dengan dia.







Berawal dari telepon yang aku terima pas hari Minggu beberapa tahun lalu. Dia mencari tahu keberadaan seseorang melalui aku dan dia mendesak agar aku mau memberi informasi. Aku tanya dia siapa karena aku belum kenal dia sama sekali, tapi dia bilang kalau dia mengenal aku bersama abangku yang di Medan. Beberapa lama terjadi perdebatan melalui percakapan telepon hingga akhirnya dia mau ngaku bahwa orang yang dicari taunya itu adalah pacarnya yang saat itu lagi ada bersamaku. Untuk informasi bahwa pacarnya itu adalah “bere”ku yang kini dia sedang sekolah kepolisian di Bandung. Tapi karena mereka sedang libur sekolah maka kami pergi ke Jakarta ke rumah keluarga. Berawal dari percakapan itulah kami makin sering komunikasi via telepon, karena dia sering menanyakan kabar pacarnya tersebut melalui aku. Dan pada akhirnya aku tahu bahwa ternyata dia kakak kelasku juga dulu pas SMP. Dia kasih tau namanya siapa dan alamat rumahnya, aku berusaha mengingati mukanya tapi tetap aja aku gag bisa.







Hari-hari terlewati dan serasa kami makin kompak aja. Dia mulai terbiasa curhat samaku, bercerita tentang pengalamannya, tentang kuliahnya dan yang paling sering adalah tentang hubungannya bersama pacarnya tersebut. Ketika mereka ada masalah kami mencoba mencarikan solusi, memberi jalan keluar yang terbaik.

Ketika aku pulang kampung bulan februari 2008 yang lalu, dia dateng kerumah dan aku baru kenal dia bagaimana rupa aslinya (hahaa..). Aku juga makin dekat dengannya dan aku mulai terbuka juga untuk curhat sama dia. Aku cerita tentang kuliah ku juga dan siapa cewek yang aku suka saat itu. Aku minta tolong juga sama dia untuk membantu melancarkan proses hubungan ku bersama cewek yang aku suka itu karena memang kebetulan mereka sama-sama ada di Medan. Mereka sudah pernah ketemu dan aku pikir itu suatu pertanda yang bagus.

Sampai beberapa bulan terakhir ini hubungan kami sebenarnya baik-baik saja, makanya saya bingung ketika tiba-tiba dia membalas sms ku seperti itu. Aku tahu saat itu dia sedang pergi ke suatu tempat untuk liburan dan aku juga sudah sempet berpesan agar dia singgah di kotaku Bandung tapi saat itu dia gag janji bisa dan pastinya aku berharap dia punya waktu untuk berkunjung.

Saat ulang tahunnya aku berusaha mengucapkan selamat ulang tahun walau hanya via sms karena aku takut dia kecewa samaku karena aku menghubunginya. Tepat malamnya dia ku sms dan sms ku ternyata gag di balas juga. Aku gag mau menyerah begitu saja artinya aku gag mau harus putus komunikasi sama dia sehingga aku berusaha menghubunginya melalui fesbuknya. Kutanya bagaimana kabarnya dan aku berharap suatu saat ketika dia melihat wall ku dia akan membalasnya. Alhasil ternyata dia membalas wall ku juga walau setelah beberapa minggu kemudian, tapi setidaknya itu telah mengalihkan prasangka ku selama ini terhadap dia.

Dia bilang bahwa nomor HP sudah gag ada lagi dia simpen dan dia minta lagi dan nanti katanya dia yang akan mengubungi aku. Aku kasih saja melalui balasan wall tersebut dan sampai sekarang aku masih menunggu dia menghubungi aku untuk mendengar kembali curhatan/ ceritanya.
(hahaaa curcol..:)





Rabu, 16 Juni 2010

INSTAL CINTA KASIH

Install CINTA_KASIH

IT (IT Support) : Ya, ada yang bisa saya bantu?
C (Costumer) : Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstal CINTA_KASIH. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?
IT : Ya, saya dapat membantu anda… Anda siap melakukannya?
C : Saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang... Apa yang harus saya lakukan terlebih dahulu?
IT : Langkah pertama adalah membuka HATI anda. Tahukah anda dimana HATI anda?
C : Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstalnya sementara program-program tersebut aktif?
IT : Program apa saya yang sedang aktif?
C : Sebentar saya lihat dulu… Program yang sedang aktif adalah SAKIT_HATI.exe, MINDER.exe, BENCI.com, dan DENDAM.exe
IT : Tidak apa-apa. CINTA_KASIH akan menghapus SAKIT_HATI.exe dari sistem operasi anda. Program tersebut akan tetap ada dalam memori anda, tetapi tidak lama karena akan tertimpa program lain. CINTA_KASIH akan menimpa MINDER.exe dengan module yang disebut PERCAYA_DIRI. dll. Tetapi anda harus mematikan DENDAM.exe dan BENCI.com. Program tersebut akan mengakibatkan CINTA_KASIH tidak terinstal secara sempurna. Dapatkah anda mematikannya?
C : Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah anda memandu saya?
IT : Dengan senang hati. Gunakan Start Menu dan aktifkan MEMAAFKAN.exe. Aktifkan program ini sesering mungkin sampai BENCI.com dan DENDAM..exe terhapus…
C : OK, sudah… CINTA_KASIH mulai terinstal secara otomatis. Apakah ini wajar?
IT : Ya, anda akan menerima pesan bahwa CINTA_KASIH akan terus di-install kembali dalam HATI anda. Apakah anda melihat pesan tersebut?
C : Ya… Apakah sudah selesai ter-install?
IT : Ya, tapi ingat bahwa anda hanya punya program dasarnya saja. Anda perlu mulai menggabungkan HATI yang lain untuk meng-upgrade- nya.
C : Oops… saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan?
IT : Apa pesannya?
C : "ERROR 412 – PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT". Apa artinya?
IT : Jangan kuatir, itu masalah biasa. Artinya program CINTA_KASIH diset untuk aktif di HATI eksternal tetapi belum bisa aktif dalam HATI internal anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemrograman, tetapi dalam istilah non-teknis ini berarti anda harus men-"CINTA_KASIH"-i HATI anda sendiri sebelum men-"CINTA_KASIH"-i HATI yang lain.
C : Lalu apa yang harus saya lakukan?





IT : Dapatkah anda klik pull down directory yang disebut "PASRAH"?
C : Ya, sudah…
IT : Bagus… Pilih file-file berikut dan salin ke directory "MYHEART", MEMAAFKAN_DIRI_ SENDIRI.doc dan MENYADARI_KEKURANGA N.txt, sistem akan menimpa file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang salah. Anda juga perlu mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan program-program yang salah tidak muncul kembali.
C : Sudah… Hei! HATI saya terisi file-file baru. SENYUM.mpg aktif dimonitor saya dan menandakan bahwa DAMAI..exe dan KEPUASAN.com di-copy ke HATI. Apakah ini wajar?
IT : Kadang-kadang orang lain mungkin perlu waktu untuk men-download- nya. Jadi CINTA_KASIH telah terinstall dan aktif. Anda harus bisa menanganinya dari sini. Ada satu lagi hal yang penting,
C : Apa?
IT : CINTA_KASIH adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya kepada orang lain yang anda temui. Mereka akan share ke orang lain dan seterusnya sampai anda akan menerimanya kembali..
C : Pasti.. Terima kasih atas bantuannya…
IT : Semoga anda bisa menerapkannya dalam diri anda dan ke sekitar anda.

SUMBER: MILIS GOBATAK



Senin, 14 Juni 2010

Temanku, Aku Bingung

Aku ingin menuliskan kisah atau pengalamanku bersama seorang temenku yang kini dia menyuruh aku untuk tidak menghubungi atau berkomunikasi lagi dengan dia.

Berawal dari telepon yang aku terima pas hari Minggu beberapa tahun lalu. Dia mencari tahu keberadaan seseorang melalui aku dan dia mendesak agar aku mau memberi tahu. Aku tanya dia siapa karena aku belum kenal dia sama sekali, tapi dia bilang kalau dia mengenal aku bersama abangku yang di Medan. Beberapa lama terjadi perdebatan melalui percakapan telepon hingga akhirnya dia mau ngaku bahwa orang yang dicari taunya itu adalah pacarnya yang saat itu lagi ada bersamaku. Untuk informasi bahwa pacarnya itu adalah “bere”ku yang kini dia sedang sekolah kepolisian di Bandung. Tapi karena mereka sedang libur sekolah maka kami pergi ke Jakarta ke rumah keluarga. Berawal dari percakapan itulah kami makin sering komunikasi via telepon, karena dia sering menanyakan kabar pacarnya tersebut melalui aku. Dan pada akhirnya aku tahu bahwa ternyata dia kakak kelasku juga dulu pas SMP. Dia kasih tau namanya siapa dan alamat rumahnya, aku berusaha mengingati mukanya tapi tetap aja aku gag bisa.

Hari-hari terlewati dan serasa kami makin kompak aja. Dia mulai terbiasa curhat samaku, bercerita tentang pengalamannya, tentang kuliahnya dan yang paling sering adalah tentang hubungannya bersama pacarnya tersebut. Ketika mereka ada masalah kami mencoba mencarikan solusi, memberi jalan keuar yang terbaik.




Ketika aku pulang kampung bulan februari 2008 yang lalu, dia dateng kerumah dan aku baru kenal dia bagaimana rupa aslinya. Aku juga makin dekat dengannya dan aku mulai terbuka juga untuk curhat sama dia. Aku cerita tentang kuliah ku juga dan siapa cewek yang aku suka saat itu. Aku minta tolong juga sama dia untuk membantu melancarkan proses hubungan ku bersama cewek yang aku suka itu karena memang kebetulan mereka sama-sama ada di Medan. Mereka sudah pernah ketemu dan aku pikir itu suatu pertanda yang bagus.

Sampai beberapa bulan terakhir ini hubungan kami sebenarnya baik-baik saya, makanya saya bingung ketika tiba-tiba dia membalas sms ku seperti itu. Aku tahu saat itu dia sedang pergi ke Bali liburan dan aku juga sudah sempet berpesan agar dia singgah di kotaku Bandung tapi saat itu dia gag janji bisa dan pastinya aku berharap dia punya waktu untuk berkunjung.

Saat ulang tahunnya aku berusaha mengucapkan selamat ulang tahun walau hanya via sms karena aku takut dia kecewa samaku karena aku menghubunginya. Tepat malamnya dia ku sms dan sms ku ternyata gag di balas juga. Aku gag mau menyerah begitu saja artinya aku gag mau harus putus komunikasi sama dia sehingga aku berusaha menghubunginya melalui fesbuknya. Kutanya bagaimana kabarnya dan aku berharap suatu saat ketika dia melihat wall ku dia akan membalasnya. Alhasil ternyata dia membalas wall ku juga walau setelah beberapa minggu kemudian, tapi setidaknya itu telah mengalihkan prasangka ku selama ini terhadap dia.

Dia bilang bahwa nomor HP sudah gag ada lagi dia simpen dan dia minta lagi dan nanti katanya dia yang akan mengubungi aku. Aku kasih saja melalui balasan wall tersebut dan sampai sekarang aku masih menunggu dia menghubungi aku untuk mendengar kembali curhatan/ ceritanya.


Selasa, 25 Mei 2010

VALENTINE DAYS

Adegan nulis buku harian

Sebentar lagi hari Valentine, gue paling benci hari itu.Mungkin bagi seluruh pasangan didunia hari Valentine paling special tapi berbeda dengan gue,buat gue hari Valentine , hari yang membuat gue tidak bahagia , hari yang membuat gue harus menangis seharian ,hari yang membuat gue harus melupakan tanggal lahir gue, hari yang membuat gue harus melupakan Cinta, hari yang membuat gue harus kehilangan , hari yang harus gue lupakan dari ingetan gue….. pokoknya gue benci hari itu…
U pada pasti mau tauh kenapa gue benci hari itu?padahal hari itu bertetapatan dengan ultah gue.Bagaimana mungkin gue sampei bisa mengelupain hari ultah gue sendiri, pasti u berpikiran gue ude gile .tapi kejadian ini benar-benar terjadi dalam hidup gue. U pada pasti penasaran kenapa gue bisa benci hari itu?gue ceritain pengalaman gue ….

Adegan I

Dulu buat gue hari Valentine hari yang paling special, gue rela gx tidur seharian Cuma buat ngabisin malam Valentine bersama dengan orang yang gue cintai sambil duduk semalaman di kereta gantung , memandangi bintang dilangit and makan coklat berbentuk hati tapi itu hanya impian gue doang tapi kenyataan berbicara lain….
Justru dihari itu gue selalu dikecewakan sama pasangan gue.3 tahun berturut-turut gue sudah memberikan kesempatan buat diri gue untuk mewujudkan impian gue tapi nyatanya hasilnya selalu gagal dan gue dikecewakan.
Valentine Pertama


span class="fullpost">

Usia gue waktu itu genap 18 tahun.gue janjian sama cowok pertama gue untuk ngabisin malam valentine berdua seperti impian gue selama ini.gue tunggu cowok gue sampei jam 12 malam tapi dia tidak muncul juga. Gue pikir cowok gue bakal datang tapi ternyata cowok yang sedang berlari kearah gue orang suruhan cowok gue yang ngantarin surat buat gue yang isinya: “Cowok gue minta maaf karena gx bisa datang dan dia ngajakin putus”.Cuma begitu doang alasan dia gx nepatin janjinya ke gue.Saat itu pikiran gue kacau banget yang bisa gue lakukan Cuma nangis sekeras-kerasnya.Karena kejadian ini gue nangis 3 hari 3 malam.

Gue memang tipe orang yang gx mudah menyerah apalagi urusan cinta.gue bakal lakukan apa saja untuk mewujudkannya.Itulah sebabnya gue gx nolak waktu sahabat gue canda ngenalin temannya ke gue.
Valentine Kedua

Umur gue waktu itu hampir nginjak 19 tahun.Valentine tahun ini umur gue genap 19 tahun.umur segitu gue juga baru masuk kuliah.gue ambil jurusan Fotografer karena gue paling suka motret orang.Cowok yang dikenalin sahabat gue ganteng banget lebih ganteng dari cowok pertama gue.Gue juga ngajak janjian sama cowok gue ini untuk ngabisin malam valentine ditempat yang sama dengan cowok gue yang pertama.Gue senang sama cowok gue yang kedua ini, dia selalu datang ontime setiap janjian sama gue justru gue yang selalu ngaret…He…he.jadi gue yakin malam valentine kali ini gue pasti bakal berjalan sukses.sahabat gue benar-benar baik banget sama gue.tapi siapa yang bisa nebak, malam valentine gue yang kedua ini lebih buruk dari valentine gue yang pertama…cowok gue memang datang ontime tapi yang gue liat waktu gue nyampe cowok gue malah bermesraan dengan cewek lain.waktu itu hati gue hancur berkeping-keping belum lagi badan gue basah kuyub diguyur hujan dan yang lebih parah lagi ternyata cewek yang bermesraan dengan cowok gue,sahabat gue sendiri,canda.setelah gue nangis 4 hari 4 malam gue baru tahu ternyata canda sengaja ngenalin cowoknya ke gue Cuma buat ngabisin uang gue doang.Valentine gue yang kedua gagal lagi.

Bukannya gue gx mau kasih kesempatan yang ke tiga buat diri gue,tapi cewek mana yang tahan kalau selalu dikecewakan sampai 2 kali apalagi di malam Valentine.Rasanya gue ude gx ada tenaga dan semangat lagi untuk nyoba yang ketiga kalinya.tapi semuanya berubah sejak gue kenalan sama Mimi teman satu kampus tapi beda jurusan, gue kenal dia karena gue sama dia sama-sama masuk eskul kelas musik.gue memang belum bisa percaya Mimi 100% apalagi gue pernah dikecewakan sama sahabat gue sendiri.tapi gue ada keyakinan kalau Mimi bisa jadi sahabat yang baik buat gue.
Sebenarnya Mimi gx mau ngenalin cowok yang gue taksir.tapigue terus yang maksain dia untuk ngenalin ke gue.abiz gue ude naksir tuch cowok waktu gue liat foto didompet Mimi.Ternyata Mimi kenal tapi gx kenal-kenal banget sich.soalnya tuch cowok asal-asul ribet banget , sebenarnya yang kenal tuch bosnya paman Mimi punya keponakan…keponakannya itu punya teman..temannya itu punya sepupu…sepupunya itu punya teman…ribet khan ..ya uda gx usah diterusin lagi.gue aja sendiri masih bingung gimana nyeritain ke u.

Valentine Ketiga
Umur gue sekarang hampir genap 20 tahun waktu ngenal tuch cowok.Yang gue tahu cowok gue yang ketiga seorang eksekutif muda,baik ,ramah ,kaya tapi umurnya beda 10 tahun.Tua banget ya…usia gx penting yang penting dia orangnya setia segitu aja gue ude puas.Gue yakin 100% impian gue kali ini pasti bakal terwujud karena gue berangkat bareng sama cowok gue jadi peluang gue kali ini lebih besar dan kemungkinan gagal mungkin gx ada.Tapi siap yang nyangka juga kesempatan gue yang ketiga ini menjadi kesempatan gue yang terakhir kali.Padahal gue sama cowok gue ude sempet duduk didalam kereta gantung tapi sayangnya waktu pintu itu mau ditutup tiba-tiba saja ada sekelompok orang yang menyuruh kami keluar ternyata mereka polisi.Mereka lagi nyari buronan.Yang lebih gile lagi ternyata buronan itu cowok gue sendiri.gue sempet gx percaya kalau beberapa bulan ini ternyata gue ude sempet pacaran sama seorang criminal.hampir aja gue pingsan dan waktu itu sempet berharap kalau semua itu hanya mimpi saja tapi waktu gue buka mata gue lagi ternyata semua itu nyata.gue sempet nangis 7 hari 7 malam.Gue gagal lagi di Valentine gue yang terakhir kali…..
Adegan menangis

Mungkin gue gx bakal seegois seperti sekarang ini.kalau saja pengalaman itu gx gue alami sendiri.Alangkah baiknya kalau polisi itu datang lebih lambat 5 menit.gue pasti bisa mewujudkan impian gue dan gue bisa menjadi wanita yang paling bahagia walaupun hanya sesaat lebih baik daripada gue gx dapat apa-apa.Pengalaman pahit di hari Valentine bukan hanya itu saja gue benci kenapa gue bisa dilahirkan pada hari itu.hari Valentine hanya membuat gue tidak bahagia saja.Lengkap sudah penderitaan gue setelah gue mendapat kabar kalau Kedua ortu gue ngalamin kecelakaan dalam perjalanan pulang dari sehabis membeli kue ultah buat gue.Alangkah baiknya kalau ultah gue gx bertepatan dengan hari Valentine,ortu gue pasti gx bakal koma sampai hari ini.Saat mendapat kabar buruk itu secara berbarengan rasanya kepala gue ude mau pecah saja ..dan rasanya gue uda gx sanggup lagi ngejalanin hidup ini lagi.Hanya kata beruntung yang dapat gue ucapkan sampai hari ini, Mimilah yang telah nolongin gue.gue berhutang budi sama dia.Sejak peristiwa itu gue benar-benar ngelupain hari Valentine dibenak gue…

Kenalin nama gue Valeria,umur gue hampir genap 23 tahun .gue masih kuliah ditingkat semester akhir jurusan Fotografer.Sejak ortu gue kecelakaan semua harta milik keluarga gue pakai untuk biaya berobat ortu gue.Sekarang yang tersisa hanyalah rumah sederhana yang gue kontrak dan gue juga harus belajar hidup mandiri dan membiayai kuliah gue sendiri.sehabis pulang kuliah gue juga kerja sebagai fotografer panggilan diacara pernikahan.Walaupun nama gue Valeria tapi teman-teman gue lebih senang manggil gue “Tine”.nama itu pemberian dari sahabat gue Mimi.Gue juga gx tahu kenapa gue diberi nama seperti itu.Sebenarnya gue pengen nanya tapi niat itu gue urungkan karena gue gx mau ngeliat sahabat gue sedih lagipula yang terpenting sekarang Mimi senang dengan nama itu.Saking sayangnya gue sama persahabatan gue, gue rela nama gue diubah dalam akte lahir gue.sekarang harapan gue Cuma kepengen ortu gue bisa bangun dari komanya dan gue bisa nyenengin sahabat-sahabat gue.gue sangat bersyukur sekali Tuhan masih sayang sama gue ,Dia kasih gue sahabat-sahabat yang terbaik.Bagi gue Mimi,bom-bom dan Jojo merupakan bagian dari jiwa gue,gue rela ngelakukan apa saja demi mereka semua dan gue gx bakal bisa hidup tanpa mereka.merekalah yang memberikan gue kebahagiaan yang sempet hilang….

Gile banget yach..sahabat gue.Kenalin nama gue Mimi,umur gue sekarang 24 tahun.gue paling tua diantara teman-teman gue.gue masuk kuliah jurusan Sastra bahasa.Gue dikenal anak yang doyan makan and cerewet banget.Gue teman curhat Tine.Selain gue,bom-bom dan Jojo g gx pernah cerita tentang penderitaan Tine.Gue hanya cerita kalau Tine gx suka hari Valentine Cuma karena ortunya yang terbaring koma saja selebihnya gue gx pernah cerita.Mungkin suatu hari nanti gue bakal cerita sama mereka. gue sangat prihatin banget dengan kehidupan percintaan sahabat gue ini.Sejak peristiwa pahit 2 tahun yang lalu dia benar-benar ude gx percaya lagi dengan cinta.gx tauh dech sahabat gue mungkin bakal jadi perawan tua.gue harap sich hati beku dia suatu saat akan mencair dan suatu hari nanti dia bisa menemukan cinta sejatinya dan menghapus pemikiran gila dia.gue juga berharap suatu hari nanti sahabat gue yang keras kepala ini dapat menemukan cowok yang bisa mengugah hatinya.

Kenalin gue sahabat mereka pada.Nama gue Bom-bom.umur gue paling muda diantara mereka.gue masuk jurusan sastra drama.Gue paling gemuk diantara teman-teman gue yang lain soalnya gue paling doyan makan kemanapun gue pergi gue pasti bawa makanan.Cewek impian gue tuan putri maksud gue “Tine”.gue nyebut dia begitu karena wajahnya sangat mirip sekali dengan seorang putri.Gue paling sering nolongin tuan putri dalam hal materi.Maklum saja keuangan keluarga gue agak lumayan dibandingkan mereka pada.Dalam hidup gue selain makanan ,dua orang yang paling gue sayangin tuan putri dan mobil butut gue….

Kenalin nama eke Jojo,usia eke sama dengan umur Tine.eke masuk jurusan seni dan tari.Biarpun tampang eke kurus dan gaya eke kayak cewek tapi eke ini tetap pria tulen loch.Gue kenal mereka semua karena mereka pernah nolongin gue waktu dijambret didalam bus.eke dikenal mereka semua paling banyak punya akal.eke sering nolongin mereka lewat keahlian eke.bagi eke mereka semua sahabat terbaik yang diberikan buat eke…thanks..

Suatu hari Mimi,Jojo dan Bom-bom berniat mengajak Tine ke taman hiburan.Siapa yang menyangka kalau ditengah jalan mobil mereka mogok.ternyata sibom-bom telah membohongi mereka semua dengan menyulap mobil bututnya menjadi mobil mewah.Terpaksa mereka mendorong mobil butut itu sampai kebengkel dan berjalan kaki sampai ke TMII.saat mereka berjalan kaki ternyata sebuah mobil mewah melintasi mereka dan hampir menabrak Tine.Untung saja Tine hanya lecet dan terciprat tanah.Mereka mengajak Tine untuk bermain halilintar ,saat itu Tine sempet menolaknya tapi karena Tine tidak mau mengecewakan sahabatnya Tine akhirnya menuruti kemauan mereka.Benar juga setelah Tine turun dari halilintar tiba-tiba saja dia muntah-muntah karena tidak kuat.pada waktu muntah-muntah tiba-tiab saja muntahannya mengenai baju milik Valen(Cowoktampan pemilik beberapa taman hiburan di Indonesia yang baru pulang dari Amerika yang datang ke Indonesia berencana untuk meminta restu dari ibunya yangtinggal di Jakarta dan berencana bertunangan dengan Catherine di Jakarta setelah itu kembali ke Amerika untuk menikah.Selama hidupnya 2 orang yang paling Valen cintai yang pertama ibunya yang sedang sakit dan Catherine calon tunangannya).Tentu saja akibat ulah dari Tine berakibat fatal karena baju yang dimuntahinya itu milik orang penting.Apalagi kedatangan Catherine membuat masalah kecil ini menjadi panjang.Untung saja Jojo memiliki banyak akal,dia berpura-pura sebagai suaminya dan mengatakan kepada Valen dan Cathrine kalau Istrinya(tine) sedang hamil.Karena perkataan mereka akhirnya Valen dan tunangannya tidak memperpanjang masalah tersebut.Saat Tine mendapat panggilan untuk memotret seorang gadis kecil yang kaya tapi sedang sakit parah.Tine bertemu dengan ibunya Valen di rumah sakit.Siapa yang menyangka pertemuan mereka membuat mereka semakin lama semakin akrab.Tanpa sengaja Tine bertemu kemabli dengan Valen.Tine mendapat pekerjaan untuk memotret semua taman hiburan milik Valen.ternyata setiap pertemuan mereka,diam-diam Valen mulai mencintai Tine.Suatu hari kebersamaan Tine dan Valen diketahui oleh Catherine.Catherine tidak rela kalau tunangan itu direbut oleh cewek lain apalagi dia sudah menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan Valen dan harta kekayan milik keluarga Valen.Diam-diam Catherine merusak acara mereka berdua.Saat itu Valen berniat mengundang Tine diacara Ultahnya..Valen sudah menyulap Tine menjadi seorang putri.Tentu saja saat Teman-temannya mengantar Tine kerumah Valen.Valen begitu takjub sekali melihat kecantikan Tine.Hal ini membuat bom-bom cemburu.Betul saja Catherine mengacaukan semuanya.Catherine tiba-tiba saja datang dan mengumumkan acara pertunangan mereka didepan orang banyak dan mengatakan kepada semua orang kalau bulan depan sekitar bulan Februari mereka akan melangsungkan pernikahan DiAmerika,Tentu saja kabar itu membuat Tine bersedih.Tine berlari keluar, untung saja teman-temannya masih menunggu diluar.Mereka langsung mengjak pergi Tine.Setelah kejadian itu Valen langsung memutuskan pertunangannya dan mengatakan kepada Catherine kalau dia sudah mencintai wanita lain.Valen akhirnya berhasil membujuk Tine dan mereka kembali bersama.Catherinepun tidak tinggal diam,dia terus merusak hubungan mereka berdua,Catherine akhirnya berhasil menemukan kelemahan Tine.cathrine lalu mengajak bom-bom untuk bekerja sama untuk memisahkan mereka berdua.Awalnya bom-bom tidak mau tapi akhirnya dia terbawa hasutan Catherine.Mereka berdua akhirnya berhasil dipisahkan dengan cara bom-bom disuruh berpura-pura sakit.Akhirnya Tine berhasil dibohongi oleh bom-bom.Tine yang selama ini menganggap persahabatan paling penting dibandingkan apaun didunia ini akhirnya memutuskan hubungannya dengan Valen dengan berpura-pura kalau dia akan menikahi bom-bom.Tentu saja Valen tidak percaya begitu saja akhirnyanya Valen tahu kebenarannya.Tentu saja Valen mengajak Tine untuk kembali dengannya tapi Tine menolaknya.Tine disuruh memilih pilihan yang paling sulit dalam hidupnya ,Tine disuruh memilih persahabatannya atau memilih Valen.Tentu saja Tine sulit untuk memilihnya dan dia menyuruh Valen untuk tidak memaksanya tapi Valen terus memaksa karena tidak ada pilihan lain Tine akhirnya memilih persahabatannya dan meninggalkan Valen.Hal ini membuat Tine sedih sekali,dia menangis didepan teman-temannya dan memarahi Mimi yang membujuknya untuk mencoba menerima pria lain tapi kenyataannya yang diterima dia harus berpisah kembali.Tine juga bilang ke Mimi kalau sesaat dirinya sangat bahagia sekali karena Valen mengajaknya untuk mewujudkan impiannya.Akhirnya Mimi pun menceritakan kesedihan yang dialami Tine ke Jojo dan Bom-bom.Stelah mendengar kenyatan itu bom-bom berniat menceritakan yang sebenarnya kepada Valen.Tapi semuanya itu sia-sia karena Valen tidak mempercayai perkataan Bom-bom dan malah mengusirnya dan melanjutkan acara pertunanganya.Sehari sebelum kepergiaan Valen bersama dengan tunangannya Mimi,bom-bom dan Jojo meminta untuk yang terakhir kalinya mendengarkan cerita yang sebenarnya.Setelah mendengar semuanya Valen mencari Tine kesemua tempat akhirnya temannya memberitahu kalau Tine berada dirumah sakit sedang menemui ayah dan ibunya.Valen yang secara tidak sengaja mendengarkan doa Tine sangat terharu sekali.Lalu dia mengajak Tine mewujudkan impiannya walaupun besok barulah hari Valentine.Akhirnya impian Tine terwujud sehari sebelum hari Valentine.Tine sangat senang sekali.Valen juga mengajak Tine untuk berdoa demi kesembuhan ayah dan ibu Tine.Setelah itu Valen mengajak Tine bertemu dengan ibunya dirumah sakit,sebelum ibunya Valen meninggal dia sempet mengucapkan beberapa kalimat kepada mereka berdua,”Tine..ibu harap kamu dapat bahagia dan dapat mengambil hikmah dari semua penderitaan kamu dan ingat jangan pernah membenci hari Valentine….”..Ibu nya Valen juga meninggalkan pesan kepada anaknya”Valen…kamu terlahir untuk membahagiakan Tine”.setelah mengucapkan kata-kata terakhir akhirnya Ibunya Valen meninggal.Valen dapat mnerima kepergian ibunya karena sudah tahu kalau suatu saat nanti ibunya akan pergi juga.Setelah menyuruh orang mengurusi pemakaman ibunya.pada malam hari itu juga Valen mengajak Tine untuk bertemu kedua orang tua Tine.Valenpun meminta mereka berdua untuk sadar dan membisikkan beberapa kata ditelinga mereka berdua.Valenpun mengajak Tine untuk jalan-jalan keluar dan meminta tIne untuk menikah dengan dirinya dan pergi ke Amerika bersamanya.Tapi Tine menolaknya.Tine malah berkata kalau dia bersama Valen hanya akan membuat orang-orang disekelilingnya menderita dan Tine tidak ingin membuat orang-orang yang dicintainya itu menderita dan terluka seperti dirinya.Tine menyuruh Valen untuk bahagia bersama dengan Catherine.Akhirnya Valen tidak bisa berkata-kata apa-apa selain melepaskan Tine.Sebelum mereka berpisahkan Tine sempet mengatakan kalau dirinya sangat bahagia bisa bertemu dengan Valen dan Tine berharap dikehidupan yang akan datang dapat merayakan hari Valentine bersama dengan dirinya.Tine juga sempet berkata kepada Valen kalau dirinya yang membuat Tine bahagia dihari Valentine dan selamanya tidak akan membenci hari itu dan hari Valentine akan menjadi hari yang paling special dan hari yang paling aku tunggu-tunggu.Tine juga mengucapkan “HaPPy Valentine” yang tidak akan dia ucapkan pada hari Valentine karena bertepatan dengan kepergiaanya.

Keesokkan harinya bertepatan dengan hari Valentine yang juga bertepatan dengan kelulusan Tine..dkk.Pada hari Tine tampak begitu semangat sekali.sahabatnya Mimi tidak pernah melihat Tine bisa sebahagia hari ini dan tersenyum begitu lepas dan mengucapkan selamat hari valentine kepada semua orang disekelilingnya.Mimi dkk sebenarnya sangat bahagia melihat Tine tanpa mereka merasa ada sesuatu yang kurang dalam diri Tine.Tinepun berpamitan bersama dengan teman-temannya karena ingin menjeguk ayah dan ibunya untuk mengucapkan Happy Valentine tapi sebelum Tine pergi,temannya mimi sempat menyuruh Tine untuk mengejar Valen kebandara.Tine hanya tersenyum sajja dan tidak mengatakan sepatah katapun lalu dia pergi.

Sesampainya tIne dirumah sakit,dia membisikkan Happy Valentine kepada ayah dan ibunya.sesaat setelah dia membisikkan kata-kata itu tiba-tiba saja kedua orang tua mereka tersadar.Saat tine ingin memanggil dokter tiba-tiba saja ayah dan ibunya Tine berkata kepada anaknya “Bukankah hari ini kamu harus melewati malam Valentine bersama dengan Valen kenapa kamu masih disini”.Tentu saja tine sangat terkejut sekali dengan ucapan kedua orang tuanya.Tanpa membuang-buang waktu Tine memanggil dokter dan setelah iti Tine langsung buru-buru pergi kebandara untuk mencegah Valen pergi.Karena tidak dapat menemukan kendaraan Tine akhirnya meminta Bom-bom dkk untuk menjemputnya langsung saja bom-bom pergi menjemput tine.sambil menunggu bom-bom Tine terus berdoa memohon agar dirinya dapat melewati malam Valentine bersama dengan Valen.Begitu bom-bom sampai langsung saja mereka pergi.Lalu Tine bertanya kepada Bom-bom kenapa Dkk tidak ikut bersamanya.Bom-bom memberitahukan kalau mereka sedang mengejar kebahagianmu.tentu Tine yang sedang bingung dan panic tidak menyadari ucapan bom-bom.Saat menuju ke bandara tiba-tiba saja mobil butut milik bom-bom mendadak mogok.Tapi Tine terus berdoa dan memejamkan matanya agar mobilnya tidak mogok.Saat Tine memejamkan mata Bom-bom melihat Tine benar-beanr seperti seorang putrid.Dengan kerja keras bom-bom akhirnya mobil tersebut bisa berjalan kemabli.Tapi siapa yang menyangka saat mereka sudah mau sampai ke bandara tiba-tiba saja jalanan menuju ke bandara macet.Tanpa membuang-buang waktu Tine langsung berlari menuju bandara dan melepaskan sepatunya.Tine berlari tanpa alas kaki.Semua orang yang melihat kegilaan Tine langsung memberikan semangat kepada Tine.Tentu saja berkat semangat semuanya akhirnya Tine berhasil sampai dibandara.

Tine terus berlari tanpa menghiraukan sekelilingnya didalam benaknya hanya ingin bertemu Valen.Tine mencari kesetiap sudut tempat dibandara dan berteriak-teriak memanggil Valen sambil mengatakan kalau dirinya sangat mencintai Valen dan tidak ingin menghabiskan malam Valentine tanpa Valen.Bukan main terkejutnya Tine saat melihat pesawat terbang itu lepas landas.Tine langsung bertanya kepetugas.lalu petugas mengatakan bahwa pesawat itu memang tujuan ke amerika dan nama yang disebutkannya tadi sudah naik ke pesawat terbang.Siapa yang menyangka ternya Valen tidak ikut pergi bersama dengan Catherine.Catherine akhirnya sadar setelah mendengar cerita Mimi dan Jojo dan memberikan kaset rekaman berisi percakapan Valen dan Tine sebelum berpisah.Mendengar cerita itu Catherine sangat terharu sekali bahkan dia menangis sangat kencang sekali.Ternyata Mimi dan Jojo tidak ikut bersama bom-bom karena berencana untuk menghalangi kepergian Valen.Valen yang saat itu berada dilantai atas sangat sedih sekali dan ingin menghampiri Tine yang sedang menangis.tapi mimi dkk melarangnya karena mereka masih punya rencana lain.

Tine pergi begitu saja dari bandara dan pergi menuju taman hiburan seperti yang diinginkan selama ini bisa melewati malam Valentine bersama dengan pria yang dicintainya.Tine hanya berteriak dan menangis sambil memandangi kereta gantung.Dalam keadaan sedih Tine dan pasrah Tine masuk kedalam kereta gantung itu sendiri.Tiba-tiba saja saat dia ingin masuk disekelilingnya ada nyala lampu dan suara petasan dan kembang api serta di langit langit ada tulisan “Happy Valentine” dan “Selamanya Valen Cinta sama Tine”.Melihat tulisan itu Tine begitu terkejut dan dia membalikkan badannya ternyata yang dia lihat Valen didepannya.Valenpun mengatakan”Tine aku juga mau ikut naik bersama denganmu dan menghabiskan malam Valentine bersama denganmu”.Tine hanya tersenyum ,terdiam dan sambil menghapus air matanya.Valen berkata kembali”Kamu tidak mau mengajakku dan memelukku”,.Langsung saja Tine berlari menuju kearah Valen dan memeluknya.dan Valen membisikkan ketelinga Tine “Happy Valentine”Akhirnya mereka menghabiskan Malam Valentine berdua sambil naik kereta gantung,memandangi bintang dan memakan coklat berbentuk hati.seperti yang selalu diimpikan Tine selama ini.

Ternyata dari semua penderitaan yang dialami Tine mengandung maksud tersendiri.Nama yang diberikan Mimi pun mengandung arti bahwa suatu saat nanti dia berharap sahabatnya dapat menemukan seorang pria yang dia cintai yang bernama “Valen” dan dia memberi nama sahabatnya dengan nama “Tine”.kalau digabungkan menjadi “Valentine”.


TAMAT
Dicomot dari situs sebelah…(lupa gw)


Senin, 15 Maret 2010

PENGANTIN ABADI

Cerita ini saya kutip dari tulisan Bang Jolly, sorry ya bang lansung caya caplok tanpa izin ke abang terlebh dahulu…. Menarik soalnya (heheeee…)


Matahari sungguh bersahabat menyinarkan cahaya mata apinya pada punggung pagi yang cerah. Pun kemilau gilau memantul pada helai-helai tanaman hijau berbunga, yang tumbuh di sekitaran seolah menjadi cermin pantul cahaya. Bebutir air yang tersangkut malam, masih terlihat satu-satu pada kelopak megah bunga-bunga menyambut biru mega, tertata rapi di pinggiran bangunan jalan, pada taman-taman yang berkelompok simetris. Semua yang berada pada putaran waktu bumi serentak bernyanyi riang dan gembira menggemakan warna warni sempurna menyambut tiba dan hadirnya sepasang kekasih abadi yang berpadu ikrar janji sehidup semati.

Mada dan Fawa berjalan menyusuri taman bunga yang bermekaran di halaman depan sebuah bangunan tua megah yang telah berdiri ribuan tahun. Pendamping, sanak saudara, dan para undangan yang turut serta seketika memberikan arah ruang gerak kosong yang menjadikan binar pengantin pada saat itu terfokus. Genggam mesra pada dua tangan yang merapatkan sentuhan dengan halus menjadi bintang yang menyentuh sinar dan lalu bercahaya berjalan beriringan di hari yang bahagia yang telah dinanti-nantikan sejak lama.

Pada laras langkah kaki menggema, hening menyambut diam para undangan yang memiringkan kepala dan badan untuk memandang langkah kaki pengantin memasuki pelataran bait itu. Decak kagum terlihat pada sungging lesung senyuman yang mengukir harunya pada setiap pipi makhluk yang hadir di tempat itu. Itulah peran senyum lesung yang tertahan menawan. Melecutkan haru dan kagum tanpa harus terbahak. Adakah hari yang lebih indah dari bahagia yang bersatu pada sepenghujung rindu dan cinta menyatukan diri pada ikrar janji sehidup semati sosok insan yang sedang berjalan ini?

Tanpa keragu-raguan setitikpun, Mada dan Fawa, sepasang kekasih abadi saling menyatukan tatapan bening mata. Bening mata yang mengusir dan membersihkan debu-debu yang berkejaran dengan angin yang kerap menempelkan diri di setiap langkah mengalahkan detik waktu. Waktu seolah berhenti, ruang seolah sepakat memberikan saat-saat terbaik menjelang kesempurnaan memeluk sang pengantin abadi.

Iringan lagu riang bukan meriah dari lotspiker, turut mendayu selandai bayu yang terayun seperti hendak membaringkan permadani nada ayu kemayu nan menawan dalam stanza iringi langkah kencana pengantin menyambut kereta altar.

Terdengarlah senandung lagu "Let it be me", sebuah lagu dari Francis yang digubah Gilbert Becaud yang pada kemudian hari dinyanyikan kembali oleh musisi dan penyanyi Bob Dylan dengan apik sempurna menggema. Lagu ini melenakan sekaligus memusatkan seluruh perhatian kepada langkah-langkah pengantin. Pun beberapa kalangan dengan berani menyatakan bahwa lagu ini adalah lagu pengiring pengantin abadi. Lagu abadi untuk pengantin abadi. Perpaduan yang menarik dan menawan bukan.

Sejenak perhatian kembali berkumpul pada punggung pasangan pengantin yang sedang menyisir menaiki anak tangga altar satu persatu dengan nada langkah yang lemah lembut. Disana telah menunggu penjaga-penjaga bait altar yang bertugas melaksanakan tugas dan menjalankan fungsinya. Salah satunya menikahkan pasangan pengantin yang biasanya dilaksanakan oleh pekabar berita altar.

Ya, berita altar yang menjadi berita cerita yang berulang-ulang digemakan dari mimbar. Pun terkadang menjelma menjadi bahan cerita pun dalam suasana suka ceria pun dalam duka derita. Itulah hidup, penuh suka ceria bergayut duka derita, diulang-ulang seperti radio abadi dari pengeras suara berita mimbar, tempat pengantin saat ini menghadap suci altar.

Nampan bertalam tahana perak perlahan mendekat memecah ruang antara penjaga bait dan pengantin yang berdiri penuh gelegar rindu dan cinta yang hendak menyatu satu rupa dan dupa. Para undangan yang duduk manis di kursi-kursi belakang menanti sepenuh harap akan ucap sumpah sehidup semati di hadapan altar yang suci.

Sebelum jemari berpadu satuan genggam, tubuh berpeluh getar satuan desah, hasrat membahana gelar satuan asmara abadi, pekabar berita altar membacakan pengumuman terakhir. Sebagai pertanda bahwa satu kehidupan yang lama telah berlalu, dan kehidupan baru menjelang di hadapan penyatuan dua insan dalam mahligai ikrar janji sehidup semati.

"Adakah yang keberatan, terhadap penyatuan kehidupan dua insan di hadapan saya ini?"
Suara berat itu bernada mencari tahu menyelisik gerakan tangan yang mengacung ke udara membelah keheningan suasana beberapa saat pertanyaan itu terlempar dari mimbar altar.

Sesama hadirin saling melongok menengok dan memandang mata-mata yang bertaburan di sekitaran. Perihal apakah ada gerangan satu ekor makhluk yang mengibaskan ekor suaranya meneriakkan lengking pekik keberatan mengudara sebelum cincin melingkar di jari tangan pasangan pengantin.

"ADA!, keberatan ini bukan asal-asalan, keberatan ini berdasar pemikiran. Pun di kitab-kitab dituliskan. Termasuk kitab bait altar. Disana tertulis, pada kisah penciptaan manusia pertama. Mada dan Fawa itu saudara sedarah, sejak Adam dan Hawa. Apakah bait altar menyatukan saudara sedarah dalam pernikahan bertudung suci berbalut emas cincin?"

Lengang suara berat bernada bariton itu terdengar dari sudut pojok kiri bait altar. Seorang lelaki berjubah hitam bermata merah, berambut tak beraturan, kedua tangan berada disaku celana. Suara itu lantang membahana padahal diucapkan seperti berbisik saja.

Seketika para hadirin menjadi berwajah tanya, penuh tanda tanya. Bicara apa orang ini, sinting! Darimana asalnya usul sedarah saudara itu mengalir dari kerongkongannya. Pun pekabar altar kehabisan nada suara. Tidak seperti biasanya berkoar-koar membentak jemaat yang mengantuk setiap berita cerita didongengkan.

Mada dan Fawa terhenyak kehilangan pegangan. Tanpa disadar, jemari telah saling pegang erat, seolah menghadang rasa takut yang setibanya menjalar menjulur dari sulur-sulur mulut si pekeberatan. Ya, keberatan yang hampir jarang sekali terdengar pada setiap akad-akad pernikahan muda mudi. Mada dan Fawa mendekat satu sama lain. Menyatukan detak jantung, getar hati, suara jiwa, menghadapi pertanyaan aneh yang tidak lazimnya itu. Hampir saja merusak hari terbahagia pasangan abadi ini.

Sesama segenap makhluk kini menjadi berwajah bingung, kehilangan putusan. Seolah menyusup ke sanubari masing-masing, sebuah getir sayat kebenaran dari kata per kata yang keluar dari balik jubah lelaki berjubah hitam bermata merah nyala.

"Tidak, tidak.. ada aturan dengan jelas menyatakan, bahwa perkawinan sedarah itu haram. Hanya jalang yang tak tahu jalan yang mengawini saudara sedarah"
Teriak lepas dari seseorang di sudut kanan di barisan depan bait altar.

"Lah, loh, ayah...ibu..saudara itu apa? sedarah itu apa? manusia itu apa?"
Seorang bocah baru belajar membaca di sekolahan menghentikan alunan bingung di kepala kedua orang tuanya yang duduk di barisan tengah mengapit tubuhnya yang kecil di selang tengah.

"Anak kecil jangan banyak tanya, turut saja sama perintah orang tua, diamlah nak, jangan sok pintar"
Mencoba bijak sang ayah memberikan jawaban, yang sepertinya tak ada sangkut pautnya dengan pertanyaan. Sementara ibu biasanya tak banyak bicara, tak perlu tanya jawab, ia langsung bertindak sepenuh cinta kepada anaknya. Itukah bijak ayah? Pertanyaan terakhir yang sekaligus membungkam kepala cair si anak mungil yang suka jahil menjahit tanya di udara. Semoga saja kepala cair si anak tidak membeku menjadi kepala batu.

Suasana hening, mencengang. Bukan cekam namun hanya sebentuk kebingungan yang berbisik dimana-mana. Tapi tak satupun solusi diketengahkan. Pun aturan peraturan tak menjawab persoalan keberataran si lelaki pengkeberatan.

"Jadi, kami harus bagaimana saudara-saudara sekalian?"
Penuh harap akan sebuah solusi nyata, mengalir dalam suara memecah keheningan. Membelakangi altar sudah pasangan ini, membelakangi wajah tampan si pekabar berita, dan tanpa sadar telah menghadap wajah si lelaki pengkeberatan. Barangkali tanya itu juga sengaja dilemparkan ke telinga besar si pengkeberatan yang tanpa aling pikir menginterupsi keindahan seketika.

"Sayang, aku tidak tahu harus berkata apa, kehadiranmu adalah segala arti bagiku, cinta yang membalut aku dan kau seutuhnya, sesungguhnya bukan cinta melodrama sinetron lama ketinggalan jaman. Cinta kita bukan cinta biasa sayang. Cinta ini abadi. Fawa, pengantin wanita Mada mengenyuhkan tubuh kata di kedalaman hatinya yang lemah lembut penuh kasih penuh pengertian dan pengharapan"

Sejenak, Mada melepas tatap ke wajah bingung si pekabar berita yang cuma bisa membaca teks berita. Tersirat disana, di bola mata itu, tidak ada jawaban!!. Bola-bola mata yang kehilangan tajam pandang, menyatu bersama ilusi khayalan. Ya, itulah pertanda sebuah keputusan mesti segera dikumandangkan. Cukup!! ENOUGH!!

Lalu Mada menarik tubuh gemulai Fawa kekasih sejatinya. Mengucapkan sebuah bisikan abadi dari getar suara membelai alunan nada telinga Fawa.

"Fawa, sayang...
tahukah kamu disekujur tubuhmu tak ada siku siku.
hanya landai lesung dan gunung.
selalu selamanya membuatku tersenyum pulung riang dan gembira.
aku menyelancar menuruni menaiki setiap jengkal mu.
disana aku tak pernah terluka.
hanya tergelincir dan terjerembab."

Tiba-tiba, Mada mengecup mesra bibir merah ranum Fawa. Hanyut dalam kecupan abadi yang terindah. Di hadapan sang altar yang membisu. Kemudian sang pasangan kekasih abadi tersenyum menawan, melambaikan lambaian terakhir penuh kenangan.

Gambaran lambaian ucapan terima kasih yang paling sederhana dan asli. Segala tanya dan kebingungan tak lagi menjadi persoalan. Pun jawaban tak lagi diperlukan. Aturan dan peraturan yang batu dan paku, suci dan syahih, tak lagi menjadi kekangan memenjara. Kini, yang ada hanya Cinta. Jenis Cinta yang baru. Kasih Putih, keutuhan rindu dan cinta, Mada dan Fawa.

Pasangan abadi berlalu. Kembali menjejakkan langkah di permadani keindahan yang menyambut kedatangan dan kehadiran di awal kenangan. Cincin emas jemari tak lagi menyilaukan mata. Biar itu menjadi semiliknya pekabar berita. Barangkali mereka akan tersenyum merekah kejatuhan rejeki nomplok tiba-tiba. Kaki langkah berjalan dalam kesederhanaan utuh.

Antara Mada dan Fawa, tiada lagi tembok pemisah. Putih sudah lintasan kenangan, putih sudah rajutan harapan. Kembali alunan nada "Let it be Me" dari getar suara Bob Dylan menyuarakan sunyi hening senyaring bening...

Demikian syair lagu itu berkumandang membahana...

I bless the day I found you
I want to stay around you
And so I beg you, let it be me

Don't take this heaven from one
If you must cling to someone
Now and forever, let it be me

Each time we meet love
I find complete love
Without your sweet love what would life be

So never leave me lonely
Tell me you love me only
And that you'll always let it be me

Each time we meet love
I find complete love
Without your sweet love what would life be

So never leave me lonely
Tell me you love me only
And that you'll always let it be me

(song cover: Bob Dylan)

Di halaman depan bait altar, tersenyum menawan si lelaki berjubah hitam bermata merah nyalang. Seketika waktu tercengang lengang. Lelaki itu laksana sebuah keajaiban. Menjelma menjadi Rajawali Gagak Hitam sehitamnya hitam, dengan mata merah semerahnya merah. Cakar-cakar kaki serupa pedang bernyala sinar hitam.

Dari paruh waktu mulut Rajawali Gagak Hitam bergetar sebuah kenyaringan suara.
"Mari kekasih, Kasih Putih. Naiklah di pundakku yang Hitam. Kubawa kasihmu terbang melintasi gemintang ufuk bintang. Merah mataku menjadi penunjuk ekor lintasan kenangan dan harapan.
Merah Putih Hitam, menuju bintang menjadi bintang, bersinar berpendar cahaya semesta raya, sekarang dan selamanya.


Translate
TINGGI IMAN - TINGGI ILMU - TINGGI PENGABDIAN

Visitor