Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 November 2011

KITA TIDAK TAHU


Kita tidak tahu laut itu seberapa DALAM, tapi kita harus tahu seberapa
DALAM kita MENGENAL orang yang kita cintai,

Kita tidak tahu langit itu seberapa TINGGI, tapi kita harus tahu
seberapa TINGGI kita MENGHARGAI orang yang kita cintai,

Kita tidak tahu bulan itu seberapa INDAH, tapi kita harus tahu
seberapa INDAH MASA2 yang telah kita LEWATI dengan orang yang kita cintai,

KIDUNG ANAK NEGERI


Kidung- kidung duka bergema di sudut negeriku,
Derai tangis anak negeri serasa menyayat jantung nusantaraku,
Tapi bangunan pencakar langit itu diam membisu, gag mampu menyerap gaung kesunyian harapan,
Dengan memakai seragam, dasi dan topi SD anak negeri menelusuri lintang pertiwi,

Senin, 26 September 2011

CURAHAN HATI TERANIAYA

Banyak hal yang ingin kuketahui tentangmu.
Selalu aku ingin tahu kamu lagi ngapain disana.
Sejak awal aku sudah bilang, bahwa aku ada hanya untukmu.
Kuyakinkan bahwa gag pernah ada wanita lain di sisi ini seistimewa posisimu karena engkau adalah segalanya bagiku.

Rabu, 23 Februari 2011

BIARLAH SEMUA BERLALU

Biarlah semua hari berlalu
Biarlah semua kenangan pergi
Biarlah semua harapan jauh meninggalkanku,
Mungkin inilah rasa yang harus kujalani
Rasa yang lama kupendam dan tak terbalas,
Tak berbalas karena kau akhirnya tidak setia pada dirimu sendiri
Tidak setia pada janjimu sendiri.




Dulu…..
Kau pernah bilang kau juga sayang samaku
Pernah bilang kalau aku itu istimewa bagimu
Dan jarak yang memisahkan kita tidaklah menjadi halangan.
Komunikasi kita jalin bersama,
Sms, telpon dan chating menjadi komunikasi kita
Dan tak lupa kita selalu doa sama.
Tapi tak pernah terpikir olehku
Bahwa kamu akan meninggalkan ku
Karena hatiku sepenuhnya sudah kucurahkan samamu
Keyakinanku saat itu penuh bahwa kita adalah untuk selamanya.
Tapi ternyata, kau bohong sama dirimu sendiri
Kau pergi meninggalkanku tanpa ada suatu alasan yang jelas.
Dan kini aku disini,
Berjalan seorang diri….


Jumat, 11 Februari 2011

KALAU HATI BERUBAH

Kita tak bisa menghentikan hujan atau menutup terik matahari dengan awan,
Tapi kita bisa menggunakan payung!

Kita tak bisa merubah arah angin namun kita dapat menyetir layar perahu

Kita tak mungkin mencabut semua duri-duri di semua
jalan namun kita bisa mengenakan alas kaki yang tebal!

Kita tidak bisa menutup mulut semua orang namun kita bisa belajar tuli.

Kita tidak perlu susah-susah merubah keadaan, dan tak
perlu buang waktu merubah orang lain.




Yang perlu kita ubah adalah
hati kita. Kalau hati berubah, keadaan akan berubah!
Kalau hati menjadi baik,
ucapan dan perilaku akan menjadi baik,
Tak perlu mendesak orang menjadi baik, orang-orang
akan menjadi baik dengan sendirinya...





TELAH BERLALU

Biarlah semua hari berlalu
Biarlah semua kenangan pergi
Biarlah semua harapan jauh meninggalkanku,
Mungkin inilah rasa yang harus kujalani
Rasa yang lama kupendam dan tak terbalas,
Tak berbalas karena kau akhirnya tidak setia pada dirimu sendiri
Tidak setia pada janjimu sendiri.





Dulu…..
Kau pernah bilang kau juga sayang samaku
Pernah bilang kalau aku itu istimewa bagimu
Dan jarak yang memisahkan kita tidaklah menjadi halangan.
Komunikasi kita jalin bersama,
Sms, telpon dan chating menjadi komunikasi kita
Dan tak lupa kita selalu doa sama.
Tapi tak pernah terpikir olehku
Bahwa kamu akan meninggalkan ku
Karena hatiku sepenuhnya sudah kucurahkan samamu
Keyakinanku saat itu penuh bahwa kita adalah untuk selamanya.
Tapi ternyata, kau bohong sama dirimu sendiri
Kau pergi meninggalkanku tanpa ada suatu alasan yang jelas.
Dan kini aku disini,
Berjalan seorang diri….


Selasa, 25 Mei 2010

Panji yang Hilang, Tersadar

Tak terasa telah lama aku tertidur di ruangan ini
Ruang yang dulu aku anggap mampu membuat aku besar
Ruang yang aku pikir aku bisa berdinamika, bereksperimen, berdialog, berdiskusi, belajar teologi, semuanya...
Hingga bisa membentuk kepribadian dan karakterku secara utuh

Huhhh.... tak harus menyesal
Itu prinsip yang tiba-tiba terbersit ketika aku terbangun dari tidur
Kuteguk kopi pahit yang ada di meja bambu
Tak biasanya aku menikmati kopi di ruangan ini
Tapi entah kenapa saat ini aku ingin meneguknya
Pertanda bahwa senua rasa itu harus aku jalani

Kulayangkan pandanganku ke luar
Huuhhh macet dimana-mana
Dan gerimis mulai menyirami kotaku
Tersadar bahwa esok adalah hari libur
Sehingga lajim bagi kotaku untuk macet
Saat itu aku berenung.... lama dan aku terdiam



Di tengah kebisuanku aku terkaget
Aku melihat bahwa panji-panji tubuhku hilang sebagian
Tak sadar kemana pergi atau diambil seseorang
Kucoba mencari di rak-rak kosong
Kubuka lemari-lemari tua tempat file-file usang masih tersimpan
Laci-laci meja kubuka dan setiap sudut kugeledah
Kesimpulannya panji-panjiku telah hilang

Aku kembli duduk di kursi bambu yang udah reot
Kusandarkan punggungku ke badan kursi
Mencoba duduk sempurna walau terasa sakit
Namun harus kupaksakan untuk merasa nyaman

Kuteguk lagi kopi pahit yang masih sisa
Membuat tenggorokanku merasa disiram oleh air kehidupan
Sesaat pikiranku tercerahkan
Seolah-olah membuka cakrawala berpikirku
Banyak terlintas kata, kalimat, umpama, peribahasa, kata-kata bijak dan semuanya itu
Tapi saat itu hanya satu yang bisa kutangkap
“tak harus sempurna tubuhmu jika kamu ingin melayani’
Itulah kalimat yang berhasil kutangkap dan segera kutuliskan di hatiku dengan tinta emas
Agar jangan pernah hilang atau terlepas dimakan waktu

Aku tersadar bahwa panji-panji tubuhku yang hilang
Tidak sepatutnya menjadi alasan bagiku untuk kembali tertidur dan diam di ruangan ini
Kukencangkan sepatuku, kupasangkan ranselku dan akupun melangkah keluar
Aku telah siap melayani dengan kekuranganku.

Selasa, 02 Maret 2010

HILANG CINTA







Bertahun-tahun telah berlalu
Menjalani kehidupan tanpa hadirmu
Tapi tak ada yang telah berubah
Semua rasa itu masih tersimpan indah dalam hati
Hingga saatnya kuberikan untuk milik kita bersama

Saat masa itu telah datang
Aku mencari dan berharap sosokmu
Tapi lama kutunggu dan sabar menanti
Hingga aku tak berdaya mendengar kabar
Kau telah pergi untuk menjadi bagian dari hidup orang lain
Dengan alasan aku meninggalkan dirimu
Hancur hatiku, remuk, lepas jiwa
Kepada siapakah aku mengadu?

Sedih hiks...hiks..hiks...

PANJI HIDUPKU

Tak terasa telah lama aku tertidur di ruang ini
Ruang yang aku anggap dulu mampu membuaku besar
Ruang yang aku pikir aku bisa berdinamika, berwacana,
Bereksperimen, berdialog, berdiskusi, belajar teologi, semuanya
Hingga bisa membentuk kepribadian dan karakter secara utuh.
Huhh…Tak harus menyesal
Itu prinsip yang tiba-tiba terbersit tatkala aku terbangun dari tidurku.


Kuteguk kopi pahit yang ada di meja bambu
Tak biasanya aku menikmati kopi di ruangan ini
Tapi entah kenapa saat ini aku mencoba meneguknya
Pertanda bahwa semua rasa itu harus aku jalani.
Kulayangkan pandanganku ke luar
Huhhh.. macet dimana-mana
Dan gerimis mulai menyirami kotaku
Tersadar bahwa esok adalah hari libur
Sehingga lazim bagi kotaku untuk macet.
Saat itu aku berenung,…. Lama dan terdiam
Ditengah kebisuanku aku terkaget,
Aku melihat bahwa panji-panji tubuhku hilang sebagian
Tak sadar kemana pergi ataukah diambil seseorang
Kucoba mencari di rak-rak kosong
Kubuka lemari-lemari tua, tempat file-file using masih tersimpan
Laci-laci meja kuperiksa dan setiap sudut kugeladah
Kesimpulannya panji-panjiku telah hilang.

Aku kembali duduk di kursi bambu yang udah reot
Kusandarkan badanku ke punggung kursi
Mencoba duduk sempurna walau terasa sakit
Namun harus kupaksakan untuk merasa nyaman
Kuteguk lagi kopi yang masih tersisa
Membuat tenggorokanku merasa tersiram oleh air kehidupan
Sesaat pikiranku tercerahkan
Seolah-olah membuka cakrawala berpikirku
Banyak terlintas kata, kalimat, perumpamaan, peribahasa, kata-kata bijak dan semuanya itu
Tapi saat itu hanya satu yang bisa kutangkap
“Tak harus sempurna tubuhmu jika kamu ingin melayani”
Itulah kalimat yang berhasil kutangkap
Dan sesegera kutuliskan di hatiku dengan tinta emas
Agar jangan pernah hilang terlepas dimakan waktu
Aku tersadar bahwa panji-panji tubuhku yang hilang
Tidak sepatutnya menjadi alasan bagiku
Untuk kembali tertidur dan diam di ruangan ini
Kukencangkan sepatuku, kupasangkan ranselku
Dan aku pun melangkah ke luar
Aku telah siap melayani dengan kekuranganku


Kamis, 12 November 2009

PUISI BUAT TUKANG SATE

Kuperhatikan jemarimu lincah menari dan menusuk setiap daging
Pusaran kipas angin turut membakar semangat
Membuat bara semakin memerah
Memancarkan panas tiada tara
Semangatmu dibakar oleh alunan suara pengamen
Kepulan asap tak membuat semangat menyerah
Walau mata telah memerah
Pengunjung yang ramai
Duduk sambil menunggu di meja
Yang lain sedang makan
Selera semakin memuncak
Menggiurkan oleh setiap torehan kecap




Translate
TINGGI IMAN - TINGGI ILMU - TINGGI PENGABDIAN

Visitor