Selasa, 24 Februari 2009

SaaT iTu

Setelah Mike berangkat ke sekolah, Jean dan istrinya pun segera meluncur ke rumah temen mereka Peter. Angel yang mengemudi sedangkan Jean tidur di mobil karena semalam suntuk dia begadang memecahkan kasus yang sedang dihadapinya. Jarak 100 meter dari rumah Peter, Angel melihat telah banyak polisi di sekitar rumah dan beberapa penduduk sekitar. Angel segera membangunkan Jean dan mereka bergegas turun dan melangkah cepat ke arah rumah. Namun di depan pintu mereka dicegat oleh polisi dengan alasan polisi masih mengadakan penyelidikan dan pencarian alat-alat bukti. Dari polisi tersebut Jean mengetahui bahwa temennya Peter, istrinya Sarah dan anaknya yang masih berumur 5 tahun yaitu Billy telah tewas dibunuh oleh sekawanan orang tak dikenal.

Jean sangat marah atas kejadian dan berteriak sekencang-kencangnya. Kemudian Jean menunjukkan kartu identitas Pengacaranya sehingga dibolehin oleh polisi masuk. Jean melihat sekilas mayat temannya tersebut dan dia pun ikut membantu polisi untuk mencari alat bukti. Jean menemukan sebutir peluru dan segera dikantonginnya. Dia tidak mau polisi tahu karena dia takut bahwa ada oarng dalam kepolisian yang terlibat atas kasus ini sehingga bisa jadi tidak diselesaikan. Dia ingin menyelesaikan kasus ini bersama timnya yang telah menjadi kepercayaannya.

Beberapa saat setelah berbincang-bincang dengan kepala Polisi Ressort setempat maka Jean dan Angel pun segera meninggalkan TKP. Jean kembali ke kantornya dan segera mengumpulkan tim nya untuk segera memecahkan kasus ini karena akan berbuntut pada kehidupan keluarganya sendiri. Dari analisis yang mereka dapat bahwa target berikutnya yang akan dibunuh adalah keluarga Jean yaitu dirinya, istrinya dan anaknya Mike. Angel sangat ketakutan dan sedih membayangkan kalau kejadian itu benar-benar terjadi. Dengan segala kemampuan yang dimilki oleh Jean dan tim akhirnya mereka berhasil membuat suatu kesimpulan yang cukup akurat dengan segala bukti-bukti yang telah berhasil mereka kumpulkan. Pambunuhnya adalah rekan Roque yang bernama Anggi. Anggi ingin membalas dendam karena Jean yang seorang pengacara dan Peter yang seorang Polisi telah membawa temennya Roque yang tergabung dalam sindikat perdagangan narkoba cakupan internasional ke pengadilan hingga diputus dengan hukuman mati dan beberapa bulan yang lalu telah dieksekusi.

Setiap malam Angel selalu cemas memikirkan anaknya dan nasib keluarganya walaupun suaminya telah berusaha untuk menenangkan dirinya. Sebenarnya itulah konsekuensi kehidupan yang harus mereka jalani dengan profesi suaminya sebagai pengacara yang selalu terlibat degan orang-orang yang bermasalah dengan hukum. Selama ini memang kehidupan mereka normal-normal saja tetapi dengan adanya kejadian tersebut rasa cemas semakin menyelimuti dirinya.

Singkat cerita untunglah Jean beserta timnya dibantu oleh Badan Intelijen dari kepolisian sehingga pelaku pembunuhan bisa ditangkap dan kini sedang ditahan dipenjara menunggu proses hukum selanjutnya.

Kisah Jean dan Angel

Kisah ini dimulai saat Jean dan Angel dipertemukan dalam sebuah adegan film. Mereka bermain dalam sebuah film yang sama yaitu yang diangkat dari cerita rakyat Tapanuli. Dari pertemuan-pertemuan di lokasi shooting hingga tukeran nomor HP dan makan bersama maka mulailah rasa dan benih itu timbul. Hingga persahabatan mereka semakin dekat dan erat. Selalu datang bersama ke lokasi shooting dan pulang bersama juga. Memanfaatkan hari-hari libur untuk kesenangan bersama.

Namun kisah ini menjadi lain ketika Jean harus pergi ke Amrik melanjutkan pendidikannya tentang dunia film, dia ingin menambah wawasan dan pengetahuannya karena cita-citanya juga besar. Sebenarnya perpisahan “sementara” ini sungguh tidak mereka inginkan karena mereka selalu berharap dapat bersama kapanpun. Tetapi demi masa depan maka Angel juga merelakan kepergian Jean. Bulan demi bulan masih bisa mereka lalui dengan seringnya komunikasi sesama mereka hingga rasa rindu itu makin bulat dan membesar. Melewati tahun pertama serasa ada kerikil yang lewat dan menghalangi jalannya kisah ini. Tanpa sepengetahuan Jean ternyata Angel telah memiliki lelaki lain sebagai pengganti Jean, hal ini dilakukan oleh inisiatif orangtuanya karena melihat Angel selalu bersedih mengenang Jean kekasihnya itu. Orang tuanya berusaha menghibur Angel dan mencari seorang laki-laki yang mirip fisik dan perilaku dengan Jean. Hari demi hari akhirnya Angelpun bisa menerima lelaki itu (Peter) walaupun belum bisa merasakan kehadiran Jean yang sebenarnya dalam hidupnya.

Di Amrik perasaan Cinta, rindu, dan kangen Jean membaur menjadi satu hingga membulatkan tekadnya untuk segera menyelesaikan kuliahnya agar segera bisa kembali ke Indonesia. Walaupun komunikasi sudah terputus namun harapan yang dia miliki sekarang sangat besar terhadap kekasihnya Angel. Dia telah berencana untuk segera melamar Angel setiba di Indonesia. Tibalah saatnya Jean menyelesaikan gelar Masternya dan segera pulang ke Indonesia namun alangkah terkejutnya dia ketika tahu dari para tetangganya bahwa Angel telah memilki lelaki lain dan bahkan dalam waktu dekat mereka akan menikah. Jean tidak tahu bahwa sebenarnya siang dan malam Angel selalu merindukan hadirnya sosok Jean yang sebenarnya di sisinya. Melihat kondisi itu akhirnya Jean pun memutuskan untuk segera balik lagi ke Amrik karena dia merasa tujuannya datang ke Indonesia untuk melamar Angel telah sirna. Dengan perasaan hati yang hancur dan tanpa harapan dia pergi ke Bandara dan terbang jauh meninggalkan Indonesia. Dia tidak tahu bahwa sesungguhnya Angel masih tetap menunggu kehadirannya. Dia tidak tahu bahwa Angel masih tetap setia dan bahkan sampai tua Angel tetap tidak mau menikah dengan Peter karena ternyata Peter adalah lelaki busuk yang hanya ingin menikmati kehidupan sesaat bersama Angel.

Kisah inipun berakhir setelah Jean berumur 55 tahun dan Angel 45 tahun, mereka dipertemukan kembali saat mengikuti acara reunian sekolah mereka. Betapa senangnya mereka dan beberapa minggu kemudian langsung mengadakan pernikahan yang diberkati oleh pendeta. Keluarga mereka sangat senang dan bersyukur atas apa yang mereka alami. Dan ternyata Tuhan sangat baik atas kelarga ini. Mujizat terjadi dan mereka masih diberi kesempatan memiliki 2 orang anak, laki-laki dan perempuan. Betapa senang mereka hingga semasa hidupnya keluarganya selalu bahagia dan sanggup membesarkan anak-anak mereka hingga berhasil dalam pendidikannya. Bahkan melebihi Jean yang bergelar Master, kedua anaknya telah berhasil mendapatkan gelar Doktor dari Universitas terkemuka di Amrik mengikuti jejak ayahnya.

KERAGUAN DIANTARA KEBENARAN


By; Mekar Sinurat (Paryasop Bandung)

Hidup adalah pilihan. Mungkin slogan itu sudah terlalu sering kita dengar dan bahkan ada beberapa diantara kita yang sudah bosan mendengarnya. Namun suatu hal yang kurang baik ketika kita tidak mampu memahami makna slogan tersebut sehingga hanya sekadar mendengar saja tanpa mampu membuat lebih berarti lagi dalam perjalanan hidupnya.

Banyak pilihan dalam hidup ini dan kita harus bisa secara bijak menentukan pilihan itu. Karena cara kita melalui kehidupan akan berakar dari pilihan yang kita ambil. Ketika kita memilih, hal yang sangat menentukan dalam proses pemilihan itu adalah keteguhan hati. Apakah kita yakin akan pilihan itu atau bahkan masih ragu. Ketika kita yakin akan pilihan maka tidak ada yang timbul masalah. Namun masalah akan timbul ketika muncul keraguan dalam hati. Dan bahkan kadang hal yang kita ragukan itu justru itulah yang benar. Bagaimana kita bisa membenarkan sebuah keraguan menjadi kebenaran? Itu adalah pertanyaan yang mendasar dan besar bagi saya pribadi, yang sampai saat ini belum bisa saya pecahkan. Buat para rekan-rekan anak bangsa yang secara tidak sengaja membaca tulisan ini maka saya berharap bisa member komentar atau menjawab pertanyaan ini sehingga bisa mengurangi salah satu beban pikiran saya ini. Terimakasih

Rabu, 18 Februari 2009

Bahan Renungan...

Sang Pemenang

Suatu ketika, tampak sekelompok anak laki laki sedang mengikuti sebuah
lomba mobil balap mainan di sebuah pusat perbelanjaan. Suasana sungguh
meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang
dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya
buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.

Diantara
ke 4 anak itu, Ada seorang anak bernama Randi. Mobilnya tak istimewa,
dibanding semua lawannya, mobil Randi lah yang paling tak sempurna.
Beberapa anak menyangsingkan bahkan meremehkan kekuatan mobil itu untuk
berpacu melawan mobil lainnya.

Yah, memang, mobil itu tak begitu
menarik.Dengan tampilan seadanya , yang dibuat dari kayu yang sederhana
dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan
mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Randi bangga terhadap
mobil yang dimilikinya , karena mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah
saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak
mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka
kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4
"pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur
terpisah diantaranya.

Namun, sesaat kemudian, Randi meminta
waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak menepi dan
berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan
yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata,
"Ya, aku siap!"

1..2...3...Dor. Tanda pertandingan dimulai.
Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat.
Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai,
bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.
"Ayo...ayo...cepat...cepat, maju...maju", begitu teriak mereka. Ahha...
sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah
terlampaui. Dan Randi lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga
Randi. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati "Terima kasih."

Saat
pembagian piala tiba. Randi maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala
itu diserahhkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan kecil kamu pasti
tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?". Randi terdiam.
"Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" Ia lalu melanjutkan,
"Sepertinya, tak adil rasanya meminta pada Tuhan untuk menolong saya
demi mengalahkan orang lain. Aku , hanya bermohon pada Tuhan, supaya
aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar
ungkapan bijak dari mulut seorang anak laki laki kecil. Setelah
beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.
Renungan :
Anak-anak
tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Randi ,
tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian, juga tak
memohon kepada Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang
ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua
harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.
Namun, ia memohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi
itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari
kekurangan dengan rasa bangga.

Mungkin, telah banyak waktu yang
kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap
permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk
menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang
dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk
menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal,
bukanlah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan- Nya, dan
panduan-Nya?

Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita
kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan
ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin,
Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah,
cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap umatNya.

Selasa, 17 Februari 2009

Time To Change


Berhasil mengatasi masalah akan mengantarkan kita
pada posisi yang bagus untuk mengatasi masalah berikutnya.
Kesuksesan kita akan menjadi bekal yang sangat baik untuk mencapai kesuksesan2 berikutnya.

Orang yang kaya menjadi lebih kaya bukan karena
harta yang dimilikinya, namun karena arah yang
benar dalam usaha dan kehidupannya;
tindakan yang benar dalam langkah-langkahnya,
sehingga kesuksesan itu akan muncul ber-ulang2!

Kalau dalam kehidupan, kita melihat yang kaya makin kaya,
yang miskin makin miskin. Memang itu yang terjadi.
Sekarang lihatlah kehidupan kita. Apakah kita makin kaya
atau makin miskin? Jika kita makin miskin, maka segeralah berbalik arah.
Kita pasti melakukan kesalahan yang mungkin tidak kita sadari. Jika kita
tetap menjalani apa yang kita lakukan sekarang ini, maka kemungkinan
kita akan semakin terpuruk. Namun jika kita merasa makin kaya, maka
melangkahlah makin cepat. Berlarilah! Karena arah Kita sudah benar.

Jika kita cenderung mengalami kemerosotan
dalam taraf kehidupan, maka saatnya sekarang
berbalik arah! Ubah arah kita karena itu tidak bisa ditawar-tawar lagi.
Kita telah melakukan kesalahan!

Sekaranglah saatnya KITA berubah! Kemalasan kita
ubah menjadi ketekunan. Kesombongan kita harus
diubah menjadi keramahan. Kesederhanaan kita dalam
berpikir harus kita ubah dengan kreativitas
yang genius. Kelalain Kita harus kita ubah dengan
kewaspadaan yang tajam. Waktu kita harus diisi
penuh dengan aktivitas, detik demi detik.
Pikiran negatif kita harus diubah dengan pikiran positif.

Apakah mudah? Jangan bertanya lagi! Begitu kita ingat
maka lakukan perubahan itu, terus menerus, hingga kita
tidak akan merasakan itu, dan kita sudah berbalik arah.
Ya, sekaranglah saatnya kita banting setir!

Rasakan perubahan itu. Bila kehidupan kita sudah
mulai membaik, maka semangati untuk melakukan lebih
kencang, bergerak lebih cepat, berpikir lebih taktis
dan lakukan terus hal-hal baik yang sudah membuat
kehidupan kita menuju arah yang benar.

Ingat! Orang yang kaya semakin kaya, bukan karena dia
memiliki harta lebih banyak, namun karena dia sudah
berada diarah yang benar. Kesuksesan yang dia capai
telah membuat efek domino untuk kesuksesan berikutnya!

Sumber :
Efek Domino Kesuksesan
(disadur dari Buku: Time To Change Hari Subagya)

Sepuluh Prinsip Membangun Rumah Tangga

Ada minimal sepuluh prinsip yang perlu dipegang guna menata kebahagiaan keluarga, yaitu :

Prinsip pertama, tumbuhkan komitmen. Jika kebahagiaan kita pahami sebagai sebuah pilihan, maka modal pertama untuk mendapatkannya tentulah kemauan untuk bahagia. Tanpa komitmen, kesulitan dan persoalan mudah sekali menghancurkan keluarga.

Prinsip kedua, memberi apresiasi. Setelah membangun komitmen bersama ke arah kebahagiaan, modal berikutnya adalah kemampuan untuk menyatukan kekuatan dari masing-masing pihak. Untuk itu mulailah melihat sisi positif masing-masing pihak. Tanpa kesediaan melihat hal-hal positif pada pasangan kita, maka tidak ada sinergi yang tulus kearah kebahagiaan. Sikap positif pada pasangan dapat ditunjukkan dan ditumbuhkan sehari-hari. Mulai kebiasaan memberikan pujian dan apresiasi yang tulus pada pasangan.

Prinsip ketiga, pelihara kebersamaan. Setelah komitmen dan sikap positif pada pasangan, pondasi selanjutnya adalah kebersamaan. Luangkan waktu untuk bersama. Bermain bersama, bekerja bersama, berlibur bersama. Kebersamaan adalah momen saling membagi. Ia akan menumbuhkan perasaan saling membutuhkan dan saling melengkapi. Sebuah hubungan yang didasarkan pada perasaa saling membutuhkan secara positif akan menjadi awal yang baik bagi sebuah kebahagiaan bersama.

Prinsip keempat, berkomunikasi. Komunikasi adalah sebuah proses pertukaran makna guna melahirkan pengertian bersama. Komunikasi aka melahirkan pertautan perasaan atau emosi yang kuat antara mereka yang terlibat. Karena itu, guna meraih kebahagiaan keluarga, sebaiknya komunikasikanberbagai peristiwa penting yang dialami agar masing-masing pihak semakin mengenal dunia masing-masing dan merasa dilibatkan dalam dunia satu sama lain.

Prinsip kelima
, agama atau falsafah hidup. Meyakini falsafah hidup yang sama semakin memperkuat tali batin keluarga. Menjalani bersama ritual agama membuat harmoni keluarga terjalin lebih hangat dan dalam. Misalnya saja melaksananakan sholat berjamaah. Dengan kegiatan seperti itu akan membantu menyadari hal-hal yang lebih mendasar dalam hidup. Sebuah kecerdasan spiritual yang jelas sangat berpengaruh pada kesanggupan orang untuk bahagia.

Prinsip keenam, bermain dan humor. Bermain adalah ciri khas manusia. Sediakan waktu untuk bermain, bersantai, rileks dan humor. Melalui permainan kita membagi perasaan yang kita miliki dengan sesama anggota keluaraga. Permainan melahirkan tawa canda, hal sederhana namun teramat penting untuk kebahagiaan.

Prinsip ketujuh, berbagi tanggungjawab. Fleksibel dalam berbagi peran dan tanggungjawab. kadang suami yang menemani anak, kadang istri yang sibuk diluar. berbagi peran dan tanggungjawab membuat masing-masing pihak semakin merasa sebagai satu kesatuan. banyak masalah dalam keluarga timbul hanya karena enggan berbagi tugas. Suami merasa tidak perlu menangani pekerjaan dapur dan anak, sementara beban sang istri begitu banyak.

Prinsip kedelapan, miliki kepentingan dan kegemaran bersama. Untuk memperkuat fondasi bagi kebersamaan keluarga, sebaiknya carilah kegemaran dan kepentingan yang sama antar setiap anggota keluarga. Lalu rencanakan untuk menjalani kegemaran bersama itu. merencanakan, menjalankan, dan mengevaluasi kegiatan itu secara bersama semakin menguatkan kesatuan keluarga.

Prinsip kesembilan, melayani orang lain. Secara bersama melayani dan menolong orang lain yang kurang mampu atau tertimpa bencana akan membri pengaruh positif. pengalaman itu akan membantu masing-masing pihak semakin bersyukur berada dalam kondisi yang lebih baik. Secara bersama menolong orang lain, membuat kebersamaan itu semakin bermakna.

Prinsip kesepuluh
, tahan dengan problem. Tidak ada satu pun keluarga yang terbebas dari problem. Jika kesulitan itu datang, dan anda merasa tidak mampu mengatasinya sendiri, jangan ragu meminta bantuan dari pihak yang lebih ahli. Kekuatan dan kemampuan anda menghadapi hidup tidak akan dikurangi sedikittpun kalau anda meminta bantuan pihak lain.

Sumber : Beberapa kutipan dari buku “Membangun keluarga bahagia”

Rahasia ! Membuat Gaji Naik



Setelah bertahun – tahun bekerja ternyata gaji tidak naik –
naik dan sulit sekali membuat Gaji Naik
dan membuat beberapa orang frustasi karena kebutuhan semua naik. Jadi
bagaimana Rahasia ! agar Gaji Naik
ditempat kerja Anda sekarang

1.
Kembangkan Kelebihan atau Keahlian Anda dan Buat Keahlian
Baru. Anda harus memiliki
kelebihan dibandingkan dengan teman – teman sekantor Anda, jika Anda memiliki
keahlian mengetik mengapa Anda tidak belajar cara membuat laporan laba rugi,
atau Anda bisa mengembangkan diri menjadi pekerja yang juga bisa presentasi di
depan klien – klien penting. Anda mungkin mencoba belajar bahasa asing yang
lain agar Boss bisa melihat diri Anda berbeda dengan yang lain karena memiliki
kelebihan dan kemungkinan di promosikan. Jadi mulailah belajar keahlian baru.

2.
Berperilakulah Menyenangkan. Sebaiknya
cobalah untuk berperilaku lebih menyenangkan di kantor, misalnya dengan
memiliki nama yang baik di kantor, terkenal dengan kepribadian Anda yang
menarik, lebih banyak sopan santun dengan atasan Anda atau rekan sekerja,
mengerjakan tugas dengan lebih baik, dan mungkin biasakan untuk datang tepat
waktu setiap saat.

3.
Beritahukan Keahlian Baru Anda Kepada Orang Yang Tepat (
Boss atau Big Boss Anda ). Setelah Anda sudah mempelajari atau
mengembangkan keahlian Anda maka hendaklah keahlian tersebut di ketahui oleh
orang yang sangat – sangat dipentingkan di kantor Anda. Tunjukan keahlian
tersebut kepada Beliau sehingga dapat diperhitungkan olehnya untuk
mempromosikan Anda dan diharapkan Gaji
Naik juga

4.
Menjadi Pekerja yang Menghasilkan. Usahakan
kehadiran Anda berkontribusi secara strategis untuk memberikan keuntungan yang
positif utnuk perusahaan. Karena perusahaan membayar pekerjanya dengan
keuntungan yang didapat, maka perusahaan akan mendukung pekerjanya yang
berkontribusi dengan baik untuk keuntungan perusahaan



Bagaimana jika mulai besok hari Anda kembali bekerja secara
perlahan – lahan mulai menerapkan strategi tersebut, digaransi dalam waktu min
3 bulan kehidupan Anda di kantor akan berubah dan Gaji Naik karena strategi
tersebut diatas sudah berhasil di
beberapa orang ( Jika Anda berhasil juga kabari Saya yaah). Buatlah diri anda
bersinar, terkenal dan disukai semua orang di kantor sehingga mereka akan
menyukai Anda dan kemungkinan Boss juga akan melirik Anda dan pekerjaan yang
sudah Anda lakukan untuk perusahaan, sehingga mereka akan memikirkan untuk
mempromosikan dan menaikkan gaji Anda.



Semoga Terinspirasi !!

Dikutip dari: Milis Indonesia Online

Prinsip 90/10 dari Stephen Covey



Menurut prinsip ini, 10% dari kehidupan kita terdiri dari apa yang terjadi kepada kita, selebihnya (90%) tergantung dari sikap kita dalam menghadapinya. Artinya, kita tidak dapat mengontrol apa yang akan terjadi kepada kita “CUMA” 10% itu.

Kita tidak dapat mencegah mobil kita dari kerusakan. Pesawat kita mungkin di delay yang menyebabkan semua schedule kita berantakan. Mungkin kita juga akan di salip oleh pengemudi lain di jalan. Kita tidak dapat mengontrol factor 10% ini. TETAPI, yang 90% adalah hal yang lain. Kita dapat menghendaki bagaimana kita menjalani 90% itu.

Bagaimana caranya? Dari reaksi kita

Kita tidak dapat mencegah lampu lalu lintas berganti ke merah, tapi kita dapat mengontrol reaksi kita terhadap hal tersebut. Jangan tertipu! – Hanya KITA yang (pasti) dapat mengontrol reaksi kita sendiri.

Anda sedang menikmati sarapan pagi sekeluarga dan tanpa di sengaja anak Anda menumpahkan kopi ke pakaian kerja Anda. Anda tidak dapat mengontrol apa yang barusan terjadi, namun apa yang akan terjadi selanjutnya akan sepenuhnya bergantung kepada bagaimana reaksi Anda terhadap kejadian ini.

Anda mengutuki diri sendiri (menggerutu)…

Anda memarahi anak Anda karena telah menumpahkan kopi tersebut. Anak Anda kemudian menangis karena di marahi. Setelah memarahi anak Anda, Anda kemudian mengkritik istri Anda karena meletakkan cangkir kopi Anda terlalu di pinggir meja. Kemudian Anda dan istri Anda pun bertengkar sejenak. Anda lalu lari ke kamar untuk mengganti pakaian Anda. Di meja makan, anak Anda yang sejak dari tadi menangis tidak dapat menhabiskan sarapan paginya dan mengganti pakaiannya untuk sekolah. Dia pun ditinggal bis sekolahnya dan istri Anda harus segera berangkat ke kantornya. Anda langsung menuju ke mobil Anda dan mengantar anak Anda ke sekolahnya. Karena sudah agak terlambat, Anda pun mengendarai mobil dengan sedikit mengebut. Anda sampai di sekolah anak Anda setelah terlambat 15 menit dan mendapatkan surat tilang karena mengebut. Anak Anda pun langsung lari masuk ke sekolah tanpa pamit kepada Anda terlebih dahulu. Setelah dari sekolah, Anda langsung ngebut ke kantor karena sudah terlambat 20 menit. Sesampai di kantor, Anda baru sadar bahwa Anda lupa membawa tas kerja Anda. Karena Anda sudah memulai hari Anda dengan tidak bagus, hal ini akan terus berlanjut hingga jam pulang nanti. Anda pun mulai tidak sabar untuk menanti sampai pukul 5 nanti, dimana Anda ingin segera pulang. Sesampai di rumah, Anda mendapati bahwa situasi di rumah pun tidak begitu ramah. Ada sedikit jarak antara Anda dan istri dan anak Anda.

Mengapa demikian? Semua ini karena reaksi Anda di pagi hari tadi

Apa penyebab hari buruk Anda?

A. Apakah karena kopi yang tumpah?

B. Apakah karena anak Anda?

C. Apakah karena Anda di tilang polisi?

D. Apakah Anda penyebabnya?

.

..

….

Jawaban yang benar adalah: D.

Apa yang terjadi dengan kopi Anda memang di luar dari kendali Anda, namun reaksi Anda terhadap kejadian tersebut lah yang menyebabkan Anda memiliki hari yang buruk.

Berikut adalah apa yang dapat dan seharusnya terjadi atas kejadian tersebut:

Anda tertumpah kopi dan anak Anda sudah mulai menangis. Anda seharusnya menenangkannya sambil berkata, “Ga pa pa kok say, kamu hanya perlu lebih hati-hati aja lain kali.” Lalu sambil membersihkan baju Anda dengan handuk kecil, Anda bergegas ke kamar Anda untuk menukar pakaian. Setelah selesai berpakaian, Anda mengambil tas kerja Anda dan kembali ke meja makan sambil melihat anak Anda yang melambai ke arah Anda sedang menaiki bis sekolahnya. Anda pun dapat sampai di kantor 5 menit lebih awal dan berbincang-bincang sebentar dengan rekan-rekan kerja Anda. Bahkan bos Anda juga memberi komentar yang positif terhadap perilaku Anda yang sedang senang hati hari itu.

Dapatkah di lihat perbedaan antara 2 skenario di atas? Mereka mempunyai awal yang sama, namun akhir yang berbeda..

Mengapa?
Semuanya tergantung bagaimana sikap Anda dalam menghadapi situasi tersebut.

Anda memang (pasti) tidak dapat mengontrol apa yang akan terjadi pada Anda (factor 10%), tetapi reaksi dan sikap Anda (pasti) dapat mempengaruhi factor yang 90%.

Berikut adalah beberapa saran untuk mengaplikasikan prinsip 90/10 dalam kehidupan kita sehari-hari:

Apabila ada beredar komentar negatif mengenai Anda, janganlah di serap begitu saja. Anda seharusnya dapat bersikap cuek. Jangan biarkan komentar negative tersebut mempengaruhi hidup Anda..!!! Bersikaplah sewajarnya dan hari-hari Anda akan lebih membaik. Reaksi yang salah mungkin akan mengakibatkan Anda kehilangan seorang teman baik, di pecat dari pekerjaan atau mengidap stress yang berkepanjangan.

Bagaimana seharusnya sikap Anda terhadap pengemudi yang tiba-tiba menyalip di depan Anda? Apakah Anda akan marah? Membanting kemudi mobil Anda? Menghujat? Apakah tekanan darah Anda semakin tinggi? Apakah Anda akan mencoba untuk menabrak mobil tersebut? Siapakah yang akan peduli apabila Anda datang ke kantor lebih telat 10 detik? Jangan sampai karena kejadian tersebut, mood Anda berubah jadi tidak bagus.

Ingatlah akan prinsip 90/10 ini, dan janganlah Anda terlalu khawatir.

Anda menerima kabar bahwa Anda akan di pecat dari pekerjaan Anda. Janganlah Anda menjadi stress, tidak bisa tidur dan jadi bad-mood. Semuanya ini dapat Anda lewati. Anda seharusnya dapat memakai waktu dan peluang ini untuk mencari pekerjaan yang baru

Pesawat yang akan Anda tumpangi ternyata delay dan Anda tahu bahwa hal ini akan merusak semua rencana Anda untuk hari itu. Janganlah Anda memarahi awak pesawat tersebut? Ini juga sebenarnya di luar dari kendali awak pesawat tersebut. Dia juga sebenarnya tidak mengetahui mengapa hal tersebut terjadi. Seharusnya, Anda dapat menggunakan waktu luang tersebut untuk belajar atau mencoba untuk lebih mengenal penumpang yang lain. Janganlah Anda menjadi stress karena hal ini hanya akan membuat segala sesuatunya menjadi lebih buruk.

Nah.. sekarang Anda sudah mengetahui dan mempelajari prinsip 90/10. Cobalah untuk menerapkan prinsip tersebut pada kehidupan sehari-hari Anda dan percayalah, bahwa hidup Anda akan jauh menjadi lebih baik lagi.

Prinsip 90/10 adalah sesuatu yang menakjubkan, dan belum banyak daripada kita yang mengetahui dan mengaplikasikannya di kehidupan kita. Oleh karena itu banyak daripada kita yang mengalami stress yang berlebihan, masalah dan sakit hati.

Bukankah kita semua harus dapat mengerti dan mengaplikasikan prinsip 90/10 ini?

Dikutip dari My Inspiration

Pelajaran dari Krisis Keuangan Global


Di tengah krisis global seperti ini, banyak orang semakin yakin bahwa
kita perlu belajar berwirausaha atau punya usaha sendiri atau
mengelola usaha sendiri. Betapa tidak, siapa sih yang tak kenal
perusahaan-perusahaan top dunia seperti Lehman Brothers, AIG, Goldman
Sach, dan sederet nama lainnya. Toh mereka bisa ambruk juga. Tidak
bisa menjamin bahwa semua karyawan yang ada di dalamnya akan kerja
aman sampai mati. Tidak. Kalau yang belajar dan sering baca bisnis
keuangan tentu tahu reputasi perusahaan-perusahaan top itu, mereka
selalu jadi tempat belajar dan benchmark para pelaku bisnis keuangan
di hampir semua benua. Toh itu tak bisa menjadi gantungan hidup yang
aman bagi karyawannya. Ini pelajaran bagi siapapun bahwa tak ada
salahnya kita2 punya usaha sendiri, meski awalnya hanya dijalankan
dengan sambilan. INI PENTING UNTUK BERJAGA-JAGA. Kita tak pernah tahu
apa yang terjadi dengan perusahaan kita kedepan. Apakah perusahaan
kita sudah lebih hebat dari Lehman Brothers dan Golmand Sach?



Moga-moga sih aman-aman saja. Kalau kita punya kemampaun menjalankan
usaha sendiri dan tahu cara-caranya, harapannya, kalau ada
kejadian-kejadian kepentok seperti itu kita bisa punya kemampuan survival.





Sekedar bagi2 informasi bagi yang ingin berwirausaha, yang semoga
berguna, ADA BEBERAPA ALTERNATIF CARA AMAN menjadi entrepreneur
sesuai yang saya tahu dari relasi-relasi saya pengusaha yang sudah
terbukti sukses. Kalau kita ingin mandiri berwirausaha alias menjadi
entrepreneur, kita tidak harus langsung cabut dari profesi lama kita.
Tidak perlu grusa-grusu. Kita harus dengan dingin membedakan antara
berani dan nekad. Apalagi kalau yang sudah punya tanggungan keluarga,
kita juga harus menimbang ada sekian jiwa yang ikut dalam gerbong kita
sehingga kalau kita salah kemudi mereka juga bisa kejeblos.

Berikut ini beberapa informasi cara yang lebih aman untuk pindah ke
kuadran entrepreneur.



Pertama; kita bisa memulai berwirausaha dengan melakukan penyertaan
saham (setor modal) di bisnis teman kita sembari kita tetap kerja dulu
di perusahaan lama kita. Jadi kita setor modal ke kawan yang punya
bisnis bagus, dan nantinya kita mendapat bagi hasil dari keuntungan.
Dari sini kita juga sekalian mulai belajar bagaimana mengelola usaha.
Pelan-pelan kita mulai aktif terjun di dalamnya dan membantu dan kerja
bareng dengan si teman itu. Kalau skala usaha joinan dengan teman itu
bagus dan penghasilan dari bagi hasil sudah bisa menutup kebutuhan
hidup kita dan keluarga, barulah kita putuskan keluar. Jadi ketika
kita keluar dari perusahaan lama tidak kaget karena tetap ada penghasilan.



Kedua, jurus menginjak dua kapal. Artinya, kita masih sebagai karyawan
di sebuah perushaaan mapan, namun di waktu yang sama juga merintis
usaha alias menjalankan usaha milik sendiri. Cara ini dimungkinkan
bagi mereka-mereka yang punya cukup waktu luang sehingga bisa nyambi.
Sebenarnya cara ini sekarang lebih dimungkinkan karena adanya HP dan
telpon yang memudahkan koordinasi. Jadi, sementara kita di kantor,
kita bisa sembari mengendalikan bisnis sendiri dari jarak jauh. Hingga
skala tertentu nyambi ini sangat dimungkinkan, namun kalau bisnisnya
mulai membesar kita pasti harus cabut. Strategi menginjak dua kapal
ini merupakan pilihan aman dan realistik. Jadi sementara satu kaki
kita masih ada di kapal milik perusahaan lain, satu kaki kita
melakukan test market untuk membangun bisnis (kapal) sendiri. Cara ini
juga paling umum dijalankan oleh para perintis usaha.



Ketiga, kalau anda tidak mau joinan dengan orang lain dan tidak bisa
berdiri di dua kapal, kita bisa berdayakan pasangan kita
(istri/suami). Jadi, sementara kita masih kerja di perusahaan lama,
pasangan kita (istri atau suami) yang mengurusi bisnis sendiri untuk
masa-masa perintisan. Artinya sekoci pendapatan keluarga masih ada
yang bisa diandalkan, baik buat beli beras atau susu anak-anak. Kalau
usaha sendiri ini sudah jalan, silahkan saja keluar dari kerja di
perusahaan orang lain itu.

Soal tip ketiga ini saya juga punya contoh kasus riel. Ada pengusaha
sukses kawan baik saya, Pak Budiyanto Darmasatono yang beliau
pengusaha kurir ekspress yang sudah kaeryawan 2.700 orang padahal
waktu awal-awal di jakarta selulus D3 UGM juga gelantungan naik bis
kota. Waktu beliau memulai usaha, dia tidak langsung keluar dari
pekerjaan lamanya sebagai supervisor di Dinners Club, namun istrinya
dulu yang menjalan usaha. Soal ide dan konsep-konsep bisnisnya tetap
Pak Budiyanto yang memotori dan istrinya yang melakukan eksekusi.
Kalau ada meeting2 yang penting, beliau juga cuti dari kantornya dan
ikut istri melakukan presentasi ke calon klien. Jadi dia tidak gegabah
langsung cabut dari kerjaan kantor lamanya. Nah, ketika usahanya sudah
berjalan baik dan pendapatannya sudah mulai bisa diandalkan, barulah
ia keluar secara baik-baik dari perusahaan lamanya, berpamitan dengan
sopan untuk usaha sendiri. Kini bisnis sendiri yg ia komandani sudah
punya 2.700 karyawan dengan kantor operasional sudah ada di semua
propinsi di Indonesia. Yang pasti, tip ketiga ini tentu saja berlaku
untuk yang ketika akan mulai mandiri berwirausaha sudah berkeluarga,
kalau yang masih single, tentu saja pasangan Anda bisa kakak atau Adik
anda. Ini juga cara sukses dan aman untuk masuk ke kuadran
entrepreneur namun tidak mengganggu keamanan sumber penghasilan keluarga.



Keempat, kalau Anda sudah ngebet sekali untuk menjadi entrepreneur dan
yakin bakal sukses serta merasa tak perlu pakai ban serep seperti itu,
setidaknya Anda tetap bisa melakukan pengamanan lain, yakni dana
pendidikan anak. Bagaimanapun kita capek-capek kan utamanya untuk
anak. Cara ini juga dilakukan salah satu pengusaha kawan saya, Pak
Harijanto, pengusaha sepatu produsen Nike dan Piero yang punya
karyawan 9.000 orang. Ketika beliau akan menjadi entrepreneur dengan
membeli saham perusahaan dimana beliau bekerja, beliau juga
mempertaruhkan masa depannya: bisa sangat sukses namun juga bisa
menjadi miskin kalau gagal. Nah, untuk mengamankan proses untuk
menjadi entrepreneur ini, beliau dan istri mufakat: diputuskan maju
menjadi entrepreneur dengan membeli perusahaaan dimana beliau bekerja
namun sebelumnya tabungan pendidikan untuk anak tidak boleh
diotak-atik. Tabungan anak harus tetap ada dan disendirikan. Jadi
katakanlah proses menjadi entrepreneur itu gagal, dana pendidikan
anak2 tetap aman.




Jadi itu beberapa kiat aman pindah ke kuadran entrepreneur. Semoga
dengan cara itu proses transisi menjadi pengusaha sukses menjadi
melegakan semua pihak, tidak ada penyesalan-penyesalan. Silahkan
kawan2 yang ingin memulai usaha memilih jalan yang terbaik.
Kawan-kawan semua bisa meyimak lebih dalam tentang kiat-kiat menjadi
entrepreneur ini (termasuk kisah Pak Budianto Darmastono dan Pak
Harijanto) di buku terbitan Gramedia, "10 PENGUSAHA YANG SUKSES
MEMBANGUN BISNIS DARI 0" disusun Sudarmadi yang biasanya dijual di
toko-toko buku besar termasuk Gramedia dan Gunung Agung. Di buku itu
kawan2 bisa belajar dari 10 pengusaha sukses yang benar2 berangkat
dari bawah.


Semoga informasi ini bermanfaat dan saya ikut berdoa semoga sukses
buat kawan2 semua.

Translate
TINGGI IMAN - TINGGI ILMU - TINGGI PENGABDIAN

Visitor